Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dispar Kukar Siapkan Metode Baru Hitung Kunjungan Wisatawan di Erau 2026

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 21:52 WITA

    Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan metode baru untuk menghitung jumlah kunjungan wisatawan selama Festival Erau Adat Kutai yang berlangsung pada 20-27 September 2026.

    Jika selama ini pendataan masih dilakukan secara manual, Dispar Kukar kini menjajaki pemanfaatan data dari penyedia layanan telekomunikasi untuk mengetahui gambaran jumlah dan pergerakan pengunjung di kawasan kegiatan.

    Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan pemanfaatan data provider diharapkan dapat menghasilkan pencatatan jumlah pengunjung yang lebih terukur.

    “Selama Erau berlangsung pendataan masih dilakukan secara manual. Maka dari itu, untuk Erau 2026 kali ini, kami coba lihat kemungkinan menggunakan data dari provider agar jumlah orang yang berada di kawasan kegiatan bisa tergambar jelas,” ujar Agus, Senin (21/9/2026).

    Menurutnya, data aktivitas perangkat telekomunikasi yang berada di sekitar lokasi kegiatan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kepadatan pengunjung selama Erau berlangsung.

    Data tersebut nantinya juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kunjungan wisatawan pada pelaksanaan Erau berikutnya.

    Upaya memperbaiki sistem pendataan ini dilakukan bersamaan dengan target kunjungan Erau 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sekitar 40 ribu pengunjung.

    Sementara, jumlah wisatawan yang tercatat pada pelaksanaan Erau tahun sebelumnya berada di kisaran 20 ribu orang.

    Untuk mendukung peningkatan kunjungan, Dispar Kukar juga terus menggenjot promosi melalui sejumlah kanal digital.

    Salah satunya melalui akun Instagram @VisitingKutaiKartanegara yang menyediakan berbagai informasi bagi wisatawan, mulai dari pilihan tempat menginap, kuliner, nomor kontak hingga daftar menu.

    Ketersediaan informasi tersebut diharapkan dapat membantu wisatawan menentukan kebutuhan selama berada di Kukar, termasuk memilih akomodasi dan tempat makan sesuai kebutuhan maupun anggaran.

    Agus mengatakan promosi dan penyediaan informasi bagi wisatawan tetap menjadi bagian penting untuk mendukung pencapaian target kunjungan Erau tahun ini.

    “Target dari Kementerian Pariwisata tahun ini sekitar 40 ribu pengunjung, sedangkan tahun lalu kita berada di kisaran 20 ribu. Karena itu promosi tetap kami dorong, sekaligus informasi bagi wisatawan terus kami lengkapi melalui kanal digital yang tersedia,” jelasnya.

    Menurutnya, pembenahan pendataan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata karena pemerintah daerah membutuhkan data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

    Ia berharap pemanfaatan data telekomunikasi dapat menjadi awal dari sistem pencatatan kunjungan wisatawan yang lebih akurat.

    “Jadi bukan hanya bagaimana jumlah pengunjungnya bertambah, tetapi kami juga ingin mendapatkan data yang lebih akurat. Kalau jumlah orang di suatu kawasan bisa terbaca dari data provider, hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan Erau ke depan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dispar Kukar Siapkan Metode Baru Hitung Kunjungan Wisatawan di Erau 2026

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 21:52 WITA

    Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan metode baru untuk menghitung jumlah kunjungan wisatawan selama Festival Erau Adat Kutai yang berlangsung pada 20-27 September 2026.

    Jika selama ini pendataan masih dilakukan secara manual, Dispar Kukar kini menjajaki pemanfaatan data dari penyedia layanan telekomunikasi untuk mengetahui gambaran jumlah dan pergerakan pengunjung di kawasan kegiatan.

    Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan pemanfaatan data provider diharapkan dapat menghasilkan pencatatan jumlah pengunjung yang lebih terukur.

    “Selama Erau berlangsung pendataan masih dilakukan secara manual. Maka dari itu, untuk Erau 2026 kali ini, kami coba lihat kemungkinan menggunakan data dari provider agar jumlah orang yang berada di kawasan kegiatan bisa tergambar jelas,” ujar Agus, Senin (21/9/2026).

    Menurutnya, data aktivitas perangkat telekomunikasi yang berada di sekitar lokasi kegiatan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kepadatan pengunjung selama Erau berlangsung.

    Data tersebut nantinya juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kunjungan wisatawan pada pelaksanaan Erau berikutnya.

    Upaya memperbaiki sistem pendataan ini dilakukan bersamaan dengan target kunjungan Erau 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sekitar 40 ribu pengunjung.

    Sementara, jumlah wisatawan yang tercatat pada pelaksanaan Erau tahun sebelumnya berada di kisaran 20 ribu orang.

    Untuk mendukung peningkatan kunjungan, Dispar Kukar juga terus menggenjot promosi melalui sejumlah kanal digital.

    Salah satunya melalui akun Instagram @VisitingKutaiKartanegara yang menyediakan berbagai informasi bagi wisatawan, mulai dari pilihan tempat menginap, kuliner, nomor kontak hingga daftar menu.

    Ketersediaan informasi tersebut diharapkan dapat membantu wisatawan menentukan kebutuhan selama berada di Kukar, termasuk memilih akomodasi dan tempat makan sesuai kebutuhan maupun anggaran.

    Agus mengatakan promosi dan penyediaan informasi bagi wisatawan tetap menjadi bagian penting untuk mendukung pencapaian target kunjungan Erau tahun ini.

    “Target dari Kementerian Pariwisata tahun ini sekitar 40 ribu pengunjung, sedangkan tahun lalu kita berada di kisaran 20 ribu. Karena itu promosi tetap kami dorong, sekaligus informasi bagi wisatawan terus kami lengkapi melalui kanal digital yang tersedia,” jelasnya.

    Menurutnya, pembenahan pendataan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata karena pemerintah daerah membutuhkan data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

    Ia berharap pemanfaatan data telekomunikasi dapat menjadi awal dari sistem pencatatan kunjungan wisatawan yang lebih akurat.

    “Jadi bukan hanya bagaimana jumlah pengunjungnya bertambah, tetapi kami juga ingin mendapatkan data yang lebih akurat. Kalau jumlah orang di suatu kawasan bisa terbaca dari data provider, hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan Erau ke depan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)