Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kesultanan dan Masyarakat Duduk Bersama dalam Beseprah, Bupati Kukar Harap Tradisi Ini Terus Terjaga

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    24 September 2026 pukul 14:12 WITA

    Kesultanan, pejabat hingga masyarakat saat duduk bersama menyantap makanan di acara beseprah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Suasana kebersamaan terlihat dalam pelaksanaan beseprah yang digelar di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (24/9/2026).

    Beseprah merupakan salah satu tradisi dalam perhelatan Erau Adat Kutai yang mempertemukan Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martapura, pemerintah daerah, pejabat, organisasi perangkat daerah (OPD) hingga masyarakat.

    Dalam tradisi tersebut, seluruh peserta duduk bersama dan menikmati hidangan yang telah disiapkan.

    Bahkan, tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat karena semuanya membaur dalam suasana kebersamaan.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan pelaksanaan beseprah tahun ini sengaja dikemas dengan konsep yang lebih membaur.

    Jika sebelumnya pejabat lebih banyak duduk berhadapan dengan pejabat lainnya, kini masyarakat ditempatkan langsung bersama Kesultanan dan pemerintah daerah.

    “Ini tentunya juga sesuai dengan tema Erau Adat Kutai 2026, Raja Menjamu Rakyatnya. Dalam hal ini pihak Kesultanan beserta pemerintah daerah Kukar menyajikan makanan untuk dinikmati secara bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat,” ujar Aulia.

    Ia menjelaskan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah tradisi agar hubungan antara pemerintah, Kesultanan dan masyarakat dapat terjalin lebih dekat.

    “Kalau seandainya sesama pejabat itu tidak berseprah namanya, tidak duduk bersama dengan rakyat. Oleh karena itu konsepnya kita ubah, yang berhadapan dengan kami beserta Ayahanda Sultan itu langsung warga masyarakat,” terangnya.

    Aulia menyebut para pejabat dan OPD juga ditempatkan menyebar di berbagai titik, sehingga dapat membaur langsung dengan masyarakat.

    Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan karena beseprah tidak sekadar menjadi kegiatan makan bersama, tapi memiliki nilai kebersamaan dan kesetaraan.

    “Semangat kita, semangat kebersamaan kita, semangat kita saling support satu dengan yang lain, saling membantu satu dengan yang lain, duduk setara satu dengan yang lain. Ini menginspirasi kita dalam proses pembangunan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

    Aulia menegaskan Kukar dan Kesultanan merupakan milik bersama. Karena itu, nilai-nilai yang tercermin dalam beseprah diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam membangun daerah.

    “Kukar ini adalah milik kita bersama, Kesultanan adalah milik kita bersama. Tentunya dengan semangat, spirit yang kita dapatkan hari ini, ini menjadi modal dasar, modal kuat kita untuk membangun Kutai Kartanegara menjadi lebih baik,” jelasnya.

    Aulia juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga tradisi beseprah sebagai bagian dari identitas budaya Kukar.

    Ia menilai keterlibatan anak muda dalam kegiatan tersebut menjadi hal penting agar nilai-nilai yang terkandung dalam beseprah dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    “Beseprah ini bukan sekadar makan. Banyak nilai yang ada di dalamnya dan mudah-mudahan kita semua bisa merasakan nilai yang ada di dalam beseprah ini,” tuturnya.

    Ia berharap generasi muda dapat menghayati dan mengikuti tradisi tersebut, sehingga beseprah tetap menjadi warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun.

    “Harapan kita tradisi yang baik ini akan coba kita pertahankan terus dan mudah-mudahan warga masyarakat suka, bahkan bukan malah sungkan ketika diperlakukan seperti ini,” tandasnya. 

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kesultanan dan Masyarakat Duduk Bersama dalam Beseprah, Bupati Kukar Harap Tradisi Ini Terus Terjaga

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    24 September 2026 pukul 14:12 WITA

    Kesultanan, pejabat hingga masyarakat saat duduk bersama menyantap makanan di acara beseprah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Suasana kebersamaan terlihat dalam pelaksanaan beseprah yang digelar di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (24/9/2026).

    Beseprah merupakan salah satu tradisi dalam perhelatan Erau Adat Kutai yang mempertemukan Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martapura, pemerintah daerah, pejabat, organisasi perangkat daerah (OPD) hingga masyarakat.

    Dalam tradisi tersebut, seluruh peserta duduk bersama dan menikmati hidangan yang telah disiapkan.

    Bahkan, tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat karena semuanya membaur dalam suasana kebersamaan.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan pelaksanaan beseprah tahun ini sengaja dikemas dengan konsep yang lebih membaur.

    Jika sebelumnya pejabat lebih banyak duduk berhadapan dengan pejabat lainnya, kini masyarakat ditempatkan langsung bersama Kesultanan dan pemerintah daerah.

    “Ini tentunya juga sesuai dengan tema Erau Adat Kutai 2026, Raja Menjamu Rakyatnya. Dalam hal ini pihak Kesultanan beserta pemerintah daerah Kukar menyajikan makanan untuk dinikmati secara bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat,” ujar Aulia.

    Ia menjelaskan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah tradisi agar hubungan antara pemerintah, Kesultanan dan masyarakat dapat terjalin lebih dekat.

    “Kalau seandainya sesama pejabat itu tidak berseprah namanya, tidak duduk bersama dengan rakyat. Oleh karena itu konsepnya kita ubah, yang berhadapan dengan kami beserta Ayahanda Sultan itu langsung warga masyarakat,” terangnya.

    Aulia menyebut para pejabat dan OPD juga ditempatkan menyebar di berbagai titik, sehingga dapat membaur langsung dengan masyarakat.

    Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan karena beseprah tidak sekadar menjadi kegiatan makan bersama, tapi memiliki nilai kebersamaan dan kesetaraan.

    “Semangat kita, semangat kebersamaan kita, semangat kita saling support satu dengan yang lain, saling membantu satu dengan yang lain, duduk setara satu dengan yang lain. Ini menginspirasi kita dalam proses pembangunan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

    Aulia menegaskan Kukar dan Kesultanan merupakan milik bersama. Karena itu, nilai-nilai yang tercermin dalam beseprah diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam membangun daerah.

    “Kukar ini adalah milik kita bersama, Kesultanan adalah milik kita bersama. Tentunya dengan semangat, spirit yang kita dapatkan hari ini, ini menjadi modal dasar, modal kuat kita untuk membangun Kutai Kartanegara menjadi lebih baik,” jelasnya.

    Aulia juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga tradisi beseprah sebagai bagian dari identitas budaya Kukar.

    Ia menilai keterlibatan anak muda dalam kegiatan tersebut menjadi hal penting agar nilai-nilai yang terkandung dalam beseprah dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    “Beseprah ini bukan sekadar makan. Banyak nilai yang ada di dalamnya dan mudah-mudahan kita semua bisa merasakan nilai yang ada di dalam beseprah ini,” tuturnya.

    Ia berharap generasi muda dapat menghayati dan mengikuti tradisi tersebut, sehingga beseprah tetap menjadi warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun.

    “Harapan kita tradisi yang baik ini akan coba kita pertahankan terus dan mudah-mudahan warga masyarakat suka, bahkan bukan malah sungkan ketika diperlakukan seperti ini,” tandasnya. 

    (Sf/Rs)