Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi penggunaan internet di ponsel pribadi (Dok: pixabay)
Tenggarong – Sebanyak 3.212 rukun tetangga (RT) di Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang mendapat akses internet gratis.
Rencana tersebut tengah diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan memanfaatkan sebagian anggaran Program RT-KU Terbaik untuk pengadaan perangkat internet dan pembayaran kuota selama tiga bulan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan kebutuhan anggaran untuk penyediaan perangkat hingga kuota internet diperkirakan memakan dana sekitar Rp12 juta.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif kegiatan yang dipertimbangkan setelah alokasi Program RT-KU Terbaik tahun ini ditetapkan sebesar Rp50 juta per RT.
“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” ujar Arianto, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, gagasan tersebut muncul dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan program yang relatif singkat.
Pemerintah daerah menargetkan Program RT-KU Terbaik mulai berjalan pada Oktober 2026, sehingga diperlukan kegiatan yang bisa disiapkan dalam waktu terbatas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
DPMD Kukar pun mendorong adanya kegiatan yang dapat diterapkan secara serentak di lingkungan RT.
Kata Arianto, penyediaan akses internet menjadi salah satu opsi yang dinilai berpotensi menjangkau masyarakat secara luas.
“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” terangnya.
Arianto menyampaikan rencana penyediaan internet gratis belum menjadi keputusan final. Kini, DPMD masih perlu menyimulasikan skema pembiayaan dan memastikan usulan tersebut mendapat persetujuan pimpinan, sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta arah kebijakan Bupati Kukar.
“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi penggunaan internet di ponsel pribadi (Dok: pixabay)
Tenggarong – Sebanyak 3.212 rukun tetangga (RT) di Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang mendapat akses internet gratis.
Rencana tersebut tengah diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan memanfaatkan sebagian anggaran Program RT-KU Terbaik untuk pengadaan perangkat internet dan pembayaran kuota selama tiga bulan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan kebutuhan anggaran untuk penyediaan perangkat hingga kuota internet diperkirakan memakan dana sekitar Rp12 juta.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif kegiatan yang dipertimbangkan setelah alokasi Program RT-KU Terbaik tahun ini ditetapkan sebesar Rp50 juta per RT.
“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” ujar Arianto, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, gagasan tersebut muncul dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan program yang relatif singkat.
Pemerintah daerah menargetkan Program RT-KU Terbaik mulai berjalan pada Oktober 2026, sehingga diperlukan kegiatan yang bisa disiapkan dalam waktu terbatas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
DPMD Kukar pun mendorong adanya kegiatan yang dapat diterapkan secara serentak di lingkungan RT.
Kata Arianto, penyediaan akses internet menjadi salah satu opsi yang dinilai berpotensi menjangkau masyarakat secara luas.
“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” terangnya.
Arianto menyampaikan rencana penyediaan internet gratis belum menjadi keputusan final. Kini, DPMD masih perlu menyimulasikan skema pembiayaan dan memastikan usulan tersebut mendapat persetujuan pimpinan, sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta arah kebijakan Bupati Kukar.
“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)