Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah, menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat di beberapa wilayah.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan evaluasi dilakukan untuk menentukan sekolah yang perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.
Menurutnya, pemantauan kembali dilakukan karena kondisi kabut asap kembali terjadi, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka guna memastikan aktivitas belajar mengajar tidak membahayakan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Kami sedang melakukan pemantauan dan evaluasi kembali, mengingat kondisi kabut asap kembali terjadi. Kami akan mengevaluasi sejumlah sekolah yang saat ini masih melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heriansyah, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan melalui surat edaran yang telah diterbitkan, pihaknya menginstruksikan kepala koordinator wilayah (korwil) agar berkoordinasi dengan kepala satuan pendidikan untuk memantau kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.
Apabila indeks pencemaran udara menunjukkan kondisi yang sangat berbahaya, sekolah akan menerapkan PJJ sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Namun, Disdikbud Kukar juga mempertimbangkan penerapan kebijakan secara seragam agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antarsekolah.
Salah satu opsi yang tengah dikaji yakni memberlakukan PJJ berdasarkan zona kecamatan.
“Kami menilai perlu adanya kebijakan yang seragam agar tidak terjadi perbedaan penerapan kebijakan antarsekolah yang berpotensi menimbulkan kecemburuan. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan penerapan PJJ berdasarkan zona kecamatan,” jelasnya.
Heriansyah menyebut wilayah dengan kondisi kabut asap paling parah akan menjadi prioritas penerapan kebijakan tersebut.
Berdasarkan pemantauan sementara, daerah yang berada di sekitar titik sumber api atau lokasi kebakaran cenderung mengalami kabut asap lebih pekat.
Heriansyah mencontohkan kondisi kabut asap di Tenggarong saat ini sudah cukup pekat.
Sementara di wilayah hulu seperti Muara Muntai, penyebaran kabut asap relatif tidak terlalu tinggi, sehingga sejumlah sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Kini, Disdikbud Kukar akan menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi perkembangan kabut asap di sejumlah kecamatan guna memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi terkini,
Nantinya, hasil rapat tersebut akan menjadi dasar penerbitan surat edaran baru yang memuat wilayah-wilayah yang perlu menerapkan PJJ.
“Kami akan kembali melakukan evaluasi melalui rapat koordinasi. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menerbitkan surat edaran baru mengenai wilayah yang perlu menerapkan PJJ,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah, menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat di beberapa wilayah.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan evaluasi dilakukan untuk menentukan sekolah yang perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.
Menurutnya, pemantauan kembali dilakukan karena kondisi kabut asap kembali terjadi, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka guna memastikan aktivitas belajar mengajar tidak membahayakan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Kami sedang melakukan pemantauan dan evaluasi kembali, mengingat kondisi kabut asap kembali terjadi. Kami akan mengevaluasi sejumlah sekolah yang saat ini masih melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heriansyah, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan melalui surat edaran yang telah diterbitkan, pihaknya menginstruksikan kepala koordinator wilayah (korwil) agar berkoordinasi dengan kepala satuan pendidikan untuk memantau kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.
Apabila indeks pencemaran udara menunjukkan kondisi yang sangat berbahaya, sekolah akan menerapkan PJJ sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Namun, Disdikbud Kukar juga mempertimbangkan penerapan kebijakan secara seragam agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antarsekolah.
Salah satu opsi yang tengah dikaji yakni memberlakukan PJJ berdasarkan zona kecamatan.
“Kami menilai perlu adanya kebijakan yang seragam agar tidak terjadi perbedaan penerapan kebijakan antarsekolah yang berpotensi menimbulkan kecemburuan. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan penerapan PJJ berdasarkan zona kecamatan,” jelasnya.
Heriansyah menyebut wilayah dengan kondisi kabut asap paling parah akan menjadi prioritas penerapan kebijakan tersebut.
Berdasarkan pemantauan sementara, daerah yang berada di sekitar titik sumber api atau lokasi kebakaran cenderung mengalami kabut asap lebih pekat.
Heriansyah mencontohkan kondisi kabut asap di Tenggarong saat ini sudah cukup pekat.
Sementara di wilayah hulu seperti Muara Muntai, penyebaran kabut asap relatif tidak terlalu tinggi, sehingga sejumlah sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Kini, Disdikbud Kukar akan menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi perkembangan kabut asap di sejumlah kecamatan guna memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi terkini,
Nantinya, hasil rapat tersebut akan menjadi dasar penerbitan surat edaran baru yang memuat wilayah-wilayah yang perlu menerapkan PJJ.
“Kami akan kembali melakukan evaluasi melalui rapat koordinasi. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menerbitkan surat edaran baru mengenai wilayah yang perlu menerapkan PJJ,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)