
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Petugas Disdukcapil Kukar saat memberikan pelayanan Adminduk dengan cara jemput bola atau mendatangi langsung warga di rumah (Dok: Disdukcapil Kukar)
Tenggarong - Keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi tantangan dalam pemerataan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Meski dihadapkan dengan persoalan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar terus berupaya memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan pelayanan.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto mengatakan jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mendukung pelayanan adminduk, terutama yang menggunakan sistem digital hingga tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala tersebut yakni Desa Tanjung Burung, Kecamatan Anggana. Bahkan, kantor desa setempat belum memiliki akses internet yang memadai untuk menunjang pelayanan.
Kondisi itu membuat masyarakat harus memanfaatkan layanan internet milik salah satu pengusaha lokal dengan biaya sekitar Rp10 ribu untuk pemakaian dua jam atau Rp25 ribu untuk sepuluh jam.
“Kondisi ini tentu cukup memberatkan masyarakat. Padahal, akses internet sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan secara daring,” ujar Iryanto dalam pekan ini.
Guna mengatasi kendala tersebut, Disdukcapil Kukar berharap program dedikasi pemerintah daerah terkait penyediaan internet desa dapat segera diwujudkan.
Pemerataan jaringan dinilai penting agar masyarakat di wilayah terpencil memiliki kemudahan yang sama dalam mengakses pelayanan publik.
“Dengan tersedianya jaringan internet yang memadai, masyarakat di wilayah terpencil akan lebih mudah mengakses pelayanan digital. Bagi Disdukcapil, ketersediaan internet juga sangat penting untuk menunjang pelayanan adminduk di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.
Sembari mengupayakan penguatan akses pelayanan, Disdukcapil Kukar juga mengembangkan sejumlah inovasi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui Bunga Desaku yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung di kantor desa atau kelurahan tanpa harus datang ke Tenggarong.
Selain Bunga Desaku, terdapat inovasi lain bernama Payung Carek yang memberikan pelayanan jemput bola bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi kantor pelayanan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Kukar berupaya agar keterbatasan jaringan internet dan kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan adminduk. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Petugas Disdukcapil Kukar saat memberikan pelayanan Adminduk dengan cara jemput bola atau mendatangi langsung warga di rumah (Dok: Disdukcapil Kukar)
Tenggarong - Keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi tantangan dalam pemerataan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Meski dihadapkan dengan persoalan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar terus berupaya memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan pelayanan.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto mengatakan jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mendukung pelayanan adminduk, terutama yang menggunakan sistem digital hingga tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala tersebut yakni Desa Tanjung Burung, Kecamatan Anggana. Bahkan, kantor desa setempat belum memiliki akses internet yang memadai untuk menunjang pelayanan.
Kondisi itu membuat masyarakat harus memanfaatkan layanan internet milik salah satu pengusaha lokal dengan biaya sekitar Rp10 ribu untuk pemakaian dua jam atau Rp25 ribu untuk sepuluh jam.
“Kondisi ini tentu cukup memberatkan masyarakat. Padahal, akses internet sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan secara daring,” ujar Iryanto dalam pekan ini.
Guna mengatasi kendala tersebut, Disdukcapil Kukar berharap program dedikasi pemerintah daerah terkait penyediaan internet desa dapat segera diwujudkan.
Pemerataan jaringan dinilai penting agar masyarakat di wilayah terpencil memiliki kemudahan yang sama dalam mengakses pelayanan publik.
“Dengan tersedianya jaringan internet yang memadai, masyarakat di wilayah terpencil akan lebih mudah mengakses pelayanan digital. Bagi Disdukcapil, ketersediaan internet juga sangat penting untuk menunjang pelayanan adminduk di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.
Sembari mengupayakan penguatan akses pelayanan, Disdukcapil Kukar juga mengembangkan sejumlah inovasi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui Bunga Desaku yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung di kantor desa atau kelurahan tanpa harus datang ke Tenggarong.
Selain Bunga Desaku, terdapat inovasi lain bernama Payung Carek yang memberikan pelayanan jemput bola bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi kantor pelayanan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Kukar berupaya agar keterbatasan jaringan internet dan kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan adminduk. (Adv)
(Sf/Lo)