Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lantik 58 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Kukar Minta Langsung Turun Tangani Karhutla dan Krisis Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 21:22 WITA

    Puluhan pejabat administrator dan pengawas saat mengikuti agenda pelantikan di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri resmi melantik 58 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Jumat (18/9/2026).

    Pelantikan itu ditandai dengan pengambilan sumpah atau janji jabatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

    Dari jumlah pejabat yang dilantik, sebanyak lima orang merupakan pejabat administrator dan 53 lainnya pejabat pengawas yang sebagian besar ditempatkan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

    Aulia mengatakan pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan penanganan berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan kekeringan akibat musim kemarau serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Sebagian besar yang kita lantik adalah pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan karena mengingat kondisi hari ini penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat dari pemerintah kabupaten dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan,” ujar Aulia.

    Menurutnya, keberadaan pejabat administrator dan pengawas di tingkat kecamatan maupun kelurahan dinilai penting agar penanganan berbagai persoalan di wilayah dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

    Dalam kesempatan itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat serta mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya.

    “Kami mengarahkan teman-teman yang dilantik ini segera turun ke lapangan, itu mengidentifikasi semua permasalahan yang ada di lapangan dan melakukan penanganan-penanganan yang harus dilaksanakan,” terangnya.

    Salah satu wilayah yang menjadi perhatian yakni Kecamatan Anggana. Aulia meminta kepada Camat Anggana yang baru saja dilantik untuk segera menangani persoalan intrusi air laut yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

    “Utamanya, tadi kami titip pesan kepada Camat Anggana yang baru kita lantik. Karena di Anggana sudah terjadi intrusi air laut, di sana agak kesulitan teman-teman untuk mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

    Ia menilai camat sebagai penanggung jawab wilayah memiliki peran penting dalam mencarikan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak persoalan tersebut.

    “Sehingga posisi camat sebagai penanggung jawab wilayah itu menjadi sesuatu yang penting untuk mencarikan solusi yang konkret untuk warga masyarakat kita yang ada di Kecamatan Anggana,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lantik 58 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Kukar Minta Langsung Turun Tangani Karhutla dan Krisis Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 21:22 WITA

    Puluhan pejabat administrator dan pengawas saat mengikuti agenda pelantikan di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri resmi melantik 58 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Jumat (18/9/2026).

    Pelantikan itu ditandai dengan pengambilan sumpah atau janji jabatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

    Dari jumlah pejabat yang dilantik, sebanyak lima orang merupakan pejabat administrator dan 53 lainnya pejabat pengawas yang sebagian besar ditempatkan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

    Aulia mengatakan pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan penanganan berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan kekeringan akibat musim kemarau serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Sebagian besar yang kita lantik adalah pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan karena mengingat kondisi hari ini penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat dari pemerintah kabupaten dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan,” ujar Aulia.

    Menurutnya, keberadaan pejabat administrator dan pengawas di tingkat kecamatan maupun kelurahan dinilai penting agar penanganan berbagai persoalan di wilayah dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

    Dalam kesempatan itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat serta mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya.

    “Kami mengarahkan teman-teman yang dilantik ini segera turun ke lapangan, itu mengidentifikasi semua permasalahan yang ada di lapangan dan melakukan penanganan-penanganan yang harus dilaksanakan,” terangnya.

    Salah satu wilayah yang menjadi perhatian yakni Kecamatan Anggana. Aulia meminta kepada Camat Anggana yang baru saja dilantik untuk segera menangani persoalan intrusi air laut yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

    “Utamanya, tadi kami titip pesan kepada Camat Anggana yang baru kita lantik. Karena di Anggana sudah terjadi intrusi air laut, di sana agak kesulitan teman-teman untuk mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

    Ia menilai camat sebagai penanggung jawab wilayah memiliki peran penting dalam mencarikan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak persoalan tersebut.

    “Sehingga posisi camat sebagai penanggung jawab wilayah itu menjadi sesuatu yang penting untuk mencarikan solusi yang konkret untuk warga masyarakat kita yang ada di Kecamatan Anggana,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)