
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengenakan baju hitam saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKB Kukar 2026-2031 (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kukar periode 2026-2031 di Hotel Grand Fatma, Kecamatan Tenggarong, Rabu (28/10/2026).
Ia menyampaikan keinginan kepada 53 pengurus DPC PKB yang baru saja dikukuhkan untuk dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan program Kukar Idaman Terbaik.
Aulia menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan partai politik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap pengurus yang baru dilantik ini bisa bekerja sama dengan baik dengan pemerintah daerah Kukar dalam mewujudkan program Kukar Idaman Terbaik yang merupakan visi besar Kukar 2025-2030,” ujar Aulia.
Selain mendukung program pembangunan, pemerintah daerah turut menyambut baik komitmen PKB untuk bersama-sama mendorong optimalisasi potensi daerah.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kukar perlu dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan kerja sama tersebut, berbagai potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Aulia menegaskan pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan visi pembangunan Kukar, sehingga komunikasi dan kolaborasi dengan partai politik dinilai perlu terus diperkuat agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik dan sudah disampaikan oleh Ketua DPW bahwa kita akan bersama-sama mendorong potensi-potensi yang ada di Kukar untuk sebesar-besarnya menghasilkan pendapatan asli daerah bagi Kukar,” terangnya.
Aulia menambahkan kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tapi juga harus bermuara pada kemakmuran masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Pemkab Kukar dan PKB dapat terjalin di seluruh tingkatan, mulai dari DPC, DPW hingga DPP.
“Dengan bergandengan tangan, berjalan bersama, bekerja sama antara pemerintah daerah Kukar dengan teman-teman PKB, maka Kukar akan bisa menjadi lebih baik lagi. Insyaallah semua mimpi kita bisa menjadi lebih baik,” harapnya.
Sementara Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin meminta 53 pengurus DPC PKB Kukar yang baru dikukuhkan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
Ia menekankan kader PKB harus mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan yang dijalankan kepala daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam merealisasikan seluruh rencana pembangunan, sehingga dukungan partai politik diperlukan agar program yang telah direncanakan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wajib hukumnya untuk menjadi garda terdepan dalam rangka mewujudkan semua program, rencana dan visi-misi Pak Bupati. Karena kami meyakini bahwa untuk mewujudkan semua itu tidak bisa sendirian Pak Bupati dan pemerintahannya. Tapi juga perlu dukungan, perlu support dari PKB,” tegas Syafruddin.
Di sisi lain, Ketua DPC PKB Kukar periode 2026-2031, Dedik Harianto menyatakan pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tidak menjadikan jabatan dalam partai sebagai sarana untuk mencari kepentingan pribadi. Sebaliknya, jabatan tersebut harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata dia, keberadaan partai harus dapat dirasakan melalui kerja nyata, terutama dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menandaskan PKB harus terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika momentum pemilihan umum berlangsung.
Partai juga harus mampu mendampingi masyarakat ketika menghadapi kesulitan serta memberikan solusi atas persoalan yang mereka alami.
Ia juga meminta seluruh pengurus dan kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan mendengarkan aspirasi, memperjuangkan kepentingan rakyat dan memastikan keberadaan partai membawa manfaat nyata.
“Kita ingin menjadi partai yang tidak hanya hadir ketika pemilu tiba, tapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Kita ingin menjadi partai yang tidak hanya pandai berbicara tapi juga mampu bekerja, pandai berbuat dan memberikan bukti nyata,” tukasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengenakan baju hitam saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKB Kukar 2026-2031 (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kukar periode 2026-2031 di Hotel Grand Fatma, Kecamatan Tenggarong, Rabu (28/10/2026).
Ia menyampaikan keinginan kepada 53 pengurus DPC PKB yang baru saja dikukuhkan untuk dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan program Kukar Idaman Terbaik.
Aulia menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan partai politik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap pengurus yang baru dilantik ini bisa bekerja sama dengan baik dengan pemerintah daerah Kukar dalam mewujudkan program Kukar Idaman Terbaik yang merupakan visi besar Kukar 2025-2030,” ujar Aulia.
Selain mendukung program pembangunan, pemerintah daerah turut menyambut baik komitmen PKB untuk bersama-sama mendorong optimalisasi potensi daerah.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kukar perlu dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan kerja sama tersebut, berbagai potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Aulia menegaskan pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan visi pembangunan Kukar, sehingga komunikasi dan kolaborasi dengan partai politik dinilai perlu terus diperkuat agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik dan sudah disampaikan oleh Ketua DPW bahwa kita akan bersama-sama mendorong potensi-potensi yang ada di Kukar untuk sebesar-besarnya menghasilkan pendapatan asli daerah bagi Kukar,” terangnya.
Aulia menambahkan kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tapi juga harus bermuara pada kemakmuran masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Pemkab Kukar dan PKB dapat terjalin di seluruh tingkatan, mulai dari DPC, DPW hingga DPP.
“Dengan bergandengan tangan, berjalan bersama, bekerja sama antara pemerintah daerah Kukar dengan teman-teman PKB, maka Kukar akan bisa menjadi lebih baik lagi. Insyaallah semua mimpi kita bisa menjadi lebih baik,” harapnya.
Sementara Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin meminta 53 pengurus DPC PKB Kukar yang baru dikukuhkan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
Ia menekankan kader PKB harus mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan yang dijalankan kepala daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam merealisasikan seluruh rencana pembangunan, sehingga dukungan partai politik diperlukan agar program yang telah direncanakan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wajib hukumnya untuk menjadi garda terdepan dalam rangka mewujudkan semua program, rencana dan visi-misi Pak Bupati. Karena kami meyakini bahwa untuk mewujudkan semua itu tidak bisa sendirian Pak Bupati dan pemerintahannya. Tapi juga perlu dukungan, perlu support dari PKB,” tegas Syafruddin.
Di sisi lain, Ketua DPC PKB Kukar periode 2026-2031, Dedik Harianto menyatakan pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tidak menjadikan jabatan dalam partai sebagai sarana untuk mencari kepentingan pribadi. Sebaliknya, jabatan tersebut harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata dia, keberadaan partai harus dapat dirasakan melalui kerja nyata, terutama dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menandaskan PKB harus terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika momentum pemilihan umum berlangsung.
Partai juga harus mampu mendampingi masyarakat ketika menghadapi kesulitan serta memberikan solusi atas persoalan yang mereka alami.
Ia juga meminta seluruh pengurus dan kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan mendengarkan aspirasi, memperjuangkan kepentingan rakyat dan memastikan keberadaan partai membawa manfaat nyata.
“Kita ingin menjadi partai yang tidak hanya hadir ketika pemilu tiba, tapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Kita ingin menjadi partai yang tidak hanya pandai berbicara tapi juga mampu bekerja, pandai berbuat dan memberikan bukti nyata,” tukasnya. (Adv)
(Sf/Lo)