Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Festival Olahraga Tradisional 2026 saat resmi dibuka (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Olahraga Tradisional di halaman parkir Jembatan Repo-Repo atau Pulau Kumala, Jalan Akhmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, 21-26 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Erau Adat Kutai 2026 yang saat ini masih berlangsung hingga 27 September mendatang.
Festival ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam ajang perlombaan itu, Dispora Kukar mempertandingkan empat permainan tradisional, yakni gasing, ketapel, menyumpit dan belogo, serta terdapat satu olahraga eksibisi yaitu benjang.
“Yang menjadi pembeda tahun ini adalah kita membuka kelas usia. Jadi untuk olahraga gasing khusus untuk anak SD hingga SMA, artinya olahraga tradisional telah dikenal oleh anak-anak,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi, mengingat jumlah peserta yang mengikuti festival ini mencapai 507 orang dari kabupaten/kota se-Kaltim.
Bahkan, ada pula peserta yang jauh-jauh datang dari Kalimantan Tengah, Utara dan Selatan demi berpartisipasi dalam Festival Olahraga Nasional tersebut.
“Selain dari Paser, Samarinda dan Bontang, para peserta itu ada yang berasal dari luar Kaltim, seperti Kalimantan Utara, Tengah dan Selatan,” terangnya.
Aji Ali menjelaskan untuk dasar penilaian pada perlombaan gasing dilakukan berdasarkan lamanya gasing berputar.
Sementara untuk belogo, ketapel dan menyumpit, penilaian ditentukan berdasarkan jumlah target yang berhasil terkena secara tepat sasaran.
“Kalau gasing dinilai seberapa lama berputar, sementara tiga lainnya berdasarkan target yang dikenainya,” jelasnya.
Melalui Festival Olahraga Tradisional tersebut diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang mengenal dan tertarik untuk memainkan olahraga tradisional, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Festival Olahraga Tradisional 2026 saat resmi dibuka (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Olahraga Tradisional di halaman parkir Jembatan Repo-Repo atau Pulau Kumala, Jalan Akhmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, 21-26 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Erau Adat Kutai 2026 yang saat ini masih berlangsung hingga 27 September mendatang.
Festival ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam ajang perlombaan itu, Dispora Kukar mempertandingkan empat permainan tradisional, yakni gasing, ketapel, menyumpit dan belogo, serta terdapat satu olahraga eksibisi yaitu benjang.
“Yang menjadi pembeda tahun ini adalah kita membuka kelas usia. Jadi untuk olahraga gasing khusus untuk anak SD hingga SMA, artinya olahraga tradisional telah dikenal oleh anak-anak,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi, mengingat jumlah peserta yang mengikuti festival ini mencapai 507 orang dari kabupaten/kota se-Kaltim.
Bahkan, ada pula peserta yang jauh-jauh datang dari Kalimantan Tengah, Utara dan Selatan demi berpartisipasi dalam Festival Olahraga Nasional tersebut.
“Selain dari Paser, Samarinda dan Bontang, para peserta itu ada yang berasal dari luar Kaltim, seperti Kalimantan Utara, Tengah dan Selatan,” terangnya.
Aji Ali menjelaskan untuk dasar penilaian pada perlombaan gasing dilakukan berdasarkan lamanya gasing berputar.
Sementara untuk belogo, ketapel dan menyumpit, penilaian ditentukan berdasarkan jumlah target yang berhasil terkena secara tepat sasaran.
“Kalau gasing dinilai seberapa lama berputar, sementara tiga lainnya berdasarkan target yang dikenainya,” jelasnya.
Melalui Festival Olahraga Tradisional tersebut diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang mengenal dan tertarik untuk memainkan olahraga tradisional, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv)
(Sf/Lo)