Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dua Pusat Kawasan Pertanian Terpadu di Kukar Tunggu Kelengkapan Sarana hingga 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 21:38 WITA

    Kepala Disketapang Kukar, Ananias (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemkab Kukar belum meresmikan dua Pusat Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) yang dibangun di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan pembangunan fisik bangunan di kedua kawasan tersebut telah selesai. 

    Namun, sejumlah sarana pendukung masih perlu dilengkapi dan ditargetkan berlanjut pada 2027 mendatang.

    “Jadi baru bangunannya yang selesai, sementara sarana-sarana pendukung di dalamnya belum,” ujar Ananias, Sabtu (10/10/2026).

    Ia menjelaskan peresmian belum dapat dilaksanakan karena sejumlah faktor, termasuk kondisi kemarau panjang yang berdampak pada aktivitas di kawasan tersebut. 

    Selain kondisi kemarau yang panjang, keterbatasan sumber air turut menghambat pelaksanaan kegiatan pertanian.

    Meski dihadapkan dengan beberapa faktor tersebut, kedua kawasan itu diketahui mulai dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). 

    Bahkan, Asisten II Setkab Kukar juga sempat menghadiri kegiatan diseminasi teknologi di lokasi tersebut.

    Ananias menyebut pembangunan KPT diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan agroindustri, agroteknologi, agrobisnis hingga agrowisata.

    Melalui konsep tersebut, KWT tidak hanya difungsikan sebagai tempat budi daya, tapi juga menjadi lokasi pengolahan dan pengemasan hasil pertanian, pendidikan, pelatihan serta wisata berbasis pertanian.

    “Harapan kami, kawasan pertanian terpadu ini bisa menjadi pusat agroindustri, agroteknologi, agrobisnis dan juga agrowisata,” jelasnya.

    Guna mendukung pengembangan KWT, Disketapang Kukar juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan UGM.

    Kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui penempatan mahasiswa KKN di dua lokasi KPT. Inovasi dan teknologi yang dikembangkan mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan prototipe yang berpotensi diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

    “Setiap ada program KKN, kami minta dilaksanakan di dua KPT ini. Sehingga teknologi atau inovasi yang dibuat mahasiswa bisa menjadi prototipe. Kalau memang memiliki peluang untuk dikembangkan, akan kami coba tindaklanjuti,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dua Pusat Kawasan Pertanian Terpadu di Kukar Tunggu Kelengkapan Sarana hingga 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 21:38 WITA

    Kepala Disketapang Kukar, Ananias (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemkab Kukar belum meresmikan dua Pusat Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) yang dibangun di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan pembangunan fisik bangunan di kedua kawasan tersebut telah selesai. 

    Namun, sejumlah sarana pendukung masih perlu dilengkapi dan ditargetkan berlanjut pada 2027 mendatang.

    “Jadi baru bangunannya yang selesai, sementara sarana-sarana pendukung di dalamnya belum,” ujar Ananias, Sabtu (10/10/2026).

    Ia menjelaskan peresmian belum dapat dilaksanakan karena sejumlah faktor, termasuk kondisi kemarau panjang yang berdampak pada aktivitas di kawasan tersebut. 

    Selain kondisi kemarau yang panjang, keterbatasan sumber air turut menghambat pelaksanaan kegiatan pertanian.

    Meski dihadapkan dengan beberapa faktor tersebut, kedua kawasan itu diketahui mulai dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). 

    Bahkan, Asisten II Setkab Kukar juga sempat menghadiri kegiatan diseminasi teknologi di lokasi tersebut.

    Ananias menyebut pembangunan KPT diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan agroindustri, agroteknologi, agrobisnis hingga agrowisata.

    Melalui konsep tersebut, KWT tidak hanya difungsikan sebagai tempat budi daya, tapi juga menjadi lokasi pengolahan dan pengemasan hasil pertanian, pendidikan, pelatihan serta wisata berbasis pertanian.

    “Harapan kami, kawasan pertanian terpadu ini bisa menjadi pusat agroindustri, agroteknologi, agrobisnis dan juga agrowisata,” jelasnya.

    Guna mendukung pengembangan KWT, Disketapang Kukar juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan UGM.

    Kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui penempatan mahasiswa KKN di dua lokasi KPT. Inovasi dan teknologi yang dikembangkan mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan prototipe yang berpotensi diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

    “Setiap ada program KKN, kami minta dilaksanakan di dua KPT ini. Sehingga teknologi atau inovasi yang dibuat mahasiswa bisa menjadi prototipe. Kalau memang memiliki peluang untuk dikembangkan, akan kami coba tindaklanjuti,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)