
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seiring peralihan musim kemarau ke musim penghujan yang berlangsung pada Oktober 2026.
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan hujan mulai turun di sejumlah wilayah, meski belum merata.
Kondisi tersebut menandai awal peralihan menuju musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober.
“Peralihan dari kemarau diperkirakan sampai akhir Oktober. Kemudian, pada minggu ketiga November akan menuju puncak musim hujan dengan puncaknya diperkirakan pada Desember,” ujar Sandi, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan perkembangan kondisi cuaca saat ini masih perlu dipantau lebih lanjut. BPBD juga menunggu informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan musim hujan di Kukar.
Menurutnya, peralihan cuaca perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Apalagi mengingat, kemarau panjang yang terjadi sebelumnya dapat menyebabkan tanah mengalami retakan dan meningkatkan risiko di sejumlah lokasi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kukar tengah menyiapkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Kata dia, penyusunannya diselaraskan dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
“SE imbauan sedang kami proses. Kami menyesuaikan dengan arahan dari provinsi dan dalam dua-tiga hari ini diharapkan bisa keluar,” terangnya.
Sandi mengimbau masyarakat, pemerintah serta pihak swasta mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Salah satunya dengan membersihkan saluran air, sungai dan drainase agar aliran air hujan tidak terhambat dan memicu banjir di kawasan permukiman.
Selain membersihkan saluran air, pemangkasan pohon yang rawan tumbang juga perlu dilakukan melalui koordinasi dinas teknis, pengurus rukun tetangga (RT) dan masyarakat.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko pohon atau dahan patah saat hujan disertai angin kencang.
Ia berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing, terutama di lokasi yang berpotensi mengalami banjir maupun longsor.
“Harapan kami, masyarakat bersama pemerintah dan sektor swasta mulai memitigasi potensi bencana sejak sekarang, termasuk membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko membahayakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seiring peralihan musim kemarau ke musim penghujan yang berlangsung pada Oktober 2026.
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan hujan mulai turun di sejumlah wilayah, meski belum merata.
Kondisi tersebut menandai awal peralihan menuju musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober.
“Peralihan dari kemarau diperkirakan sampai akhir Oktober. Kemudian, pada minggu ketiga November akan menuju puncak musim hujan dengan puncaknya diperkirakan pada Desember,” ujar Sandi, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan perkembangan kondisi cuaca saat ini masih perlu dipantau lebih lanjut. BPBD juga menunggu informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan musim hujan di Kukar.
Menurutnya, peralihan cuaca perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Apalagi mengingat, kemarau panjang yang terjadi sebelumnya dapat menyebabkan tanah mengalami retakan dan meningkatkan risiko di sejumlah lokasi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kukar tengah menyiapkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Kata dia, penyusunannya diselaraskan dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
“SE imbauan sedang kami proses. Kami menyesuaikan dengan arahan dari provinsi dan dalam dua-tiga hari ini diharapkan bisa keluar,” terangnya.
Sandi mengimbau masyarakat, pemerintah serta pihak swasta mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Salah satunya dengan membersihkan saluran air, sungai dan drainase agar aliran air hujan tidak terhambat dan memicu banjir di kawasan permukiman.
Selain membersihkan saluran air, pemangkasan pohon yang rawan tumbang juga perlu dilakukan melalui koordinasi dinas teknis, pengurus rukun tetangga (RT) dan masyarakat.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko pohon atau dahan patah saat hujan disertai angin kencang.
Ia berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing, terutama di lokasi yang berpotensi mengalami banjir maupun longsor.
“Harapan kami, masyarakat bersama pemerintah dan sektor swasta mulai memitigasi potensi bencana sejak sekarang, termasuk membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko membahayakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)