Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Petugas Merah Putih saat menjalani pemeriksa kesehatan di DLHK Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Ratusan petugas Merah Putih di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, Selasa (29/9/2026).
Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan petugas Merah Putih tetap terjaga setelah bekerja secara intensif menjaga kebersihan Kota Tenggarong selama rangkaian Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung pada 20-27 September.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi petugas yang mengalami peningkatan intensitas kerja selama pelaksanaan Erau.
“Event Erau kemarin kami full sekali menjaga, merawat dan membersihkan Kota Tenggarong. Alhamdulillah selama rangkaian Erau sampai penutupan, Kota Tenggarong sangat terjaga kebersihannya,” ujar Tri Joko, Selasa (29/9/2026).
“Jadi hari ini, kami melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas Merah Putih dengan melibatkan Puskesmas Mangkurawang,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran dan kerja keras petugas Merah Putih yang bertugas di lapangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Siapa tahu ada keluhan pasca-kerja atau karena intensitas kerjanya meningkat, jadi kami laksanakan pemeriksaan kesehatan,” bebernya.
Tri Joko menyebut pemeriksaan kesehatan bagi petugas tidak hanya dilakukan setelah kegiatan besar seperti Erau saja.
Pemeriksaan serupa juga rutin dilaksanakan secara berkala untuk memantau kondisi dan kesiapan petugas sebelum kembali menjalankan tugas di lapangan.
“Secara berkala juga kami lakukan, kurang lebih per triwulan (tiga bulan) sekali untuk menjaga dan mengecek kondisi kesiapan anggota sebelum bertugas di lapangan,” jelasnya.
Untuk wilayah Kecamatan Tenggarong, jumlah petugas Merah Putih yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut mencapai sekitar 600 orang.
Tri Joko mengungkapkan selama pelaksanaan Erau, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mengalami peningkatan.
Menurutnya, peningkatan produksi sampah menjadi salah satu konsekuensi dari tingginya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kurang lebih dalam rangkaian Erau memang terjadi peningkatan kapasitas tonase sampah yang dihasilkan masyarakat. Karena wajar, indikator suatu acara itu meriah, sukses atau ramai pasti produksi sampahnya,” terangnya.
Ia memperkirakan terjadi penambahan volume sampah sekitar tiga ton per hari selama rangkaian Erau. Kondisi tersebut membuat tim taktis DLHK harus melakukan pengangkutan sampah secara intensif setiap hari.
“Kalau kami gambarkan secara rata-rata, ada penambahan volume sampah dalam rangkaian Erau sekitar tiga ton per hari. Satu truk sampah yang kami jadikan tim taktis setiap hari penuh untuk mengambil sampah-sampah di area kegiatan,” tuturnya.
Meski terjadi peningkatan volume sampah, DLHK Kukar tidak mengalami kendala berarti saat menangani sampah selama pelaksanaan Erau.
Kondisi itu didukung koordinasi antara DLHK Kukar dengan panitia dan penyelenggara yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala karena koordinasi kami dengan kepanitiaan dan penyelenggara sudah jauh-jauh hari kami lakukan secara intensif. Pada pelaksanaannya pun sudah sesuai dengan apa yang kami rencanakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Petugas Merah Putih saat menjalani pemeriksa kesehatan di DLHK Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Ratusan petugas Merah Putih di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, Selasa (29/9/2026).
Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan petugas Merah Putih tetap terjaga setelah bekerja secara intensif menjaga kebersihan Kota Tenggarong selama rangkaian Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung pada 20-27 September.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi petugas yang mengalami peningkatan intensitas kerja selama pelaksanaan Erau.
“Event Erau kemarin kami full sekali menjaga, merawat dan membersihkan Kota Tenggarong. Alhamdulillah selama rangkaian Erau sampai penutupan, Kota Tenggarong sangat terjaga kebersihannya,” ujar Tri Joko, Selasa (29/9/2026).
“Jadi hari ini, kami melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas Merah Putih dengan melibatkan Puskesmas Mangkurawang,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran dan kerja keras petugas Merah Putih yang bertugas di lapangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Siapa tahu ada keluhan pasca-kerja atau karena intensitas kerjanya meningkat, jadi kami laksanakan pemeriksaan kesehatan,” bebernya.
Tri Joko menyebut pemeriksaan kesehatan bagi petugas tidak hanya dilakukan setelah kegiatan besar seperti Erau saja.
Pemeriksaan serupa juga rutin dilaksanakan secara berkala untuk memantau kondisi dan kesiapan petugas sebelum kembali menjalankan tugas di lapangan.
“Secara berkala juga kami lakukan, kurang lebih per triwulan (tiga bulan) sekali untuk menjaga dan mengecek kondisi kesiapan anggota sebelum bertugas di lapangan,” jelasnya.
Untuk wilayah Kecamatan Tenggarong, jumlah petugas Merah Putih yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut mencapai sekitar 600 orang.
Tri Joko mengungkapkan selama pelaksanaan Erau, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mengalami peningkatan.
Menurutnya, peningkatan produksi sampah menjadi salah satu konsekuensi dari tingginya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kurang lebih dalam rangkaian Erau memang terjadi peningkatan kapasitas tonase sampah yang dihasilkan masyarakat. Karena wajar, indikator suatu acara itu meriah, sukses atau ramai pasti produksi sampahnya,” terangnya.
Ia memperkirakan terjadi penambahan volume sampah sekitar tiga ton per hari selama rangkaian Erau. Kondisi tersebut membuat tim taktis DLHK harus melakukan pengangkutan sampah secara intensif setiap hari.
“Kalau kami gambarkan secara rata-rata, ada penambahan volume sampah dalam rangkaian Erau sekitar tiga ton per hari. Satu truk sampah yang kami jadikan tim taktis setiap hari penuh untuk mengambil sampah-sampah di area kegiatan,” tuturnya.
Meski terjadi peningkatan volume sampah, DLHK Kukar tidak mengalami kendala berarti saat menangani sampah selama pelaksanaan Erau.
Kondisi itu didukung koordinasi antara DLHK Kukar dengan panitia dan penyelenggara yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala karena koordinasi kami dengan kepanitiaan dan penyelenggara sudah jauh-jauh hari kami lakukan secara intensif. Pada pelaksanaannya pun sudah sesuai dengan apa yang kami rencanakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)