Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah yang dapat terjadi kapan saja.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik serta memastikan kompor dan sumber api lainnya dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kukar untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran, yakni memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum ditinggal tidur serta mencabut stopkontak apabila tidak diperlukan,” ujar Aulia, Rabu (14/10/2026).
“Begitu juga saat hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama, warga sebaiknya memastikan aliran listrik dalam kondisi aman untuk menghindari potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran,” tambahnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian materiil hingga mengancam keselamatan jiwa.
Mengingat, Kukar belakangan ini kerap terjadi kebakaran rumah, terutama di kawasan padat penduduk. Tercatat sejak 5-13 Oktober 2026, sudah terjadi kebakaran besar di tiga lokasi berbeda yang menghanguskan belasan hingga puluhan rumah.
Pada 5 Oktober 2026 lalu, kebakaran terjadi di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong yang menghanguskan sekitar 75 bangunan warga.
Kemudian pada 9 Oktober 2026, kebakaran kembali terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai yang menghanguskan sembilan bangunan, terdiri dari rumah tinggal, toko dan Kantor Bankaltimtara serta terdapat empat bangunan lainnya yang dilaporkan terdampak kebakaran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut. Namun, warga kehilangan tempat tinggal dan dokumen penting serta mengalami kerugian materiil yang cukup besar.
Sementara baru-baru ini kebakaran terjadi lagi di Kecamatan Tenggarong, tepatnya di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (14/10/2026) sekitar 23.50 WITA.
Dalam insiden tersebut, 11 rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Selain menghanguskan bangunan, kebakaran tersebut juga menelan korban jiwa. Dua anak yang merupakan kakak-beradik bernama Ahmad Ali Maulidya (7) dan Husin Taufiqqurahman (3) dilaporkan meninggal dunia karena tidak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran berlangsung.
Sementara, satu orang lainnya bernama Hamri Noor mengalami luka bakar saat hendak menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api.
“Musibah memang tidak dapat diprediksi, tapi risikonya bisa diminimalkan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” terang Aulia.
Aulia menyampaikan belasungkawa kepada para korban terdampak kebakaran, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah kebakaran tersebut dan turut mendoakan agar para korban terdampak lainnya diberikan kemudahan dalam melewati masa sulit, serta dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
“Kami sangat prihatin dan turut berduka atas kejadian ini, semoga para korban diberikan ketabahan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah yang dapat terjadi kapan saja.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik serta memastikan kompor dan sumber api lainnya dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kukar untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran, yakni memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum ditinggal tidur serta mencabut stopkontak apabila tidak diperlukan,” ujar Aulia, Rabu (14/10/2026).
“Begitu juga saat hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama, warga sebaiknya memastikan aliran listrik dalam kondisi aman untuk menghindari potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran,” tambahnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian materiil hingga mengancam keselamatan jiwa.
Mengingat, Kukar belakangan ini kerap terjadi kebakaran rumah, terutama di kawasan padat penduduk. Tercatat sejak 5-13 Oktober 2026, sudah terjadi kebakaran besar di tiga lokasi berbeda yang menghanguskan belasan hingga puluhan rumah.
Pada 5 Oktober 2026 lalu, kebakaran terjadi di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong yang menghanguskan sekitar 75 bangunan warga.
Kemudian pada 9 Oktober 2026, kebakaran kembali terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai yang menghanguskan sembilan bangunan, terdiri dari rumah tinggal, toko dan Kantor Bankaltimtara serta terdapat empat bangunan lainnya yang dilaporkan terdampak kebakaran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut. Namun, warga kehilangan tempat tinggal dan dokumen penting serta mengalami kerugian materiil yang cukup besar.
Sementara baru-baru ini kebakaran terjadi lagi di Kecamatan Tenggarong, tepatnya di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (14/10/2026) sekitar 23.50 WITA.
Dalam insiden tersebut, 11 rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Selain menghanguskan bangunan, kebakaran tersebut juga menelan korban jiwa. Dua anak yang merupakan kakak-beradik bernama Ahmad Ali Maulidya (7) dan Husin Taufiqqurahman (3) dilaporkan meninggal dunia karena tidak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran berlangsung.
Sementara, satu orang lainnya bernama Hamri Noor mengalami luka bakar saat hendak menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api.
“Musibah memang tidak dapat diprediksi, tapi risikonya bisa diminimalkan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” terang Aulia.
Aulia menyampaikan belasungkawa kepada para korban terdampak kebakaran, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah kebakaran tersebut dan turut mendoakan agar para korban terdampak lainnya diberikan kemudahan dalam melewati masa sulit, serta dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
“Kami sangat prihatin dan turut berduka atas kejadian ini, semoga para korban diberikan ketabahan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)