Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kabut Asap di Tenggarong Makin Pekat, Pemkab Kukar Minta Warga Gunakan Masker untuk Hindari Gangguan Kesehatan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 September 2026 pukul 18:49 WITA

    Potret kabut asap menyelimuti Kelurahan Loa Tebu (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar), salah satunya Kecamatan Tenggarong.

    Kondisi udara yang semakin pekat turut membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu.

    Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini.

    Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taupiq mengatakan asap masih dapat muncul dari material vegetasi yang terbakar, meski proses pemadaman dan pendinginan telah dilakukan.

    “Karhutla yang terjadi di Dusun Bengkinang, Loa Tebu berlangsung tiga hari berturut-turut, dampaknya saat vegetasi hutan atau lahan disiram air, uap asap akan menebal,” ujar Taufiq, (17/9/2026).

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap masih terlihat di wilayah Tenggarong. 

    Sebagai tindak lanjut, DLHK Kukar terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara.

    Selain tiga titik sampel yang telah diambil sebelumnya, pengujian juga diperluas ke sejumlah wilayah lain. Salah satunya adalah Kecamatan Sanga-Sanga.

    “Kami juga mengambil sampel udara di wilayah Kecamatan Sanga-Sanga. Kalau untuk wilayah seperti Tabang kami bekerja sama dengan PT Bayan Group untuk melakukan pengujian,” terangnya.

    Hasil pengukuran kualitas udara, kata dia, nantinya akan diperbarui secara berkala dan disampaikan kepada masyarakat melalui akun Instagram resmi DLHK Kukar.

    Di sisi lain, Pemkab Kukar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) melalui Sekretaris Daerah terkait kondisi udara saat ini. 

    Dalam SE tersebut, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas agar terhindar dari paparan asap yang berpotensi menimbulkan gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    “BPBD Kukar bersama sejumlah organisasi relawan sudah mulai membagikan masker gratis kepada para pengendara di jalan raya untuk menekan risiko ISPA,” ungkapnya.

    Taufiq memperkirakan kabut asap akibat Karhutla masih berpotensi bertahan hingga sekitar empat hari ke depan. 

    Kondisi tersebut diharapkan segera membaik apabila hujan turun secara merata di wilayah Kukar.

    “Guyuran hujan akan jadi solusi paling efektif untuk menyapu bersih partikel kabut asap dan memadamkan sisa-sisa bara api yang masih terperangkap di dalam tanah,” tandasnya.(adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Kabut Asap di Tenggarong Makin Pekat, Pemkab Kukar Minta Warga Gunakan Masker untuk Hindari Gangguan Kesehatan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 September 2026 pukul 18:49 WITA

    Potret kabut asap menyelimuti Kelurahan Loa Tebu (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar), salah satunya Kecamatan Tenggarong.

    Kondisi udara yang semakin pekat turut membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu.

    Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini.

    Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taupiq mengatakan asap masih dapat muncul dari material vegetasi yang terbakar, meski proses pemadaman dan pendinginan telah dilakukan.

    “Karhutla yang terjadi di Dusun Bengkinang, Loa Tebu berlangsung tiga hari berturut-turut, dampaknya saat vegetasi hutan atau lahan disiram air, uap asap akan menebal,” ujar Taufiq, (17/9/2026).

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap masih terlihat di wilayah Tenggarong. 

    Sebagai tindak lanjut, DLHK Kukar terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara.

    Selain tiga titik sampel yang telah diambil sebelumnya, pengujian juga diperluas ke sejumlah wilayah lain. Salah satunya adalah Kecamatan Sanga-Sanga.

    “Kami juga mengambil sampel udara di wilayah Kecamatan Sanga-Sanga. Kalau untuk wilayah seperti Tabang kami bekerja sama dengan PT Bayan Group untuk melakukan pengujian,” terangnya.

    Hasil pengukuran kualitas udara, kata dia, nantinya akan diperbarui secara berkala dan disampaikan kepada masyarakat melalui akun Instagram resmi DLHK Kukar.

    Di sisi lain, Pemkab Kukar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) melalui Sekretaris Daerah terkait kondisi udara saat ini. 

    Dalam SE tersebut, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas agar terhindar dari paparan asap yang berpotensi menimbulkan gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    “BPBD Kukar bersama sejumlah organisasi relawan sudah mulai membagikan masker gratis kepada para pengendara di jalan raya untuk menekan risiko ISPA,” ungkapnya.

    Taufiq memperkirakan kabut asap akibat Karhutla masih berpotensi bertahan hingga sekitar empat hari ke depan. 

    Kondisi tersebut diharapkan segera membaik apabila hujan turun secara merata di wilayah Kukar.

    “Guyuran hujan akan jadi solusi paling efektif untuk menyapu bersih partikel kabut asap dan memadamkan sisa-sisa bara api yang masih terperangkap di dalam tanah,” tandasnya.(adv)

    (Sf/Rs)