Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: UMKM Sukarame)
Tenggarong - Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli mengatakan bahwa upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal pihaknya melibatkan ibu-ibu dan generasi muda.
“Di bidang UMKM itu ada beberapa usaha yang sudah dikelola termasuk anggota PKK yang terlibat didalanya dalam,” kata Zulkifli Minggu (6/4/2025).
Ia menjelaskan, para ibu-ibu di Sukarame sebagai pengolah produk usaha seperti kuliner, kerajinan, hingga jasa. Sementara para pemuda difokuskan sebagai motor penggerak ekonomi.
"Saat ini kita berupaya keras untuk terus mendorong peningkatan kualitas produk itu," ujarnya.
Ia mengungkapkan, UMKM Sukarame juga telah mengurus legalitas usaha. “Tahun lalu kami sudah melakukan pendataan nomor izin perusahaan (NIP), antusiasme warga sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia menilai, ini menjadi langkah awal menuju kemandirian UMKM yang lebih terorganisir. Tak hanya itu, program Kopaja (Komunitas Para Janda) juga penerima mendapatkan pelatihan dan bantuan alat untuk usaha menjahit dan pembuatan kue, yang kini mulai berkembang di wilayah tersebut.
Kata dia, inovasi dan adaptasi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan UMKM. Dengan kolaborasi, dukungan pemerintah, dan semangat kewirausahaan, Sukarame bersiap menata masa depan sebagai salah satu sentra UMKM di Tenggarong.
“Kami harap UMKM Sukarame dapat terus berkembang dan lebih inovatif. Kami ingin generasi muda punya peran besar dalam menciptakan perubahan,” harapnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: UMKM Sukarame)
Tenggarong - Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli mengatakan bahwa upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal pihaknya melibatkan ibu-ibu dan generasi muda.
“Di bidang UMKM itu ada beberapa usaha yang sudah dikelola termasuk anggota PKK yang terlibat didalanya dalam,” kata Zulkifli Minggu (6/4/2025).
Ia menjelaskan, para ibu-ibu di Sukarame sebagai pengolah produk usaha seperti kuliner, kerajinan, hingga jasa. Sementara para pemuda difokuskan sebagai motor penggerak ekonomi.
"Saat ini kita berupaya keras untuk terus mendorong peningkatan kualitas produk itu," ujarnya.
Ia mengungkapkan, UMKM Sukarame juga telah mengurus legalitas usaha. “Tahun lalu kami sudah melakukan pendataan nomor izin perusahaan (NIP), antusiasme warga sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia menilai, ini menjadi langkah awal menuju kemandirian UMKM yang lebih terorganisir. Tak hanya itu, program Kopaja (Komunitas Para Janda) juga penerima mendapatkan pelatihan dan bantuan alat untuk usaha menjahit dan pembuatan kue, yang kini mulai berkembang di wilayah tersebut.
Kata dia, inovasi dan adaptasi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan UMKM. Dengan kolaborasi, dukungan pemerintah, dan semangat kewirausahaan, Sukarame bersiap menata masa depan sebagai salah satu sentra UMKM di Tenggarong.
“Kami harap UMKM Sukarame dapat terus berkembang dan lebih inovatif. Kami ingin generasi muda punya peran besar dalam menciptakan perubahan,” harapnya. (Adv)
(Sf/Rs)