Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPPKB Kukar Lakukan Pendampingan Kepada Keluarga Berisiko Stunting

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    31 Maret 2024 pukul 15:08 WITA

    Sekretaris DPPKB Kukar, Mastukhah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dalam upaya menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar terus melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting.

    Sekretaris DPPKB Kukar Mastukhah mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, PKK, kader KB. Sasaran pendampingan tersebut yakni, pasangan suami - istri, ibu hamil, balita hingga pasca bersalin.

    "Kita lakukan pendampingan sejak awal, mendatangi sasaran target dan memastikan data keluarga yang berisiko stunting kemudian membuat laporan melewati elektronik siap nikah dan hamil (Elsimil)," kata Mastukhah Sabtu (30/3/2024).

    Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Pravelensi stunting nasional pada 2022 lalu 21,5 persen, namun pada 2023 mengalami penurunan hanya 0,1 persen. Sedangkan pravalensi stunting di Kaltim pada 2023 mencapai 22,9 persen.

    "Untuk prevalensi stunting di Kukar pada 2022 lalu itu sekitar 27,1 persen, sedangkan pada 2023 belum bisa dilihat," ujarnya.

    Ia berharap, dengan berbagai upaya tersebut dapat menekan angka stunting di Kukar, bahkan tidak ada lagi anak anak Kukar yang mengalami stunting.

    "Kami berharap, semua pihak bisa terlibat dalam menangani stunting. Sehingga bisa mencapai target 14 persen sama dengan target nasional," pungkasnya.

    (Adv/Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPPKB Kukar Lakukan Pendampingan Kepada Keluarga Berisiko Stunting

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    31 Maret 2024 pukul 15:08 WITA

    Sekretaris DPPKB Kukar, Mastukhah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dalam upaya menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar terus melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting.

    Sekretaris DPPKB Kukar Mastukhah mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, PKK, kader KB. Sasaran pendampingan tersebut yakni, pasangan suami - istri, ibu hamil, balita hingga pasca bersalin.

    "Kita lakukan pendampingan sejak awal, mendatangi sasaran target dan memastikan data keluarga yang berisiko stunting kemudian membuat laporan melewati elektronik siap nikah dan hamil (Elsimil)," kata Mastukhah Sabtu (30/3/2024).

    Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Pravelensi stunting nasional pada 2022 lalu 21,5 persen, namun pada 2023 mengalami penurunan hanya 0,1 persen. Sedangkan pravalensi stunting di Kaltim pada 2023 mencapai 22,9 persen.

    "Untuk prevalensi stunting di Kukar pada 2022 lalu itu sekitar 27,1 persen, sedangkan pada 2023 belum bisa dilihat," ujarnya.

    Ia berharap, dengan berbagai upaya tersebut dapat menekan angka stunting di Kukar, bahkan tidak ada lagi anak anak Kukar yang mengalami stunting.

    "Kami berharap, semua pihak bisa terlibat dalam menangani stunting. Sehingga bisa mencapai target 14 persen sama dengan target nasional," pungkasnya.

    (Adv/Sf/Rs)