Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Musyawarah tingkat dusun, Kecamatan Anggana. (Foto: Agus Hariyanto)
Tenggarong - Mulai 2025 alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Sidomulyo akan diprioritaskan untuk satu program strategis per dusun.
"Perubahan kebijakan ini tak lagi dibagi merata ke setiap RT, kami juga sudah sepakati dengan para pengurus BPD, LPM, karang taruna, PKK dan tokoh masyarakat lainnya," kata Kades Sidomulyo, Agus Hariyanto, Kamis (28/8/2025).
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut tetap mengakomodasi seluruh usulan dari para RT, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan skala prioritas program pembangunan di wilayah ini.
“Usulan tetap dimasukkan semua, jadi satu dusun itu satu prioritas, tapi disesuaikan dengan anggarannya agar pengerjaannya lebih fokus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya pengurangan porsi kegiatan pembangunan infrastruktur yang terlalu banyak dalam perencanaan ke depannya nanti.
Agus menilai program semenisasi yang diajukan nantinya akan diutamakan jika keadaan jalur tersebut mengarah pada fasilitas pendidikan atau layanan kesehatan dan publik, agar semuanya bermanfaat sehingga masyarakat lebih mudah dalam menjalankan urusannya.
Selain itu, pihaknya juga merencanakan pengadaan peralatan antisipasi kebakaran di setiap RT, kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran menjadi bagian penting dari agenda pembangunan desa.
"Kami ingin semua usulan yang masuk nanti sesuai kebutuhan warga. Skala prioritas menjadi penting supaya pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Musyawarah tingkat dusun, Kecamatan Anggana. (Foto: Agus Hariyanto)
Tenggarong - Mulai 2025 alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Sidomulyo akan diprioritaskan untuk satu program strategis per dusun.
"Perubahan kebijakan ini tak lagi dibagi merata ke setiap RT, kami juga sudah sepakati dengan para pengurus BPD, LPM, karang taruna, PKK dan tokoh masyarakat lainnya," kata Kades Sidomulyo, Agus Hariyanto, Kamis (28/8/2025).
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut tetap mengakomodasi seluruh usulan dari para RT, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan skala prioritas program pembangunan di wilayah ini.
“Usulan tetap dimasukkan semua, jadi satu dusun itu satu prioritas, tapi disesuaikan dengan anggarannya agar pengerjaannya lebih fokus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya pengurangan porsi kegiatan pembangunan infrastruktur yang terlalu banyak dalam perencanaan ke depannya nanti.
Agus menilai program semenisasi yang diajukan nantinya akan diutamakan jika keadaan jalur tersebut mengarah pada fasilitas pendidikan atau layanan kesehatan dan publik, agar semuanya bermanfaat sehingga masyarakat lebih mudah dalam menjalankan urusannya.
Selain itu, pihaknya juga merencanakan pengadaan peralatan antisipasi kebakaran di setiap RT, kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran menjadi bagian penting dari agenda pembangunan desa.
"Kami ingin semua usulan yang masuk nanti sesuai kebutuhan warga. Skala prioritas menjadi penting supaya pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)