Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi. (Pinterest)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempunyai program usaha untuk mengembangkan perekonomian warga, seperti perkebunan kelapa sawit, penggemukan sapi potong dan kerajinan tusuk sate.
"Program kita ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)," kata Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf Selasa (26/11/2024).
Ia menyebut sebagian besar penduduk desa ini memiliki lahan perkebunan sawit yang dikelola secara mandiri. “Program tanaman sawit ini sudah kami lakukan dari beberapa tahun lalu, sehingga kini para petani sawit sudah mulai merasakan hasilnya,” sebutnya.
Dirinya menilai BUMDes telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Bahkan, PADes yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit kini telah mencapai Rp20 juta per bulan.
Warga desa Lebak Mantan juga memiliki usaha sampingan, yakni memproduksi tusuk sate dan usaha ini telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
“Produksi tusuk sate ini juga menjanjikan karena tidak ada kendala dalam hal bahan bakunya, sangat mudah sekali produksinya,” ujarnya.
Usaha yang ketiga, pemdes mengelola program penggemukan sapi. BUMDes membeli sapi yang akan digemukkan menjelang hari raya kurban.
“Bumdes yang mengelola penggemukan sapi ini juga menghasilkan produk lokal seperti tusuk sate,” ungkapnya.
Kata dia, saat ini Bumdes telah memiliki beberapa mesin untuk memproduksi tusuk sate. Kemudian, ada kebun desa dan kebun plasma milik masyarakat yang telah bermitra dengan perusahaan.
"Kita ingin dengan adanya program seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Desa Lebak Mantan," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi. (Pinterest)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempunyai program usaha untuk mengembangkan perekonomian warga, seperti perkebunan kelapa sawit, penggemukan sapi potong dan kerajinan tusuk sate.
"Program kita ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)," kata Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf Selasa (26/11/2024).
Ia menyebut sebagian besar penduduk desa ini memiliki lahan perkebunan sawit yang dikelola secara mandiri. “Program tanaman sawit ini sudah kami lakukan dari beberapa tahun lalu, sehingga kini para petani sawit sudah mulai merasakan hasilnya,” sebutnya.
Dirinya menilai BUMDes telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Bahkan, PADes yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit kini telah mencapai Rp20 juta per bulan.
Warga desa Lebak Mantan juga memiliki usaha sampingan, yakni memproduksi tusuk sate dan usaha ini telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
“Produksi tusuk sate ini juga menjanjikan karena tidak ada kendala dalam hal bahan bakunya, sangat mudah sekali produksinya,” ujarnya.
Usaha yang ketiga, pemdes mengelola program penggemukan sapi. BUMDes membeli sapi yang akan digemukkan menjelang hari raya kurban.
“Bumdes yang mengelola penggemukan sapi ini juga menghasilkan produk lokal seperti tusuk sate,” ungkapnya.
Kata dia, saat ini Bumdes telah memiliki beberapa mesin untuk memproduksi tusuk sate. Kemudian, ada kebun desa dan kebun plasma milik masyarakat yang telah bermitra dengan perusahaan.
"Kita ingin dengan adanya program seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Desa Lebak Mantan," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)