Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Aliran irigasi lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru. (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti pentingnya ketersediaan air bagi sektor pertanian, termasuk di Kelurahan Bukit Biru.
Sementara, para petani selama ini hanya menggunakan air dari tandon yang telah di sediakan untuk mengaliri air ke sawah di kawasan Tani Suka Maju itu.
Kepala Distanak Kukar, Taufik menyambut baik rencana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk membangun embung di kawasan ini karena pentingnya pasokan air yang stabil untuk persawahan.
"Rencana pembangunan embung di Temanggur menjadi langkah nyata yang sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan ketersediaan air bagi lahan pertanian," kata Taufik Rabu (13/11/2024).
Menurutnyqa, keberadaan embung akan mendukung keberlangsungan budidaya tanaman di Bukit Biru, sehingga para petani dapat menghindari risiko kekeringan yang kerap mengancam hasil panen.

Lahan eks tambang (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Pemerintah Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan memanfaatkan lahan area pertambangan untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
Camat Sangasanga, Dachriansyah mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk menjadikan Sangasanga sebagai lumbung pangan.
"Kami sudah berdiskusi dengan Distanak Kukar untuk memaksimalkan daerah Sangasanga ini supaya jadi lumbung pangan, meskipun berada di tengah lahan pertambangan," ujar Dachriansyah Jumat (15/11/2024).
Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Selain itu, pihaknya juga berencana akan menggaet salah satu perusahaan tambang yang bersedia menghibahkan lahan bekas tambang untuk keperluan peternakan.
"Kami akan membuka lahan peternakan di area eks tambang, dimulai dengan peternakan sapi. Kemarin kita sempat juga melakukan peninjauan lahan beberapa waktu lalu dengan pihak perusahaan," sebutnya.

Kerambang untuk pembudidayaan ikan di Kecamatan Loa Kulu (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong – Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kepada para pembudidaya ikan di wilayah Loa Kulu telah tersalurkan dengan tepat.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah mengatakan bahwa Pemkab Kukar telah memberikan sejumlah bantuan kepada kelompok perikanan seperti perahu, jaring hingga pakan.
Program ini merupakan bagian dari visi misi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat. “Di Loa Kulu bantuan ini sudah terlaksana dengan baik, pemerintah desa, dan kelompok-kelompok pembudidaya ikan bekerjsama untuk memanfaatkan bantuan tersebut,” kata Ardiansyah Minggu (17/11/2024).
Ia menilai, pentingnya kontribusi pembudidaya ikan untuk terus meningkatkan produktivitas. Dengan potensi perikanan yang cukup besar, Loa Kulu berambisi untuk menjadi penyuplai ikan ke IKN.
Kata dia, melalui kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pembudidaya ikan, dan masyarakat, sektor perikanan di Loa Kulu diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah.

Rombongan melakukan monitoring rencana pembangunan PLTS Komunal di Desa Tani Baru. (fotoL DPMD Kukar)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Bahkan, Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto hadir langsung melakukan monitoring lapangan pada Sabtu (23/11/2024).
Arianto mengungkapkan di Desa Tani Baru ini pemukiman penduduknya terpisah-pisah, yaitu ada tiga dusun yang terpisah-pisah sehingga layanan listrik PLN tidak bisa menyentuh kepada masyarakat.
Dengan demikian kebijakan Pemkab Kukar melalui DPMD yaitu program Terang Kampongku sangat tepat membangun PLTS komunal, dan yang baru bisa dibangun PLTS komunal itu baru satu dusun, sedangkan untuk dusun satunya lagi tidak bisa dibangun PLTS komunal, karena rumah penduduknya mengikuti usaha tambak perikanan yang mereka punya.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin (foto: M Anshori/seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Kecamatan Sebulu menjadi penghasil komoditas padi terbanyak di , Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Camat Sebulu, Edy Fahruddin menjelaskan, lokasi pertanian ini berada di Desa Giri Agung dengan luasan lahan persawahan sekitar 600 Hektare (Ha).
Dalam setahun, kata dia, warga Desa Giri Agung mampu panen padi sebanyak 900 ton.
Padi tersebut juga disuplay ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Sebulu dan sekitarnya.
Komuditas padi sudah menjadi ketahanan pangan untuk Kukar dan dipersiapkan untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kalau untuk komoditas padi di wilayah kami jadi unggulan,” kata Edy, Senin (25/11/2024).
Selain padi, kata camat, ada komoditas lain, seperti karet yang kini sudah diakui pemeritah daerah sebagai produk terbaik.
“Kita juga punya komoditas karet yang berkualitas paling bagus dan sudah diakui Pemkab Kukar,” pungkasnya.

Inovasi padi apung (Foto: Silferius Sudi)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Layang, Kecamatan Kembang Janggut terus berupaya mengembangkan inovasi pertanian berupa sawah apung dengan memanfaatkan lahan di atas permukaan air.
Kepala Desa (Kades) Bukit Layang, Silferius Sudi mengatakan inovasi tersebut dilakukan sejak 2023 lalu dan menggunakan metode ini untuk mendongkrak pendapatan kelompok tani setempat.
"Langkah ini juga kami ambil untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah ini, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga mendukung inovasi ini," kata Silferius Sudi Jumat (29/11/2024).
Ia menjelaskan, pengembangan padi sawah apung ini berawal dari upaya memanfaatkan sumber daya air, terutama pada lahan sawah yang cenderung tergenang banjir saat musim hujan.
Sistem pertanian seperti ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti, mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan yang produktif.

Plang nama Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kukar. (foto: M Anshori/seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam dua tahun terakhir telah melayani sekitar 100 ribu warga dengan kunjungan mencapai 250 orang per hari.
"Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang efisien ke masyarakat," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Sri Ridayani Minggu (1/12/2024).
Sri mengungkapkan, keberadaan MPP menjadi solusi atas kesulitan masyarakat untuk mengurus dokumen. Dengan adanya MPP, masyarakat tidak perlu berpindah-pindah lokasi. Semua layanan yang dibutuhkan kini tersedia dalam satu atap.
MPP Kukar menghadirkan 27 tenant yang terdiri dari instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan daerah, hingga layanan perbankan.
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Aliran irigasi lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru. (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti pentingnya ketersediaan air bagi sektor pertanian, termasuk di Kelurahan Bukit Biru.
Sementara, para petani selama ini hanya menggunakan air dari tandon yang telah di sediakan untuk mengaliri air ke sawah di kawasan Tani Suka Maju itu.
Kepala Distanak Kukar, Taufik menyambut baik rencana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk membangun embung di kawasan ini karena pentingnya pasokan air yang stabil untuk persawahan.
"Rencana pembangunan embung di Temanggur menjadi langkah nyata yang sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan ketersediaan air bagi lahan pertanian," kata Taufik Rabu (13/11/2024).
Menurutnyqa, keberadaan embung akan mendukung keberlangsungan budidaya tanaman di Bukit Biru, sehingga para petani dapat menghindari risiko kekeringan yang kerap mengancam hasil panen.

Lahan eks tambang (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Pemerintah Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan memanfaatkan lahan area pertambangan untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
Camat Sangasanga, Dachriansyah mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk menjadikan Sangasanga sebagai lumbung pangan.
"Kami sudah berdiskusi dengan Distanak Kukar untuk memaksimalkan daerah Sangasanga ini supaya jadi lumbung pangan, meskipun berada di tengah lahan pertambangan," ujar Dachriansyah Jumat (15/11/2024).
Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Selain itu, pihaknya juga berencana akan menggaet salah satu perusahaan tambang yang bersedia menghibahkan lahan bekas tambang untuk keperluan peternakan.
"Kami akan membuka lahan peternakan di area eks tambang, dimulai dengan peternakan sapi. Kemarin kita sempat juga melakukan peninjauan lahan beberapa waktu lalu dengan pihak perusahaan," sebutnya.

Kerambang untuk pembudidayaan ikan di Kecamatan Loa Kulu (foto: M Anshori/Seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong – Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kepada para pembudidaya ikan di wilayah Loa Kulu telah tersalurkan dengan tepat.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah mengatakan bahwa Pemkab Kukar telah memberikan sejumlah bantuan kepada kelompok perikanan seperti perahu, jaring hingga pakan.
Program ini merupakan bagian dari visi misi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat. “Di Loa Kulu bantuan ini sudah terlaksana dengan baik, pemerintah desa, dan kelompok-kelompok pembudidaya ikan bekerjsama untuk memanfaatkan bantuan tersebut,” kata Ardiansyah Minggu (17/11/2024).
Ia menilai, pentingnya kontribusi pembudidaya ikan untuk terus meningkatkan produktivitas. Dengan potensi perikanan yang cukup besar, Loa Kulu berambisi untuk menjadi penyuplai ikan ke IKN.
Kata dia, melalui kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pembudidaya ikan, dan masyarakat, sektor perikanan di Loa Kulu diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah.

Rombongan melakukan monitoring rencana pembangunan PLTS Komunal di Desa Tani Baru. (fotoL DPMD Kukar)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Bahkan, Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto hadir langsung melakukan monitoring lapangan pada Sabtu (23/11/2024).
Arianto mengungkapkan di Desa Tani Baru ini pemukiman penduduknya terpisah-pisah, yaitu ada tiga dusun yang terpisah-pisah sehingga layanan listrik PLN tidak bisa menyentuh kepada masyarakat.
Dengan demikian kebijakan Pemkab Kukar melalui DPMD yaitu program Terang Kampongku sangat tepat membangun PLTS komunal, dan yang baru bisa dibangun PLTS komunal itu baru satu dusun, sedangkan untuk dusun satunya lagi tidak bisa dibangun PLTS komunal, karena rumah penduduknya mengikuti usaha tambak perikanan yang mereka punya.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin (foto: M Anshori/seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Kecamatan Sebulu menjadi penghasil komoditas padi terbanyak di , Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Camat Sebulu, Edy Fahruddin menjelaskan, lokasi pertanian ini berada di Desa Giri Agung dengan luasan lahan persawahan sekitar 600 Hektare (Ha).
Dalam setahun, kata dia, warga Desa Giri Agung mampu panen padi sebanyak 900 ton.
Padi tersebut juga disuplay ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Sebulu dan sekitarnya.
Komuditas padi sudah menjadi ketahanan pangan untuk Kukar dan dipersiapkan untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kalau untuk komoditas padi di wilayah kami jadi unggulan,” kata Edy, Senin (25/11/2024).
Selain padi, kata camat, ada komoditas lain, seperti karet yang kini sudah diakui pemeritah daerah sebagai produk terbaik.
“Kita juga punya komoditas karet yang berkualitas paling bagus dan sudah diakui Pemkab Kukar,” pungkasnya.

Inovasi padi apung (Foto: Silferius Sudi)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Layang, Kecamatan Kembang Janggut terus berupaya mengembangkan inovasi pertanian berupa sawah apung dengan memanfaatkan lahan di atas permukaan air.
Kepala Desa (Kades) Bukit Layang, Silferius Sudi mengatakan inovasi tersebut dilakukan sejak 2023 lalu dan menggunakan metode ini untuk mendongkrak pendapatan kelompok tani setempat.
"Langkah ini juga kami ambil untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah ini, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga mendukung inovasi ini," kata Silferius Sudi Jumat (29/11/2024).
Ia menjelaskan, pengembangan padi sawah apung ini berawal dari upaya memanfaatkan sumber daya air, terutama pada lahan sawah yang cenderung tergenang banjir saat musim hujan.
Sistem pertanian seperti ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti, mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan yang produktif.

Plang nama Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kukar. (foto: M Anshori/seputarfakta.com)
Seputarfakta.com
Tenggarong - Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam dua tahun terakhir telah melayani sekitar 100 ribu warga dengan kunjungan mencapai 250 orang per hari.
"Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang efisien ke masyarakat," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Sri Ridayani Minggu (1/12/2024).
Sri mengungkapkan, keberadaan MPP menjadi solusi atas kesulitan masyarakat untuk mengurus dokumen. Dengan adanya MPP, masyarakat tidak perlu berpindah-pindah lokasi. Semua layanan yang dibutuhkan kini tersedia dalam satu atap.
MPP Kukar menghadirkan 27 tenant yang terdiri dari instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan daerah, hingga layanan perbankan.