Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin mengatakan 30 persen wilayah tersebut digunakan untuk sektor pertanian tanaman pangan seperti padi dan budi daya hortikultura.
Ia menyebut pihaknya mendorong peningkatan di sektor pertanian dengan memberdayakan puluhan Kelompok Tani (Poktan) di Desa Ponoragan. Dirinya menilai kelompok ini berperan penting dalam mengorganisir kegiatan budi daya serta mengidentifikasi kebutuhan pertanian.
“Kelompok tani ini juga bisa mengajukan bantuan, pelatihan dan mendapat pendampingan teknis dari OPD terkait supaya mereka lebih mudah berkembang,” kata Sarmin, Rabu (14/5/2025).
Selain kelompok tani tanaman pangan, terdapat pula Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif dalam mengolah hasil pertanian dan menjalankan usaha berbasis rumah tangga. KWT ini bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Kata dia kehadiran kelompok tani itu sebagai energi baru dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Ia mengungkap Pemdes Ponoragan juga mendorong optimalisasi anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang nantinya sebesar 20 persen akan diarahkan untuk program ketahanan pangan.
"Dana itu nanti kita gunakan untuk mendukung kegiatan kelompok tani, pengadaan sarana produksi dan pelatihan teknis di bidang pertanian," ungkapnya.
Sarmin berharap, masyarakat aktif dalam menjalankan program ini agar berjalan dengan baik. "Semoga sinergi antara pemdes, kelompok masyarakat dan instansi terkait di sektor pertanian bisa berdampak pada perkembangan yang kita harapkan ke depannya," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin mengatakan 30 persen wilayah tersebut digunakan untuk sektor pertanian tanaman pangan seperti padi dan budi daya hortikultura.
Ia menyebut pihaknya mendorong peningkatan di sektor pertanian dengan memberdayakan puluhan Kelompok Tani (Poktan) di Desa Ponoragan. Dirinya menilai kelompok ini berperan penting dalam mengorganisir kegiatan budi daya serta mengidentifikasi kebutuhan pertanian.
“Kelompok tani ini juga bisa mengajukan bantuan, pelatihan dan mendapat pendampingan teknis dari OPD terkait supaya mereka lebih mudah berkembang,” kata Sarmin, Rabu (14/5/2025).
Selain kelompok tani tanaman pangan, terdapat pula Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif dalam mengolah hasil pertanian dan menjalankan usaha berbasis rumah tangga. KWT ini bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Kata dia kehadiran kelompok tani itu sebagai energi baru dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Ia mengungkap Pemdes Ponoragan juga mendorong optimalisasi anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang nantinya sebesar 20 persen akan diarahkan untuk program ketahanan pangan.
"Dana itu nanti kita gunakan untuk mendukung kegiatan kelompok tani, pengadaan sarana produksi dan pelatihan teknis di bidang pertanian," ungkapnya.
Sarmin berharap, masyarakat aktif dalam menjalankan program ini agar berjalan dengan baik. "Semoga sinergi antara pemdes, kelompok masyarakat dan instansi terkait di sektor pertanian bisa berdampak pada perkembangan yang kita harapkan ke depannya," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)