Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Banjir yang menggenangi lahan persawahan di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Maluhu mengusulkan rencana prioritas pembangunan infrastruktur pertanian kepada Pemerintah Kecamatan Tenggarong.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan rencana ini diusulkan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Masyarakat menginginkan adanya pembangunan jalan lingkungan, penanganan banjir atau drainase maupun sektor pertanian dan perikanan.
"Di Maluhu, banyak masyarakat banyak yang ngeluh terkait banjir. Perbaikan drainase juga kita usulkan karena Maluhu ini ada juga bagian yang rendah," kata Tri Joko Kuncoro, Kamis (20/2/2025).
Ia menyebut masyarakat meminta pembangunan atau perbaikan drainase agar air hujan dengan curah tinggi bisa terbuang cepat. Sebab pada Januari 2025 lalu, lahan persawahan dan rumah warga ikut terendam banjir.
"Semoga pemerintah kecamatan bisa merealisasikan sejumlah usulan masyarakat ini karena dinilai sangat penting, apalagi di sini banyak lahan pertanian," ujarnya.
Ia juga menekankan saat pembangunan berlangsung, pemerintah juga harus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang direalisasikan, terlebih melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kukar.
"Kegiatan yang dilakukan kontraktor melalui dana Pokir ini terlalu banyak potongannya, sehingga pemanfaatannya pasti tak maksimal," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Banjir yang menggenangi lahan persawahan di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Maluhu mengusulkan rencana prioritas pembangunan infrastruktur pertanian kepada Pemerintah Kecamatan Tenggarong.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan rencana ini diusulkan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Masyarakat menginginkan adanya pembangunan jalan lingkungan, penanganan banjir atau drainase maupun sektor pertanian dan perikanan.
"Di Maluhu, banyak masyarakat banyak yang ngeluh terkait banjir. Perbaikan drainase juga kita usulkan karena Maluhu ini ada juga bagian yang rendah," kata Tri Joko Kuncoro, Kamis (20/2/2025).
Ia menyebut masyarakat meminta pembangunan atau perbaikan drainase agar air hujan dengan curah tinggi bisa terbuang cepat. Sebab pada Januari 2025 lalu, lahan persawahan dan rumah warga ikut terendam banjir.
"Semoga pemerintah kecamatan bisa merealisasikan sejumlah usulan masyarakat ini karena dinilai sangat penting, apalagi di sini banyak lahan pertanian," ujarnya.
Ia juga menekankan saat pembangunan berlangsung, pemerintah juga harus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang direalisasikan, terlebih melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kukar.
"Kegiatan yang dilakukan kontraktor melalui dana Pokir ini terlalu banyak potongannya, sehingga pemanfaatannya pasti tak maksimal," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)