Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Sejumlah pelajar ketika mengunjungi Museum Mulawarman saat pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 berlangsung (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan 40 ribu kunjungan selama pelaksanaan Festival Erau 2026.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga akhir festival, tepatnya selama 20-27 September 2026.
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan tingginya antusiasme masyarakat sejak pembukaan menjadi salah satu gambaran awal terhadap potensi kunjungan selama Erau berlangsung.
Kawasan kegiatan terlihat ramai saat seremoni pembukaan pada 20 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dispar Kukar karena jumlah kunjungan menjadi salah satu indikator yang akan dievaluasi setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Melihat antusias pengunjung di Festival Erau ini, kemarin kita lihat sangat ramai,” ujar Agus, Selasa (22/9/2026).
Target 40 ribu kunjungan tersebut mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat, jika dibandingkan jumlah kunjungan pada Erau 2025 yang berada di kisaran 20 ribu orang.
Perhitungan kunjungan mencakup masyarakat yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai agenda yang diselenggarakan selama festival.
Agus mengakui target tersebut cukup tinggi. Namun, Dispar Kukar masih memiliki waktu hingga rangkaian Erau selesai untuk mengejar jumlah kunjungan yang telah ditetapkan.
“Memang target 40 ribu ini cukup berat, tapi kita tetap optimistis. Artinya, jika tahun lalu target 20 ribu wisatawan, berarti kenaikannya 100 persen,” katanya.
Menurutnya, keberagaman agenda menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menjaga minat masyarakat untuk datang.
Karenanya, jumlah kunjungan tidak hanya dilihat dari momentum pembukaan, tapi juga dari pergerakan pengunjung sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Selain kunjungan, Dispar Kukar turut memperhatikan aktivitas ekonomi yang muncul selama festival. Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang terlibat dalam rangkaian Erau menjadi bagian dari dampak yang akan dievaluasi.
Penghitungan mengenai dampak ekonomi tersebut akan dilakukan setelah seluruh kegiatan selesai. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan usaha masyarakat selama Erau, sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan pada masa mendatang.
“Nanti bisa kita hitung, mungkin di akhir Erau. Kalau melihat kondisi hari ini, saya optimistis target tahun ini bisa terpenuhi,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Sejumlah pelajar ketika mengunjungi Museum Mulawarman saat pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 berlangsung (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan 40 ribu kunjungan selama pelaksanaan Festival Erau 2026.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga akhir festival, tepatnya selama 20-27 September 2026.
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan tingginya antusiasme masyarakat sejak pembukaan menjadi salah satu gambaran awal terhadap potensi kunjungan selama Erau berlangsung.
Kawasan kegiatan terlihat ramai saat seremoni pembukaan pada 20 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dispar Kukar karena jumlah kunjungan menjadi salah satu indikator yang akan dievaluasi setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Melihat antusias pengunjung di Festival Erau ini, kemarin kita lihat sangat ramai,” ujar Agus, Selasa (22/9/2026).
Target 40 ribu kunjungan tersebut mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat, jika dibandingkan jumlah kunjungan pada Erau 2025 yang berada di kisaran 20 ribu orang.
Perhitungan kunjungan mencakup masyarakat yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai agenda yang diselenggarakan selama festival.
Agus mengakui target tersebut cukup tinggi. Namun, Dispar Kukar masih memiliki waktu hingga rangkaian Erau selesai untuk mengejar jumlah kunjungan yang telah ditetapkan.
“Memang target 40 ribu ini cukup berat, tapi kita tetap optimistis. Artinya, jika tahun lalu target 20 ribu wisatawan, berarti kenaikannya 100 persen,” katanya.
Menurutnya, keberagaman agenda menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menjaga minat masyarakat untuk datang.
Karenanya, jumlah kunjungan tidak hanya dilihat dari momentum pembukaan, tapi juga dari pergerakan pengunjung sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Selain kunjungan, Dispar Kukar turut memperhatikan aktivitas ekonomi yang muncul selama festival. Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang terlibat dalam rangkaian Erau menjadi bagian dari dampak yang akan dievaluasi.
Penghitungan mengenai dampak ekonomi tersebut akan dilakukan setelah seluruh kegiatan selesai. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan usaha masyarakat selama Erau, sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan pada masa mendatang.
“Nanti bisa kita hitung, mungkin di akhir Erau. Kalau melihat kondisi hari ini, saya optimistis target tahun ini bisa terpenuhi,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)