Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    IKA PMII Kukar 2026-2031 Dilantik, Pemkab Ingin Kontribusi Solusi untuk Pembangunan Daerah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Oktober 2026 pukul 19:38 WITA

    Prosesi pelantikan IKA PMII periode 2026-2031 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Pemkab Kukar mendorong Ikatan Alumni Pergerakan (IKA) Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, terutama melalui gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah.

    Harapan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kukar, Ahmad Taufik Hidayat saat menghadiri pelantikan pengurus IKA PMII Kukar periode 2026–2031 di Pendopo Odah Etam, Kecamatan Tenggarong, Rabu (21/10/2026).

    Menurutnya, alumni PMII memiliki potensi untuk membantu pemerintah daerah melalui pemikiran kritis, evaluasi kebijakan serta saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pembangunan.

    Ia menegaskan sikap kritis yang terbentuk selama berorganisasi semasa mahasiswa perlu tetap dipertahankan, meski saat ini statusnya telah menjadi alumni dan berkiprah di berbagai bidang profesi.

    “Jangan sampai sikap kritis tersebut hilang. Kritik harus tetap disampaikan secara konstruktif, disertai saran dan masukan yang memang sangat diperlukan oleh pemerintah daerah,” ujar Ahmad Taufik.

    Ia mengatakan keterlibatan organisasi alumni tidak harus terbatas pada hubungan kemitraan secara formal. 

    Pemikiran dan masukan dari masyarakat juga dinilai diperlukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.

    Ia berharap IKA PMII dapat mengambil peran tersebut dengan menghadirkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sekaligus membantu pemerintah mencari jalan keluar atas berbagai tantangan pembangunan.

    “Harapan kita, pengurus yang sudah dilantik ini dapat menjalankan amanah dan bermitra dengan Pemkab Kukar untuk membangun Kukar secara berkelanjutan serta mewujudkan masyarakat yang adil dan merata kesejahteraannya,” terangnya.

    Sementara Ketua IKA PMII Kukar periode 2026–2031, Al Hifni menyebut persoalan fiskal menjadi salah satu perhatian organisasi yang dipimpinnya.

    Ia menyatakan IKA PMII telah membahas kondisi daerah dan menyiapkan sejumlah pemikiran yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

    “Kondisional di daerah kita hari ini tentunya yang pertama adalah kesempitan fiskal dan lain-lain. Sehingga kita membuat suatu perencanaan bagaimana fiskal kita bisa longgar lagi,” ungkapnya.

    Selain persoalan fiskal, IKA PMII Kukar berencana menjalankan fungsi kontrol terhadap pembangunan daerah. 

    Namun, fungsi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kritik, melainkan juga dengan menawarkan solusi terhadap kendala dalam pelaksanaan program pemerintah.

    Menurut Al Hifni, alumni PMII memiliki jaringan dan pengalaman dari berbagai bidang profesi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi organisasi bagi daerah.

    “Kita sebagai organisasi kemahasiswaan yang sudah menjadi alumni, tentunya di samping kita kritis, bentuknya transformatif. Artinya, kritis yang mentransformasi kebaikan, memberikan solusi terhadap hambatan dan ketidaklancaran,” jelasnya.

    Ia menambahkan IKA PMII siap membangun kolaborasi dengan Pemkab Kukar untuk mendukung program pembangunan, termasuk program Kukar Idaman Terbaik.

    “Kita memiliki potensi alumni yang kuat, yang ada di semua bidang dan ada di semua profesi. Kita akan terus berkolaborasi dengan Pemkab Kukar untuk mendukung program-program yang dilaksanakan dalam program Kukar Idaman Terbaik,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    IKA PMII Kukar 2026-2031 Dilantik, Pemkab Ingin Kontribusi Solusi untuk Pembangunan Daerah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Oktober 2026 pukul 19:38 WITA

    Prosesi pelantikan IKA PMII periode 2026-2031 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Pemkab Kukar mendorong Ikatan Alumni Pergerakan (IKA) Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, terutama melalui gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah.

    Harapan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kukar, Ahmad Taufik Hidayat saat menghadiri pelantikan pengurus IKA PMII Kukar periode 2026–2031 di Pendopo Odah Etam, Kecamatan Tenggarong, Rabu (21/10/2026).

    Menurutnya, alumni PMII memiliki potensi untuk membantu pemerintah daerah melalui pemikiran kritis, evaluasi kebijakan serta saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pembangunan.

    Ia menegaskan sikap kritis yang terbentuk selama berorganisasi semasa mahasiswa perlu tetap dipertahankan, meski saat ini statusnya telah menjadi alumni dan berkiprah di berbagai bidang profesi.

    “Jangan sampai sikap kritis tersebut hilang. Kritik harus tetap disampaikan secara konstruktif, disertai saran dan masukan yang memang sangat diperlukan oleh pemerintah daerah,” ujar Ahmad Taufik.

    Ia mengatakan keterlibatan organisasi alumni tidak harus terbatas pada hubungan kemitraan secara formal. 

    Pemikiran dan masukan dari masyarakat juga dinilai diperlukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.

    Ia berharap IKA PMII dapat mengambil peran tersebut dengan menghadirkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sekaligus membantu pemerintah mencari jalan keluar atas berbagai tantangan pembangunan.

    “Harapan kita, pengurus yang sudah dilantik ini dapat menjalankan amanah dan bermitra dengan Pemkab Kukar untuk membangun Kukar secara berkelanjutan serta mewujudkan masyarakat yang adil dan merata kesejahteraannya,” terangnya.

    Sementara Ketua IKA PMII Kukar periode 2026–2031, Al Hifni menyebut persoalan fiskal menjadi salah satu perhatian organisasi yang dipimpinnya.

    Ia menyatakan IKA PMII telah membahas kondisi daerah dan menyiapkan sejumlah pemikiran yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

    “Kondisional di daerah kita hari ini tentunya yang pertama adalah kesempitan fiskal dan lain-lain. Sehingga kita membuat suatu perencanaan bagaimana fiskal kita bisa longgar lagi,” ungkapnya.

    Selain persoalan fiskal, IKA PMII Kukar berencana menjalankan fungsi kontrol terhadap pembangunan daerah. 

    Namun, fungsi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kritik, melainkan juga dengan menawarkan solusi terhadap kendala dalam pelaksanaan program pemerintah.

    Menurut Al Hifni, alumni PMII memiliki jaringan dan pengalaman dari berbagai bidang profesi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi organisasi bagi daerah.

    “Kita sebagai organisasi kemahasiswaan yang sudah menjadi alumni, tentunya di samping kita kritis, bentuknya transformatif. Artinya, kritis yang mentransformasi kebaikan, memberikan solusi terhadap hambatan dan ketidaklancaran,” jelasnya.

    Ia menambahkan IKA PMII siap membangun kolaborasi dengan Pemkab Kukar untuk mendukung program pembangunan, termasuk program Kukar Idaman Terbaik.

    “Kita memiliki potensi alumni yang kuat, yang ada di semua bidang dan ada di semua profesi. Kita akan terus berkolaborasi dengan Pemkab Kukar untuk mendukung program-program yang dilaksanakan dalam program Kukar Idaman Terbaik,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)