Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 20-27 September 2026 mencatat jumlah kunjungan yang telah mencapai lebih dari 700 ribu orang.
Capaian tersebut melampaui target kunjungan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 40 ribu orang selama pelaksanaan Erau.
“Alhamdulillah, jumlah kunjungan pada pelaksanaan Erau tahun ini mencapai sekitar 700 ribu orang. Melampaui target kita yang hanya 40 ribu orang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, tingginya kunjungan selama Erau turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Heriansyah mengatakan pemerintah tidak ingin Erau hanya menjadi pagelaran budaya yang berlangsung setiap tahun.
Lebih dari itu, pelaksanaan Erau diharapkan mampu membangun ekosistem budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kita itu sebenarnya ingin menciptakan ekosistem budaya. Pagelaran itu tidak hanya sebuah pagelaran, tapi bisa memberikan efek yang luar biasa terhadap masyarakat kita,” terangnya.
Ia berharap masyarakat dapat semakin merasa memiliki budaya yang diwariskan melalui Erau, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya kegiatan budaya dan pariwisata di Tenggarong.
“Dan masyarakat kita merasa memiliki budaya ini sebagai sesuatu yang bisa memberikan dampak kesejahteraan ke depan,” katanya.
Selain wisatawan domestik, pelaksanaan Erau 2026 juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Heriansyah menyebut terdapat sejumlah wisatawan asing yang datang ke Tenggarong untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Erau.
“Ada beberapa tadi yang dari Jerman, ada yang dari Perancis, kemarin ada juga yang dari Belanda,” ungkapnya.
Heriansyah menilai kunjungan wisatawan mancanegara tersebut dinilai masih belum terlalu signifikan.
Ia berharap jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Tenggarong dapat terus meningkat pada pelaksanaan Erau maupun agenda budaya lainnya.
Dengan capaian lebih dari 700 ribu kunjungan, pelaksanaan Erau diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda budaya yang tidak hanya memperkuat pelestarian adat Kutai, tapi juga mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 20-27 September 2026 mencatat jumlah kunjungan yang telah mencapai lebih dari 700 ribu orang.
Capaian tersebut melampaui target kunjungan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 40 ribu orang selama pelaksanaan Erau.
“Alhamdulillah, jumlah kunjungan pada pelaksanaan Erau tahun ini mencapai sekitar 700 ribu orang. Melampaui target kita yang hanya 40 ribu orang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, tingginya kunjungan selama Erau turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Heriansyah mengatakan pemerintah tidak ingin Erau hanya menjadi pagelaran budaya yang berlangsung setiap tahun.
Lebih dari itu, pelaksanaan Erau diharapkan mampu membangun ekosistem budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kita itu sebenarnya ingin menciptakan ekosistem budaya. Pagelaran itu tidak hanya sebuah pagelaran, tapi bisa memberikan efek yang luar biasa terhadap masyarakat kita,” terangnya.
Ia berharap masyarakat dapat semakin merasa memiliki budaya yang diwariskan melalui Erau, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya kegiatan budaya dan pariwisata di Tenggarong.
“Dan masyarakat kita merasa memiliki budaya ini sebagai sesuatu yang bisa memberikan dampak kesejahteraan ke depan,” katanya.
Selain wisatawan domestik, pelaksanaan Erau 2026 juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Heriansyah menyebut terdapat sejumlah wisatawan asing yang datang ke Tenggarong untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Erau.
“Ada beberapa tadi yang dari Jerman, ada yang dari Perancis, kemarin ada juga yang dari Belanda,” ungkapnya.
Heriansyah menilai kunjungan wisatawan mancanegara tersebut dinilai masih belum terlalu signifikan.
Ia berharap jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Tenggarong dapat terus meningkat pada pelaksanaan Erau maupun agenda budaya lainnya.
Dengan capaian lebih dari 700 ribu kunjungan, pelaksanaan Erau diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda budaya yang tidak hanya memperkuat pelestarian adat Kutai, tapi juga mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)