Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kukar Siapkan Penguatan Fasilitas Atlet Disabilitas untuk Persiapan Peparnas 2028

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 15:36 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat audiensi bersama NPCI terkait rencana penyediaan fasilitas olahraga yang inklusif (Dok: KukarPaper)

    Tenggarong – Persiapan menghadapi agenda olahraga nasional menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk bagi atlet penyandang disabilitas.

    Pemkab Kukar membuka peluang penguatan fasilitas olahraga yang dapat menunjang aktivitas latihan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar. 

    Salah satu yang dibahas yakni rencana penyediaan gedung olahraga inklusif.

    Rencana itu mencuat dalam audiensi antara NPCI Kukar dengan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Pendopo Odah Etam belum lama ini.

    Dalam pertemuan itu, NPCI menyampaikan kondisi pembinaan sekaligus kebutuhan fasilitas untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.

    Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisron, mengatakan keberadaan fasilitas khusus menjadi kebutuhan penting agar program latihan dapat berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

    “Kami sangat mengharapkan adanya fasilitas yang dapat menunjang perkembangan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kukar,” ujar Bisron, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin penting mengingat atlet Kukar akan menghadapi sejumlah agenda olahraga. 

    Salah satunya Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Aulia Rahman Basri menyatakan dukungannya terhadap upaya NPCI dalam mengembangkan olahraga disabilitas. 

    Ia menilai prestasi yang telah ditorehkan para atlet patut mendapat apresiasi sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan pembinaan ke depan.

    “Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih. Semoga peningkatan prestasi ini dapat terus dikelola dan dikembangkan dengan baik,” ungkapnya.

    Aulia mengatakan Pemkab Kukar terbuka terhadap kebutuhan fasilitas penunjang atlet disabilitas. 

    Menurutnya, sarana latihan yang memadai dapat membantu atlet menjalani proses pembinaan secara lebih maksimal.

    Mengenai rencana gedung inklusif, pemerintah daerah membuka peluang penganggaran melalui skema hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. NPCI Kukar diminta segera menyiapkan proposal sebagai bahan pembahasan dalam penyusunan anggaran 2027.

    “Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Seperti apa mekanismenya ke depan, kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran 2027,” jelasnya.

    Aulia juga meminta agar tahapan perencanaan hingga pelaksanaan program nantinya dilakukan secara tertib dan transparan. 

    Dalam proses tersebut, NPCI Kukar dapat berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta pihak pendamping, termasuk Kejari dan Dispora Kukar.

    Penguatan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung atlet yang sudah berprestasi. Keberadaan tempat latihan yang inklusif juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pembinaan dan menemukan potensi baru di kalangan atlet disabilitas.

    Dengan persiapan yang lebih terarah, Pemkab Kukar berharap atlet disabilitas daerah dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya hingga mampu bersaing pada berbagai kejuaraan, termasuk ajang tingkat nasional. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kukar Siapkan Penguatan Fasilitas Atlet Disabilitas untuk Persiapan Peparnas 2028

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 15:36 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat audiensi bersama NPCI terkait rencana penyediaan fasilitas olahraga yang inklusif (Dok: KukarPaper)

    Tenggarong – Persiapan menghadapi agenda olahraga nasional menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk bagi atlet penyandang disabilitas.

    Pemkab Kukar membuka peluang penguatan fasilitas olahraga yang dapat menunjang aktivitas latihan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar. 

    Salah satu yang dibahas yakni rencana penyediaan gedung olahraga inklusif.

    Rencana itu mencuat dalam audiensi antara NPCI Kukar dengan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Pendopo Odah Etam belum lama ini.

    Dalam pertemuan itu, NPCI menyampaikan kondisi pembinaan sekaligus kebutuhan fasilitas untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.

    Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisron, mengatakan keberadaan fasilitas khusus menjadi kebutuhan penting agar program latihan dapat berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

    “Kami sangat mengharapkan adanya fasilitas yang dapat menunjang perkembangan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kukar,” ujar Bisron, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin penting mengingat atlet Kukar akan menghadapi sejumlah agenda olahraga. 

    Salah satunya Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Aulia Rahman Basri menyatakan dukungannya terhadap upaya NPCI dalam mengembangkan olahraga disabilitas. 

    Ia menilai prestasi yang telah ditorehkan para atlet patut mendapat apresiasi sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan pembinaan ke depan.

    “Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih. Semoga peningkatan prestasi ini dapat terus dikelola dan dikembangkan dengan baik,” ungkapnya.

    Aulia mengatakan Pemkab Kukar terbuka terhadap kebutuhan fasilitas penunjang atlet disabilitas. 

    Menurutnya, sarana latihan yang memadai dapat membantu atlet menjalani proses pembinaan secara lebih maksimal.

    Mengenai rencana gedung inklusif, pemerintah daerah membuka peluang penganggaran melalui skema hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. NPCI Kukar diminta segera menyiapkan proposal sebagai bahan pembahasan dalam penyusunan anggaran 2027.

    “Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Seperti apa mekanismenya ke depan, kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran 2027,” jelasnya.

    Aulia juga meminta agar tahapan perencanaan hingga pelaksanaan program nantinya dilakukan secara tertib dan transparan. 

    Dalam proses tersebut, NPCI Kukar dapat berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta pihak pendamping, termasuk Kejari dan Dispora Kukar.

    Penguatan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung atlet yang sudah berprestasi. Keberadaan tempat latihan yang inklusif juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pembinaan dan menemukan potensi baru di kalangan atlet disabilitas.

    Dengan persiapan yang lebih terarah, Pemkab Kukar berharap atlet disabilitas daerah dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya hingga mampu bersaing pada berbagai kejuaraan, termasuk ajang tingkat nasional. (Adv)

    (Sf/Rs)