
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Rintikan hujan saat menguyur wilayah Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Wilayah Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara kembali diguyur hujan deras sejak pukul 13.28-14.10 WITA, Selasa (27/10/2026).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi menyebut hujan yang mulai turun pada Oktober menjadi tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Meski mulai menunjukkan peralihan musim, hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Kukar, sehingga kondisi itu dinilai masih perlu dipantau dengan mengacu pada informasi dan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Peralihannya diperkirakan dimulai pada akhir Oktober ini, kita mulai memasuki masa awal musim hujan, meskipun hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Kukar,” ujar Sandi.
Ia menjelaskan musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2026 mendatang.
Berdasarkan pantauan sementara, hujan telah terjadi di sejumlah wilayah kecamatan, termasuk Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang.
Bahkan pada pekan-pekan sebelumnya, hujan juga dilaporkan turun di beberapa wilayah hulu Kukar.
Sandi menilai masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengetahui kondisi dan perkiraan hujan di wilayah masing-masing.
Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah tersebut dapat membantu mengurangi titik panas atau hotspot yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini salah satu upaya mengurangi firespot atau titik api agar karhutla yang terjadi tidak semakin parah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Rintikan hujan saat menguyur wilayah Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Wilayah Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara kembali diguyur hujan deras sejak pukul 13.28-14.10 WITA, Selasa (27/10/2026).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi menyebut hujan yang mulai turun pada Oktober menjadi tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Meski mulai menunjukkan peralihan musim, hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Kukar, sehingga kondisi itu dinilai masih perlu dipantau dengan mengacu pada informasi dan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Peralihannya diperkirakan dimulai pada akhir Oktober ini, kita mulai memasuki masa awal musim hujan, meskipun hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Kukar,” ujar Sandi.
Ia menjelaskan musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2026 mendatang.
Berdasarkan pantauan sementara, hujan telah terjadi di sejumlah wilayah kecamatan, termasuk Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang.
Bahkan pada pekan-pekan sebelumnya, hujan juga dilaporkan turun di beberapa wilayah hulu Kukar.
Sandi menilai masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengetahui kondisi dan perkiraan hujan di wilayah masing-masing.
Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah tersebut dapat membantu mengurangi titik panas atau hotspot yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini salah satu upaya mengurangi firespot atau titik api agar karhutla yang terjadi tidak semakin parah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)