Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Tugu Pembantaian Jepang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Facebook Pemerintah Kecamatan Loa Kulu)
Tenggarong - Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mendukung pengembangan situs bersejarah di Desa Loh Sumber, Monumen Tugu yang menjadi lokasi peristiwa pembantaian manusia pada masa penjajahan Jepang 1946.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah mengatakan akses jalan menuju lokasi tersebut kini telah dilakukan semenisasi. "Untuk perbaikan dan penataan lingkungannya masih dalam proses, kita pasti kembangkan tugu bersejarah ini," kata Ardiansyah, Kamis (19/6/2025).
Dirinya juga mendorong pihak desa Loh Sumber untuk menjadikan tugu ini sebagai lokasi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), serta mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait membantu pengembangan situs tersebut.
Ia menilai pengembangan wisata sejarah ini juga memerlukan dukungan dari masyarakat setempat. "Potensi wisata sejarah di Loa Kulu ini banyak sekali, tapi kita bersama harus berkomitmen dalam melakukan pengelolaannya agar bisa terjaga dengan baik," ujarnya.
Kata dia keterlibatan semua pihak sangat penting dalam mempertahankan situs-situ bersejarah yang berada di Loa Kulu.
"Saya berharap dalam pengembangan situs bersejarah ini bisa dilakukan secara konsisten, kita harus bekerja sama untuk mempertahankannya agar anak cucu kita bisa belajar sejarah yang pernah ada di tempat lahirnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Tugu Pembantaian Jepang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Facebook Pemerintah Kecamatan Loa Kulu)
Tenggarong - Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mendukung pengembangan situs bersejarah di Desa Loh Sumber, Monumen Tugu yang menjadi lokasi peristiwa pembantaian manusia pada masa penjajahan Jepang 1946.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah mengatakan akses jalan menuju lokasi tersebut kini telah dilakukan semenisasi. "Untuk perbaikan dan penataan lingkungannya masih dalam proses, kita pasti kembangkan tugu bersejarah ini," kata Ardiansyah, Kamis (19/6/2025).
Dirinya juga mendorong pihak desa Loh Sumber untuk menjadikan tugu ini sebagai lokasi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), serta mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait membantu pengembangan situs tersebut.
Ia menilai pengembangan wisata sejarah ini juga memerlukan dukungan dari masyarakat setempat. "Potensi wisata sejarah di Loa Kulu ini banyak sekali, tapi kita bersama harus berkomitmen dalam melakukan pengelolaannya agar bisa terjaga dengan baik," ujarnya.
Kata dia keterlibatan semua pihak sangat penting dalam mempertahankan situs-situ bersejarah yang berada di Loa Kulu.
"Saya berharap dalam pengembangan situs bersejarah ini bisa dilakukan secara konsisten, kita harus bekerja sama untuk mempertahankannya agar anak cucu kita bisa belajar sejarah yang pernah ada di tempat lahirnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)