Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pelaku UMKM Desa Rempangan Ingin Masuk ke Toko Moderen Harus Memenuhi Syarat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    05 Juli 2024 pukul 14:21 WITA

    Keripik pisang manis. (Foto: Umkm Desa Rempanga)

    Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar terus mendorong para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar produknya bisa masuk ke toko modern.

    Kepala Desa (Kades) Rempanga, Norsari mengatakan untuk masuk ke toko modern, produk harus memenuhi syarat atau kualifikasi yang telah ditetapkan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi Produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

    "Memasukkan produk ke toko modern seperti Indomaret, Eramart dan lainnya itu tidak mudah, ada syarat yang harus kita penuhi. Makanya para pelaku UMKM ini dilatih dan difasilitasi agar mendapat izin," kata Norsari Jumat (5/7/2024).

    Ia mengaku pelatihan dan fasilitasi pelaku UMKM merupakan program Pemdes Rempanga.

    Pada 2021 lalu, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu UMKM yang sudah berjalan dengan memberikan bantuan barang seperti alat produksi dan lainnya. 

    "Program itu sudah berjalan tiga tahun, banyak pelaku UMKM baru bermunculan, ini PR kami untuk melakukan pembinaan kepada mereka," ungkapnya.

    Upaya mendukung pelaku UMKM ini, kata dia, selaras dengan program dari pemerintah daerah melalui OPD terkait, baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UKM, serta lainnya.

    Pihaknya juga melakukan pembinaan berkelanjutan mengenai manajemen atau pengelolaan UMKM seperti pelaporan keuangan dan lainnya.

    "Omset UMKM per tahun rata-rata Rp60 juta, kalau yang pelaku UMKM yang baru rata-rata per bulan omsetnya Rp5 juta. Jenis UMKM di Rempanga itu seperti jajan tradisional, kuliner, dan ada juga " sebutnya.

    Ia berharap dengan adanya dukungan seperti ini, pelaku UMKM dapat terus berinovasi dan mencari ide baru agar dapat terus bertahan dalam persaingan di pasar moderen. 

    "Kami juga berharap dengan bantuan yang sudah kita berikan itu dapat mengembangkan usaha mereka," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pelaku UMKM Desa Rempangan Ingin Masuk ke Toko Moderen Harus Memenuhi Syarat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    05 Juli 2024 pukul 14:21 WITA

    Keripik pisang manis. (Foto: Umkm Desa Rempanga)

    Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar terus mendorong para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar produknya bisa masuk ke toko modern.

    Kepala Desa (Kades) Rempanga, Norsari mengatakan untuk masuk ke toko modern, produk harus memenuhi syarat atau kualifikasi yang telah ditetapkan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi Produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

    "Memasukkan produk ke toko modern seperti Indomaret, Eramart dan lainnya itu tidak mudah, ada syarat yang harus kita penuhi. Makanya para pelaku UMKM ini dilatih dan difasilitasi agar mendapat izin," kata Norsari Jumat (5/7/2024).

    Ia mengaku pelatihan dan fasilitasi pelaku UMKM merupakan program Pemdes Rempanga.

    Pada 2021 lalu, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu UMKM yang sudah berjalan dengan memberikan bantuan barang seperti alat produksi dan lainnya. 

    "Program itu sudah berjalan tiga tahun, banyak pelaku UMKM baru bermunculan, ini PR kami untuk melakukan pembinaan kepada mereka," ungkapnya.

    Upaya mendukung pelaku UMKM ini, kata dia, selaras dengan program dari pemerintah daerah melalui OPD terkait, baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UKM, serta lainnya.

    Pihaknya juga melakukan pembinaan berkelanjutan mengenai manajemen atau pengelolaan UMKM seperti pelaporan keuangan dan lainnya.

    "Omset UMKM per tahun rata-rata Rp60 juta, kalau yang pelaku UMKM yang baru rata-rata per bulan omsetnya Rp5 juta. Jenis UMKM di Rempanga itu seperti jajan tradisional, kuliner, dan ada juga " sebutnya.

    Ia berharap dengan adanya dukungan seperti ini, pelaku UMKM dapat terus berinovasi dan mencari ide baru agar dapat terus bertahan dalam persaingan di pasar moderen. 

    "Kami juga berharap dengan bantuan yang sudah kita berikan itu dapat mengembangkan usaha mereka," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)