Seputar Fakta
    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    DP2KB Kukar Sosialisasikan Program Pembangunan Keluarga Lewat Program Toko Kencana

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 November 2026 pukul 17:16 WITA

    DP2KB Kukar saat membuka toko kencana di CFD Simpang Odah Etam (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana (Toko Kencana).

    Program ini menjadi sarana penyampaian informasi tentang perencanaan keluarga, kesehatan hingga pencegahan stunting. 

    Kegiatannya menyasar keluarga, pasangan usia subur, remaja, ibu hamil, calon pengantin hingga lanjut usia (lansia).

    Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati mengatakan kehadiran Toko Kencana bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

    “Kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana membangun keluarga yang produktif. Setiap anggota keluarga diharapkan bisa berkontribusi terhadap kesehatan dan pembangunan keluarga,” ujar Sri saat di kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang Odah Etam, Tenggarong, Minggu (1/11/2026).

    Ia menjelaskan Toko Kencana mulai dijalankan pada 2020 lalu. Namun, kegiatan edukasi secara langsung di ruang publik, seperti CFD baru dimulai pada 2022.

    Selain melalui kegiatan luar ruangan, edukasi juga dilakukan di kantor DP2KB Kukar melalui podcast. Sri menyebut materi yang disampaikan setiap bidang kemudian dibagikan melalui media sosial agar bisa menjangkau masyarakat di kecamatan.

    Pelaksanaan Toko Kencana di CFD dijadwalkan satu kali dalam sebulan. Setiap kegiatan melibatkan bidang yang berbeda secara bergantian agar seluruh program DP2KB dapat disampaikan kepada masyarakat.

    Ia mengatakan keluarga berencana selama ini masih sering dipahami masyarakat sebatas penggunaan alat kontrasepsi. Padahal, program tersebut juga mencakup perencanaan kehamilan dan kehidupan berkeluarga.

    “Jadi keluarga berencana bukan hanya soal kontrasepsi. Di dalamnya juga ada perencanaan kehamilan dan bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga,” jelasnya.

    Dalam menjalankan program tersebut, DP2KB Kukar juga dibantu penyuluh keluarga berencana (KB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB). 

    Mereka memiliki tugas memberikan edukasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.

    Para penyuluh juga terlibat dalam sejumlah program, seperti Sekolah Siaga Kependudukan dan Kampung Keluarga Berkualitas serta kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

    Tapi jumlah tenaga penyuluh yang tersedia masih terbatas. Tercatat saat ini DP2KB Kukar hanya memiliki 48 penyuluh untuk menjangkau 20 kecamatan.

    “Jumlah penyuluh kita masih sangat kurang. Bahkan, ada kecamatan yang wilayah desanya cukup banyak, tapi hanya dilayani satu penyuluh,” ungkapnya.

    Meski kekurangan jumlah penyuluh, edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan melalui kegiatan pembinaan kelompok di masing-masing kecamatan. 

    Dengan begitu, informasi mengenai perencanaan dan pembangunan keluarga dapat terus disampaikan hingga tingkat desa dan kelurahan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    DP2KB Kukar Sosialisasikan Program Pembangunan Keluarga Lewat Program Toko Kencana

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 November 2026 pukul 17:16 WITA

    DP2KB Kukar saat membuka toko kencana di CFD Simpang Odah Etam (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana (Toko Kencana).

    Program ini menjadi sarana penyampaian informasi tentang perencanaan keluarga, kesehatan hingga pencegahan stunting. 

    Kegiatannya menyasar keluarga, pasangan usia subur, remaja, ibu hamil, calon pengantin hingga lanjut usia (lansia).

    Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati mengatakan kehadiran Toko Kencana bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

    “Kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana membangun keluarga yang produktif. Setiap anggota keluarga diharapkan bisa berkontribusi terhadap kesehatan dan pembangunan keluarga,” ujar Sri saat di kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang Odah Etam, Tenggarong, Minggu (1/11/2026).

    Ia menjelaskan Toko Kencana mulai dijalankan pada 2020 lalu. Namun, kegiatan edukasi secara langsung di ruang publik, seperti CFD baru dimulai pada 2022.

    Selain melalui kegiatan luar ruangan, edukasi juga dilakukan di kantor DP2KB Kukar melalui podcast. Sri menyebut materi yang disampaikan setiap bidang kemudian dibagikan melalui media sosial agar bisa menjangkau masyarakat di kecamatan.

    Pelaksanaan Toko Kencana di CFD dijadwalkan satu kali dalam sebulan. Setiap kegiatan melibatkan bidang yang berbeda secara bergantian agar seluruh program DP2KB dapat disampaikan kepada masyarakat.

    Ia mengatakan keluarga berencana selama ini masih sering dipahami masyarakat sebatas penggunaan alat kontrasepsi. Padahal, program tersebut juga mencakup perencanaan kehamilan dan kehidupan berkeluarga.

    “Jadi keluarga berencana bukan hanya soal kontrasepsi. Di dalamnya juga ada perencanaan kehamilan dan bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga,” jelasnya.

    Dalam menjalankan program tersebut, DP2KB Kukar juga dibantu penyuluh keluarga berencana (KB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB). 

    Mereka memiliki tugas memberikan edukasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.

    Para penyuluh juga terlibat dalam sejumlah program, seperti Sekolah Siaga Kependudukan dan Kampung Keluarga Berkualitas serta kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

    Tapi jumlah tenaga penyuluh yang tersedia masih terbatas. Tercatat saat ini DP2KB Kukar hanya memiliki 48 penyuluh untuk menjangkau 20 kecamatan.

    “Jumlah penyuluh kita masih sangat kurang. Bahkan, ada kecamatan yang wilayah desanya cukup banyak, tapi hanya dilayani satu penyuluh,” ungkapnya.

    Meski kekurangan jumlah penyuluh, edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan melalui kegiatan pembinaan kelompok di masing-masing kecamatan. 

    Dengan begitu, informasi mengenai perencanaan dan pembangunan keluarga dapat terus disampaikan hingga tingkat desa dan kelurahan. (Adv)

    (Sf/Lo)