Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Sekretaris DPMPTSP Kukar, Sri Ridayani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengejar target realisasi investasi sekitar Rp16 triliun pada 2026.
Sekretaris DPMPTSP Kukar, Sri Ridayani mengatakan realisasi investasi hingga triwulan III atau September 2026 tercatat baru mencapai Rp4,8 triliun.
Capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar target investasi yang ditetapkan tahun ini dapat tercapai.
Terlebih, Pemkab Kukar mulai mendorong pergeseran investasi dari sektor ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif melalui pengembangan hilirisasi produk unggulan daerah.
“Rata-rata investasi masih didominasi sektor perkebunan. Namun, ke depan kita tidak hanya berfokus pada sektor ekstraktif, tapi juga mendorong sektor non-ekstraktif melalui hilirisasi,” ujar Sri, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan Kukar.
Salah satunya melalui pengolahan kelapa sawit menjadi berbagai produk turunan, tidak hanya berhenti pada bahan baku atau produk setengah jadi.
Sebagai contoh, kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng hingga produk turunan lainnya, seperti bahan kosmetik.
Pengembangan produk jadi tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Menurutnya, upaya mendorong investasi pada sektor non-ekstraktif masih memerlukan pemetaan potensi wilayah dan komoditas yang dapat dikembangkan.
Langkah ini diperlukan agar pengembangan hilirisasi berjalan terarah sesuai potensi sumber daya yang dimiliki Kukar.
“Kita masih dalam tahap pemetaan untuk menentukan arah pengembangan hilirisasi ke depan. Bahan baku seperti batu bara dan kelapa sawit perlu kita pikirkan bagaimana pengembangan industri turunannya, sehingga memiliki nilai tambah,” terangnya.
Sri menambahkan pemerintah daerah terus mengupayakan langkah strategis untuk mendorong pengembangan sektor tersebut.
Dengan begitu, investasi di Kukar diharapkan tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, tapi juga berkembang pada industri pengolahan yang memberikan nilai tambah. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Sekretaris DPMPTSP Kukar, Sri Ridayani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengejar target realisasi investasi sekitar Rp16 triliun pada 2026.
Sekretaris DPMPTSP Kukar, Sri Ridayani mengatakan realisasi investasi hingga triwulan III atau September 2026 tercatat baru mencapai Rp4,8 triliun.
Capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar target investasi yang ditetapkan tahun ini dapat tercapai.
Terlebih, Pemkab Kukar mulai mendorong pergeseran investasi dari sektor ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif melalui pengembangan hilirisasi produk unggulan daerah.
“Rata-rata investasi masih didominasi sektor perkebunan. Namun, ke depan kita tidak hanya berfokus pada sektor ekstraktif, tapi juga mendorong sektor non-ekstraktif melalui hilirisasi,” ujar Sri, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan Kukar.
Salah satunya melalui pengolahan kelapa sawit menjadi berbagai produk turunan, tidak hanya berhenti pada bahan baku atau produk setengah jadi.
Sebagai contoh, kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng hingga produk turunan lainnya, seperti bahan kosmetik.
Pengembangan produk jadi tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Menurutnya, upaya mendorong investasi pada sektor non-ekstraktif masih memerlukan pemetaan potensi wilayah dan komoditas yang dapat dikembangkan.
Langkah ini diperlukan agar pengembangan hilirisasi berjalan terarah sesuai potensi sumber daya yang dimiliki Kukar.
“Kita masih dalam tahap pemetaan untuk menentukan arah pengembangan hilirisasi ke depan. Bahan baku seperti batu bara dan kelapa sawit perlu kita pikirkan bagaimana pengembangan industri turunannya, sehingga memiliki nilai tambah,” terangnya.
Sri menambahkan pemerintah daerah terus mengupayakan langkah strategis untuk mendorong pengembangan sektor tersebut.
Dengan begitu, investasi di Kukar diharapkan tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, tapi juga berkembang pada industri pengolahan yang memberikan nilai tambah. (Adv)
(Sf/Lo)