Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Masjid Bisa Menjadi Tempat Pemberdayaan Ekonomi Umat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    04 Maret 2025 pukul 15:38 WITA

    Kopi Sam Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

    Ini dikatakan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah saat terbukti dengan adanya unit usaha unggulan yang berkembang di beberapa masjid, salah satunya di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong yang kini memiliki usaha kopi lokal bernama Kopi Sam.

    Keberadaan usaha semacam ini menjadi contoh bahwa masjid bisa berperan lebih luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

    "Saya juga mencicipi Kopi Sam di Masjid Agung, warga bisa merasakan kenikmatan kopi yang berbeda dari tempat lain,” kata Edi, Selasa (4/3/2025).

    Ia menilai perkembangan bisnis kopi lokal mulai berkembang di Tenggarong. Terbukti ada beberapa titik yang kini telah memiliki barista-barista yang dibina Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar dan berhasil mengembangkan usahanya. 

    "Selain pemerintah, masyarakat juga harus mendukung inisiatif anak-anak ini. Saya ingin usaha kecil terus berkembang dan Dinas Koperasi serta Bankaltimtara dapat lebih aktif menyalurkan program Kredit Kukar Idaman, pinjaman tanpa bunga untuk pelaku usaha kecil,” ujarnya.

    Ia menyebut kemudahan akses permodalan sangat penting bagi UMKM agar dapat bertahan dan berkembang. Program Kredit Kukar Idaman in bisa memberikan dukungan finansial bagi pedagang agar mereka dapat terus mengembangkan usahanya. 

    Dirinya berharap program ini akan mendorong lebih banyak masjid di Kukar untuk memiliki unit usaha serupa, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan jamaah, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.

    “Jika ekonomi umat berkembang, kesejahteraan juga akan meningkat. Saya ingin melihat lebih banyak masjid di Kukar yang memiliki unit usaha produktif," tutupnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Masjid Bisa Menjadi Tempat Pemberdayaan Ekonomi Umat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    04 Maret 2025 pukul 15:38 WITA

    Kopi Sam Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

    Ini dikatakan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah saat terbukti dengan adanya unit usaha unggulan yang berkembang di beberapa masjid, salah satunya di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong yang kini memiliki usaha kopi lokal bernama Kopi Sam.

    Keberadaan usaha semacam ini menjadi contoh bahwa masjid bisa berperan lebih luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

    "Saya juga mencicipi Kopi Sam di Masjid Agung, warga bisa merasakan kenikmatan kopi yang berbeda dari tempat lain,” kata Edi, Selasa (4/3/2025).

    Ia menilai perkembangan bisnis kopi lokal mulai berkembang di Tenggarong. Terbukti ada beberapa titik yang kini telah memiliki barista-barista yang dibina Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar dan berhasil mengembangkan usahanya. 

    "Selain pemerintah, masyarakat juga harus mendukung inisiatif anak-anak ini. Saya ingin usaha kecil terus berkembang dan Dinas Koperasi serta Bankaltimtara dapat lebih aktif menyalurkan program Kredit Kukar Idaman, pinjaman tanpa bunga untuk pelaku usaha kecil,” ujarnya.

    Ia menyebut kemudahan akses permodalan sangat penting bagi UMKM agar dapat bertahan dan berkembang. Program Kredit Kukar Idaman in bisa memberikan dukungan finansial bagi pedagang agar mereka dapat terus mengembangkan usahanya. 

    Dirinya berharap program ini akan mendorong lebih banyak masjid di Kukar untuk memiliki unit usaha serupa, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan jamaah, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.

    “Jika ekonomi umat berkembang, kesejahteraan juga akan meningkat. Saya ingin melihat lebih banyak masjid di Kukar yang memiliki unit usaha produktif," tutupnya. (Adv)

    (Sf/By)