Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi rumah tidak layak huni (RLTH). (Pinterest)
Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat program prioritas yakni Pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di area perkotaan.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti TNI, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Pada program ini kami berkolaborasi dengan TNI dan OPD dan Baznas. Ada beberapa rumah yang sudah diusulkan, kini ada empat rumah lagi yang sedang dibangun kembali oleh Baznas,” kata Lurah Melayu, Aditiya, Kamis (5/12/2024).
Ia menjelaskan, rumah-rumah yang diusulkan untuk direnovasi berada di kawasan perkotaan dengan kondisi sangat tidak layak huni.
Aditiya menilai pembenahan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang nyaman.
“Kondisinya perlu perhatian serius. Kami targetkan pembangunan ini selesai dalam waktu satu bulan," ujarnya.
Dirinya menegaskan komitmen Pemerintah Kelurahan Melayu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pendekatan yang melibatkan banyak pihak.
Aditiya berharap program ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah perumahan di wilayah perkotaan.
“Kami ingin program ini tidak hanya memperbaiki rumah warga tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka,” tutupnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi rumah tidak layak huni (RLTH). (Pinterest)
Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat program prioritas yakni Pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di area perkotaan.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti TNI, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Pada program ini kami berkolaborasi dengan TNI dan OPD dan Baznas. Ada beberapa rumah yang sudah diusulkan, kini ada empat rumah lagi yang sedang dibangun kembali oleh Baznas,” kata Lurah Melayu, Aditiya, Kamis (5/12/2024).
Ia menjelaskan, rumah-rumah yang diusulkan untuk direnovasi berada di kawasan perkotaan dengan kondisi sangat tidak layak huni.
Aditiya menilai pembenahan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang nyaman.
“Kondisinya perlu perhatian serius. Kami targetkan pembangunan ini selesai dalam waktu satu bulan," ujarnya.
Dirinya menegaskan komitmen Pemerintah Kelurahan Melayu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pendekatan yang melibatkan banyak pihak.
Aditiya berharap program ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah perumahan di wilayah perkotaan.
“Kami ingin program ini tidak hanya memperbaiki rumah warga tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka,” tutupnya. (Adv)
(Sf/By)