Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Contoh metode pertanian hidroponik yang menggunakan paralon. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Petani milenial di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinovasi di sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi hidroponik.
Inovasi ini merupakan cara untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah tersebut. Camat Samboja Barat, Burhanuddin mengatakan hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan pipa paralon sebagai medianya, kemudian air dicampuran nutrisi untuk memenuhi pertumbuhan tanaman.
“Para petani milenial ini sangat antusias dengan teknologi hidroponik di wilayah itu untuk budi daya tanaman lahan terbatas,” kata Burhanuddin, Jumat (23/5/2025).
Ia menilai dengan media tanam paralon yang dianggap steril serta kebutuhan nutrisi yang terkontrol, produktivitas akan menjadi lebih baik dibandingkan metode konvensional.
Dirinya menginginkan, kelompok ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun ke sektor pertanian.
“Petani milenial ini jadi contoh untuk remaja lainnya, inovasi dan teknologi hidroponik yang dibuat dengan cara sendiri membantu pertanian jadi peluang besar pada ekonomi lokal dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Kata dia, Samboja Barat berkomitmen untuk terus mendukung kelompok ini agar dapat terus berkembang. Burhanuddin berharap langkah ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain di Kukar dalam menjawab tantangan pertanian di masa depan dengan memanfaatkan lahan yang terbatas.
“Mereka masa depan kita, melalui inovasi ini para petani milenial diharapkan dapat membawa sektor pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Contoh metode pertanian hidroponik yang menggunakan paralon. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Petani milenial di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinovasi di sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi hidroponik.
Inovasi ini merupakan cara untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah tersebut. Camat Samboja Barat, Burhanuddin mengatakan hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan pipa paralon sebagai medianya, kemudian air dicampuran nutrisi untuk memenuhi pertumbuhan tanaman.
“Para petani milenial ini sangat antusias dengan teknologi hidroponik di wilayah itu untuk budi daya tanaman lahan terbatas,” kata Burhanuddin, Jumat (23/5/2025).
Ia menilai dengan media tanam paralon yang dianggap steril serta kebutuhan nutrisi yang terkontrol, produktivitas akan menjadi lebih baik dibandingkan metode konvensional.
Dirinya menginginkan, kelompok ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun ke sektor pertanian.
“Petani milenial ini jadi contoh untuk remaja lainnya, inovasi dan teknologi hidroponik yang dibuat dengan cara sendiri membantu pertanian jadi peluang besar pada ekonomi lokal dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Kata dia, Samboja Barat berkomitmen untuk terus mendukung kelompok ini agar dapat terus berkembang. Burhanuddin berharap langkah ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain di Kukar dalam menjawab tantangan pertanian di masa depan dengan memanfaatkan lahan yang terbatas.
“Mereka masa depan kita, melalui inovasi ini para petani milenial diharapkan dapat membawa sektor pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)