Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto mengingatkan pentingnya posyandu sebagai agenda prioritas utama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di desa dan kelurahan.
Ia menyebut posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat dan keberadaannya dianggap sebagai langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh di Kukar.
“Kami berkomitmen akan terus melatih kader posyandu, kemudian untuk sarana pendukung kami akan tambah secara bertahap,” kata Arianto, Jumat (19/9/2025).
Arianto menegaskan Pemkab Kukar tetap berkomitmen melanjutkan program ini, meskipun adanya keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Ia menjelaskan pada 2025 ditargetkan sekitar 700 kader posyandu akan mendapatkan pelatihan. Sementara untuk jumlah peserta per desa akan disesuaikan, yang tadinya hanya dua orang, kini menjadi satu kader.
Arianto menilai kualitas layanan sangat bergantung pada kesiapan para kader-kader. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, hingga edukasi kesehatan.
“Program ini sudah berjalan sejak 2023 lalu, setiap posyandu memiliki minimal dua kader yang dibina dengan rutin. Kekuatan kader ini yang jadi fondasi utama keberhasilan layanan kesehatan di Kukar,” ucapnya.
Kata dia, pada akhir 2024 DPMD Kukar telah merealisasikan sekitar 799 unit Posyandu di setiap wilayah. Sementara pada 2025 ada 16 unit posyandu baru yang akan dibangun.
Pembangunan ini akan fokus kepada lokasi yang mempunyai angka kunjungan balita dan ibu hamil yang tinggi.
"Kami sedang merencanakan dan saya akui masih ada kendala di lahan. Kami ingin menumbuhkan sinergi dengan pemerintah desa, khususnya masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur posyandu ini," ujarnya.
Ia berharap dengan peningkatan yang telah dijalankan dapat mencapai target sesuai dengan visi Program Kukar Idaman Terbaik, yakni masyarakat tangguh, sehat dan mandiri mulai dari tingkat desa.
Semoga dengan penguatan posyandu, masyarakat desa dan kelurahan dapat memperoleh akses layanan kesehatan dasar yang lebih baik, sehingga kesehatan masyarakat dapat meningkat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto mengingatkan pentingnya posyandu sebagai agenda prioritas utama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di desa dan kelurahan.
Ia menyebut posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat dan keberadaannya dianggap sebagai langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh di Kukar.
“Kami berkomitmen akan terus melatih kader posyandu, kemudian untuk sarana pendukung kami akan tambah secara bertahap,” kata Arianto, Jumat (19/9/2025).
Arianto menegaskan Pemkab Kukar tetap berkomitmen melanjutkan program ini, meskipun adanya keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Ia menjelaskan pada 2025 ditargetkan sekitar 700 kader posyandu akan mendapatkan pelatihan. Sementara untuk jumlah peserta per desa akan disesuaikan, yang tadinya hanya dua orang, kini menjadi satu kader.
Arianto menilai kualitas layanan sangat bergantung pada kesiapan para kader-kader. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, hingga edukasi kesehatan.
“Program ini sudah berjalan sejak 2023 lalu, setiap posyandu memiliki minimal dua kader yang dibina dengan rutin. Kekuatan kader ini yang jadi fondasi utama keberhasilan layanan kesehatan di Kukar,” ucapnya.
Kata dia, pada akhir 2024 DPMD Kukar telah merealisasikan sekitar 799 unit Posyandu di setiap wilayah. Sementara pada 2025 ada 16 unit posyandu baru yang akan dibangun.
Pembangunan ini akan fokus kepada lokasi yang mempunyai angka kunjungan balita dan ibu hamil yang tinggi.
"Kami sedang merencanakan dan saya akui masih ada kendala di lahan. Kami ingin menumbuhkan sinergi dengan pemerintah desa, khususnya masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur posyandu ini," ujarnya.
Ia berharap dengan peningkatan yang telah dijalankan dapat mencapai target sesuai dengan visi Program Kukar Idaman Terbaik, yakni masyarakat tangguh, sehat dan mandiri mulai dari tingkat desa.
Semoga dengan penguatan posyandu, masyarakat desa dan kelurahan dapat memperoleh akses layanan kesehatan dasar yang lebih baik, sehingga kesehatan masyarakat dapat meningkat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)