Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dispar Kukar Fasilitasi Pengembangan Memanda Panji Berseri, Beladon Jadi Pembeda

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 20:03 WITA

    Pertunjukan Memanda Kutai Panji Berseri saat berlangsung di Simpang Odah Etam belum lama ini (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelestarian kesenian Memanda Panji Berseri melalui fasilitasi pertunjukan dan kolaborasi dengan pihak yang tengah meneliti upaya pengembangan seni tradisional tersebut.

    Salah satu unsur yang menjadi perhatian adalah beladon yang disebut sebagai ciri khas Memanda Panji Berseri dan membedakannya dari kesenian lainnya.

    Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengatakan Memanda merupakan kesenian yang berkembang dengan perpaduan sejumlah unsur seni. 

    Meski terdapat pengaruh dari kesenian daerah lain, khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel), Memanda di Kukar memiliki karakteristik tersendiri.

    “Memanda di sini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beladon. Beladon itulah yang menjadi ciri khas Memanda Panji Berseri,” ujar Zikri, Senin (12/10/2026).

    Menurutnya, karakteristik tersebut perlu terus diperkenalkan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan seni tradisional yang dimiliki Kukar. 

    Ia menilai pelestarian tidak cukup hanya dengan mempertahankan pertunjukan, tapi juga perlu menjaga unsur-unsur khas yang menjadi identitas kesenian tersebut.

    Dispar Kukar pun membuka ruang bagi para pelaku seni untuk kembali menampilkan Memanda Panji Berseri. 

    Dukungan diberikan melalui penyediaan tempat serta fasilitasi pertunjukan agar kesenian ini memiliki kesempatan untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

    “Dispar mendukung melalui kolaborasi dengan menyediakan tempat dan memfasilitasi mereka untuk tampil, sehingga para pelaku seni bisa berinteraksi melalui pertunjukan tersebut,” jelasnya.

    Selain fasilitasi, upaya menghidupkan kembali Memanda juga dilakukan melalui penelitian yang berfokus pada strategi pengembangan kesenian tersebut. 

    Kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai langkah yang tepat agar Memanda tetap bertahan dan berkembang.

    Zikri menyebut munculnya klaim terhadap asal-usul kesenian Memanda dari Kalsel turut menjadi pemantik untuk meningkatkan kembali kecintaan masyarakat Kukar terhadap seni tradisional daerahnya.

    “Yang jelas, mereka sedang melakukan penelitian mengenai bagaimana cara mengangkat kembali kesenian Memanda agar bisa eksis,” katanya.

    Ia berharap keterlibatan pelaku seni, peneliti dan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pelestarian Memanda Panji Berseri. 

    Dengan dukungan tersebut, kesenian ini diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tapi juga terus memperoleh ruang untuk ditampilkan dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dispar Kukar Fasilitasi Pengembangan Memanda Panji Berseri, Beladon Jadi Pembeda

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 20:03 WITA

    Pertunjukan Memanda Kutai Panji Berseri saat berlangsung di Simpang Odah Etam belum lama ini (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelestarian kesenian Memanda Panji Berseri melalui fasilitasi pertunjukan dan kolaborasi dengan pihak yang tengah meneliti upaya pengembangan seni tradisional tersebut.

    Salah satu unsur yang menjadi perhatian adalah beladon yang disebut sebagai ciri khas Memanda Panji Berseri dan membedakannya dari kesenian lainnya.

    Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengatakan Memanda merupakan kesenian yang berkembang dengan perpaduan sejumlah unsur seni. 

    Meski terdapat pengaruh dari kesenian daerah lain, khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel), Memanda di Kukar memiliki karakteristik tersendiri.

    “Memanda di sini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beladon. Beladon itulah yang menjadi ciri khas Memanda Panji Berseri,” ujar Zikri, Senin (12/10/2026).

    Menurutnya, karakteristik tersebut perlu terus diperkenalkan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan seni tradisional yang dimiliki Kukar. 

    Ia menilai pelestarian tidak cukup hanya dengan mempertahankan pertunjukan, tapi juga perlu menjaga unsur-unsur khas yang menjadi identitas kesenian tersebut.

    Dispar Kukar pun membuka ruang bagi para pelaku seni untuk kembali menampilkan Memanda Panji Berseri. 

    Dukungan diberikan melalui penyediaan tempat serta fasilitasi pertunjukan agar kesenian ini memiliki kesempatan untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

    “Dispar mendukung melalui kolaborasi dengan menyediakan tempat dan memfasilitasi mereka untuk tampil, sehingga para pelaku seni bisa berinteraksi melalui pertunjukan tersebut,” jelasnya.

    Selain fasilitasi, upaya menghidupkan kembali Memanda juga dilakukan melalui penelitian yang berfokus pada strategi pengembangan kesenian tersebut. 

    Kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai langkah yang tepat agar Memanda tetap bertahan dan berkembang.

    Zikri menyebut munculnya klaim terhadap asal-usul kesenian Memanda dari Kalsel turut menjadi pemantik untuk meningkatkan kembali kecintaan masyarakat Kukar terhadap seni tradisional daerahnya.

    “Yang jelas, mereka sedang melakukan penelitian mengenai bagaimana cara mengangkat kembali kesenian Memanda agar bisa eksis,” katanya.

    Ia berharap keterlibatan pelaku seni, peneliti dan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pelestarian Memanda Panji Berseri. 

    Dengan dukungan tersebut, kesenian ini diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tapi juga terus memperoleh ruang untuk ditampilkan dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Adv)

    (Sf/Rs)