
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi kampung nelayan (Dok: freepik)
Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan kawasan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Pada tahun ini, sebanyak sembilan titik di Kukar masuk dalam program pembangunan yang kini seluruhnya telah berprogres secara fisik.
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam pelaksanaannya, DKP Kukar berperan menyiapkan dan mengusulkan lokasi, termasuk memastikan ketersediaan lahan yang dibutuhkan.
"Saat ini ada sembilan titik dan semuanya sudah berprogres untuk pembangunan fisiknya," ujar Muslik, Kamis (5/11/2026).
Sembilan titik tersebut berada di Desa Gersik dan Tanjung Limau di Kecamatan Marangkayu, Kecamatan Muara Badak, Kecamatan Anggana.
Kemudian Desa Andil Terusan, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kuala Samboja, Sangkuliman di Kecamatan Kota Bangun, Desa Semayang di Kecamatan Kenohan serta Desa Jantur di Kecamatan Muara Muntai.
Muslik menjelaskan pengembangan kawasan tersebut memiliki sejumlah persyaratan, yakni wilayah yang diusulkan harus memiliki mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan.
Tidak hanya itu, desa atau kelurahan juga harus menyiapkan lahan dengan status clean and clear atau tidak bermasalah.
"Pemda hanya menyiapkan lahannya untuk kesiapan titik-titik itu, sedangkan pembangunan fisiknya langsung dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelasnya.
Selain sembilan lokasi yang sedang berjalan, DKP Kukar juga telah mengusulkan pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di enam titik pada 2027 mendatang.
Beberapa wilayah yang diusulkan yakni berada di Desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Pulau Harapan, Kecamatan Muara Muntai dan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.
Muslik menyebut Kukar memiliki sekitar 49 desa dan kelurahan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan.
Karenanya, pengembangan program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah pesisir dan perikanan.
"Kita berharap kampung-kampung nelayan ini bisa menjadi penggerak utama sektor perikanan daerah. Tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi kampung nelayan (Dok: freepik)
Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan kawasan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Pada tahun ini, sebanyak sembilan titik di Kukar masuk dalam program pembangunan yang kini seluruhnya telah berprogres secara fisik.
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam pelaksanaannya, DKP Kukar berperan menyiapkan dan mengusulkan lokasi, termasuk memastikan ketersediaan lahan yang dibutuhkan.
"Saat ini ada sembilan titik dan semuanya sudah berprogres untuk pembangunan fisiknya," ujar Muslik, Kamis (5/11/2026).
Sembilan titik tersebut berada di Desa Gersik dan Tanjung Limau di Kecamatan Marangkayu, Kecamatan Muara Badak, Kecamatan Anggana.
Kemudian Desa Andil Terusan, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kuala Samboja, Sangkuliman di Kecamatan Kota Bangun, Desa Semayang di Kecamatan Kenohan serta Desa Jantur di Kecamatan Muara Muntai.
Muslik menjelaskan pengembangan kawasan tersebut memiliki sejumlah persyaratan, yakni wilayah yang diusulkan harus memiliki mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan.
Tidak hanya itu, desa atau kelurahan juga harus menyiapkan lahan dengan status clean and clear atau tidak bermasalah.
"Pemda hanya menyiapkan lahannya untuk kesiapan titik-titik itu, sedangkan pembangunan fisiknya langsung dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelasnya.
Selain sembilan lokasi yang sedang berjalan, DKP Kukar juga telah mengusulkan pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di enam titik pada 2027 mendatang.
Beberapa wilayah yang diusulkan yakni berada di Desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Pulau Harapan, Kecamatan Muara Muntai dan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman.
Muslik menyebut Kukar memiliki sekitar 49 desa dan kelurahan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan.
Karenanya, pengembangan program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah pesisir dan perikanan.
"Kita berharap kampung-kampung nelayan ini bisa menjadi penggerak utama sektor perikanan daerah. Tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)