Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Tenggarong - Usaha untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Marangkayu dilakukan secara holistik. Pasalnya, hal ini disebut masuk sebagai masalah yang terbilang kompleks.
Camat Marang Kayu Ambo Dalle mengaku, pihaknya melakukan kolaborasi secara internal yakni dengan 11 Pemerintah Desa yang ada di Marangkayu, juga kolaborasi eksternal dengan melibatkan masyarakat serta didukung dua perusahaan Migas yang wilayah kerjanya masuk Marangkayu, yakni PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).
"Masalah stunting di Kecamatan Marangkayu ada penurunan, ini juga sesuai arahan bupati yang ingin Kukar angka stuntingnya menurun," kata Ambo Dalle.
Menurutnya, untuk perusahaan PHKT dan PHSS membantu Pemerintah Kecamatan Marangkayu dalam penaganan stunting melalui upaya pemberian asupan gizi.
Kemudian, ada dari perusahaan di sekitar wilayah tersebut, setiap bulan rutin membantu seperti PHKT dan PHSS untuk asupan gizi untuk pencegahan stunting.
"Terutama PHKT yang paling rutin memberikan telur dan asupan gizi langsung ke warga dan ada juga yang diberikan ke siswa sekolah-sekolah," ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk bantuan asupan gizi dari perusahaan, untuk warga biasanya dikumpulkan terlebih dahulu di Kantor Camat, tetapi kalau untuk sekolah, langsung diantar dan itu rutin dilakukan sampai sekarang.
"Penanganan stunting ini sesuai arahan Bupati Kukar yang ingin Kukar angka stuntingnya turun," imbuhnya.
Ambo Dalle menambahkan, selain stunting, arahan dari bupati yang tidak kalah pentingnya yakni pengendalian terhadap verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta berkoordinasi dalam rangka penurunan angka kemiskinan.
"Dan masalah ini pak Bupati berharap betul-betul ditindaklanjuti, pertama mendata warganya agar yang masuk dalam DTKS itu betul-betul KK yang memang sesuai arahan, jangan sampai ada masyarakat yang mampu tapi masih masuk data DTKS," tutupnya.
(Sf/By/Adv)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Tenggarong - Usaha untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Marangkayu dilakukan secara holistik. Pasalnya, hal ini disebut masuk sebagai masalah yang terbilang kompleks.
Camat Marang Kayu Ambo Dalle mengaku, pihaknya melakukan kolaborasi secara internal yakni dengan 11 Pemerintah Desa yang ada di Marangkayu, juga kolaborasi eksternal dengan melibatkan masyarakat serta didukung dua perusahaan Migas yang wilayah kerjanya masuk Marangkayu, yakni PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).
"Masalah stunting di Kecamatan Marangkayu ada penurunan, ini juga sesuai arahan bupati yang ingin Kukar angka stuntingnya menurun," kata Ambo Dalle.
Menurutnya, untuk perusahaan PHKT dan PHSS membantu Pemerintah Kecamatan Marangkayu dalam penaganan stunting melalui upaya pemberian asupan gizi.
Kemudian, ada dari perusahaan di sekitar wilayah tersebut, setiap bulan rutin membantu seperti PHKT dan PHSS untuk asupan gizi untuk pencegahan stunting.
"Terutama PHKT yang paling rutin memberikan telur dan asupan gizi langsung ke warga dan ada juga yang diberikan ke siswa sekolah-sekolah," ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk bantuan asupan gizi dari perusahaan, untuk warga biasanya dikumpulkan terlebih dahulu di Kantor Camat, tetapi kalau untuk sekolah, langsung diantar dan itu rutin dilakukan sampai sekarang.
"Penanganan stunting ini sesuai arahan Bupati Kukar yang ingin Kukar angka stuntingnya turun," imbuhnya.
Ambo Dalle menambahkan, selain stunting, arahan dari bupati yang tidak kalah pentingnya yakni pengendalian terhadap verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta berkoordinasi dalam rangka penurunan angka kemiskinan.
"Dan masalah ini pak Bupati berharap betul-betul ditindaklanjuti, pertama mendata warganya agar yang masuk dalam DTKS itu betul-betul KK yang memang sesuai arahan, jangan sampai ada masyarakat yang mampu tapi masih masuk data DTKS," tutupnya.
(Sf/By/Adv)