Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Galakkan Program Terang Kampongku, DPMD Kukar Bangunkan PLTS Komunal di Desa Tani Baru

    24 November 2024 pukul 19:00 WITA

    Arianto (kelima dari kiri) Bersama rombongan disela monitoring di Desa Tani Baru. (dok.DPMD Kukar)

    Tenggarong – Terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Bahkan,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto hadir langsung melakukan monitoring lapangan pada  Sabtu (23/11/2024).

    Arianto mengungkapkan di Desa Tani Baru ini pemukiman penduduknya terpisah-pisah, yaitu ada tiga dusun yang terpisah-pisah sehingga layanan listrik PLN tidak bisa menyentuh kepada masyarakat.

    Dengan demikian kebijakan Pemkab Kukar melalui DPMD yaitu program Terang Kampongku sangat tepat membangun PLTS komunal, dan yang baru bisa dibangun PLTS komunal itu baru satu dusun, sedangkan untuk dusun satunya lagi tidak bisa dibangun PLTS komunal, karena rumah penduduknya mengikuti usaha tambak perikanan yang mereka punya.

    “Nah ini kita menemukan lagi kesulitan-kesulitan dalam upaya memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat Kutai Kartanegara. Namun kita tidak boleh menyerah harus kita tetap layani jadi untuk masyarakat yang tidak bisa diberikan listrik oleh PLN kita fasilitasi menggunakan PLTS komunal,” terangnya.

    Namun kebijakan ini dipertuntukkan bagi kawasan permukiman yang berkelompok, kemudian penduduk yang pemukimannya terpencar itu nanti difasilitasi dengan tenaga surya perseorangan, sehingga semua masyarakat bisa mendapatkan listrik. 

    “Makanya kami kemarin dengan konsultan dengan pemerintah desa dan penyedia itu sudah membuat schedule (jadwal), karena membangun PLTS komunal itu harus ada panggungnya, karena ada di daerah air dan kita bersepakat 10 hari selesai, kemudian setelah itu baru dipasang alat elektrofikasinya dan itu kan tinggal memasang saja lagi makanya kita menyepakati bahwa nanti paling lambat tanggal 5 itu sudah selesai,” ujarnya.

    Kemudian ketika pembangunan panggungnya sudah tuntas maka tanggal 6 Desember 2024 sudah mulai dikerjakan elektrofikasinya, sambil berjalan dikerjakan juga Penerangan Jalan Umum (PJU) nya dan jaringan instalasi rumah-rumah warga di sana. Ditekankan dan dijadwalkan seperti ini sehingga target di pertengahan Desember itu bisa tercapai. Arianto berharap semua pihak harus terlibat karena kalau tidak seperti itu maka ada mis-komunikasi misalnya elektrofikasi sudah siap ternyata untuk panggungnya belum siap. (Adv)

    (Sf/Mz)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Galakkan Program Terang Kampongku, DPMD Kukar Bangunkan PLTS Komunal di Desa Tani Baru

    24 November 2024 pukul 19:00 WITA

    Arianto (kelima dari kiri) Bersama rombongan disela monitoring di Desa Tani Baru. (dok.DPMD Kukar)

    Tenggarong – Terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Bahkan,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto hadir langsung melakukan monitoring lapangan pada  Sabtu (23/11/2024).

    Arianto mengungkapkan di Desa Tani Baru ini pemukiman penduduknya terpisah-pisah, yaitu ada tiga dusun yang terpisah-pisah sehingga layanan listrik PLN tidak bisa menyentuh kepada masyarakat.

    Dengan demikian kebijakan Pemkab Kukar melalui DPMD yaitu program Terang Kampongku sangat tepat membangun PLTS komunal, dan yang baru bisa dibangun PLTS komunal itu baru satu dusun, sedangkan untuk dusun satunya lagi tidak bisa dibangun PLTS komunal, karena rumah penduduknya mengikuti usaha tambak perikanan yang mereka punya.

    “Nah ini kita menemukan lagi kesulitan-kesulitan dalam upaya memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat Kutai Kartanegara. Namun kita tidak boleh menyerah harus kita tetap layani jadi untuk masyarakat yang tidak bisa diberikan listrik oleh PLN kita fasilitasi menggunakan PLTS komunal,” terangnya.

    Namun kebijakan ini dipertuntukkan bagi kawasan permukiman yang berkelompok, kemudian penduduk yang pemukimannya terpencar itu nanti difasilitasi dengan tenaga surya perseorangan, sehingga semua masyarakat bisa mendapatkan listrik. 

    “Makanya kami kemarin dengan konsultan dengan pemerintah desa dan penyedia itu sudah membuat schedule (jadwal), karena membangun PLTS komunal itu harus ada panggungnya, karena ada di daerah air dan kita bersepakat 10 hari selesai, kemudian setelah itu baru dipasang alat elektrofikasinya dan itu kan tinggal memasang saja lagi makanya kita menyepakati bahwa nanti paling lambat tanggal 5 itu sudah selesai,” ujarnya.

    Kemudian ketika pembangunan panggungnya sudah tuntas maka tanggal 6 Desember 2024 sudah mulai dikerjakan elektrofikasinya, sambil berjalan dikerjakan juga Penerangan Jalan Umum (PJU) nya dan jaringan instalasi rumah-rumah warga di sana. Ditekankan dan dijadwalkan seperti ini sehingga target di pertengahan Desember itu bisa tercapai. Arianto berharap semua pihak harus terlibat karena kalau tidak seperti itu maka ada mis-komunikasi misalnya elektrofikasi sudah siap ternyata untuk panggungnya belum siap. (Adv)

    (Sf/Mz)