Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Pembukaan Pesta Laut di Samboja Kuala (Dok: Habib untuk Seputar Fakta)
Tenggarong - Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Agus Dharmawan mendorong Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 Samboja Kuala, Kecamatan Samboja menjadi ajang promosi potensi perikanan, kuliner khas pesisir, produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta wisata bahari.
Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di halaman Pasar Kuala Samboja, mulai 15-18 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi masyarakat pesisir, tapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.
Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 di Samboja Kuala.
“Ke depan, saya ingin Pesta Laut semakin mampu menjadi etalase unggulan hasil laut Samboja Kuala. Ikan segar, hasil olahan perikanan, kuliner khas pesisir, dan produk UMKM harus memperoleh ruang promosi yang layak,” ujar Awang, Jumat (16/10/2026) malam.
Ia mengatakan pengembangan kegiatan tersebut perlu diarahkan untuk mempertemukan nelayan dengan pembeli, pelaku usaha dengan pasar serta produk lokal dengan peluang pemasaran digital.
Dengan begitu, pengunjung yang datang tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, tapi juga membeli produk masyarakat dan kembali berwisata ke kawasan tersebut.
Awang menjelaskan pengembangan Pesta Laut sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik yang mendorong penguatan ekonomi daerah, pemajuan kebudayaan serta pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut berkesinambungan dengan penguatan sektor perikanan dan wilayah tangguh, pemajuan seni dan budaya, stimulus komunitas kreatif, Kredit Kukar Idaman Terbaik serta program menjaga lingkungan lestari.
Melalui penguatan sektor perikanan, pemerintah daerah berharap masyarakat pesisir semakin berdaya, mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan produk olahan, memperkuat kelembagaan usaha serta memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.
“Harapan kami, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi nelayan dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas,” terangnya.
Kemudian pengembangan seni budaya dan komunitas kreatif diharapkan mampu mendorong sanggar, pelaku pertunjukan, perajin dan generasi muda agar semakin produktif.
Dukungan akses pembiayaan usaha juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat sesuai ketentuan program.
“Ukuran keberhasilan kegiatan bukan semata-mata jumlah pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan juga peningkatan pendapatan masyarakat, terjaganya tradisi dan tumbuhnya manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setelah acara,” tegasnya.
Selain penguatan ekonomi, pengembangan wisata bahari yang diiringi peningkatan kualitas pelayanan dan pelestarian lingkungan dianggap penting.
Awang menilai potensi pantai, kehidupan kampung nelayan, kuliner khas serta keragaman budaya pesisir merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan karakter daerah
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan berupa lingkungan yang bersih, informasi destinasi yang jelas, fasilitas yang tertata, keamanan pengunjung serta keramahan masyarakat.
Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan membangun kerja sama konkret untuk mengembangkan potensi Samboja Kuala.
Kolaborasi tersebut melibatkan dinas terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kelompok sadar wisata, komunitas budaya, pelaku UMKM, dunia pendidikan hingga dunia usaha.
“Saya juga mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk bekerja secara terpadu. Dinas terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kelompok sadar wisata, komunitas budaya, pelaku UMKM, dunia pendidikan serta dunia usaha perlu membangun kerja sama yang konkret,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Pembukaan Pesta Laut di Samboja Kuala (Dok: Habib untuk Seputar Fakta)
Tenggarong - Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Agus Dharmawan mendorong Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 Samboja Kuala, Kecamatan Samboja menjadi ajang promosi potensi perikanan, kuliner khas pesisir, produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta wisata bahari.
Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di halaman Pasar Kuala Samboja, mulai 15-18 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi masyarakat pesisir, tapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.
Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 di Samboja Kuala.
“Ke depan, saya ingin Pesta Laut semakin mampu menjadi etalase unggulan hasil laut Samboja Kuala. Ikan segar, hasil olahan perikanan, kuliner khas pesisir, dan produk UMKM harus memperoleh ruang promosi yang layak,” ujar Awang, Jumat (16/10/2026) malam.
Ia mengatakan pengembangan kegiatan tersebut perlu diarahkan untuk mempertemukan nelayan dengan pembeli, pelaku usaha dengan pasar serta produk lokal dengan peluang pemasaran digital.
Dengan begitu, pengunjung yang datang tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, tapi juga membeli produk masyarakat dan kembali berwisata ke kawasan tersebut.
Awang menjelaskan pengembangan Pesta Laut sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik yang mendorong penguatan ekonomi daerah, pemajuan kebudayaan serta pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut berkesinambungan dengan penguatan sektor perikanan dan wilayah tangguh, pemajuan seni dan budaya, stimulus komunitas kreatif, Kredit Kukar Idaman Terbaik serta program menjaga lingkungan lestari.
Melalui penguatan sektor perikanan, pemerintah daerah berharap masyarakat pesisir semakin berdaya, mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan produk olahan, memperkuat kelembagaan usaha serta memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.
“Harapan kami, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi nelayan dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas,” terangnya.
Kemudian pengembangan seni budaya dan komunitas kreatif diharapkan mampu mendorong sanggar, pelaku pertunjukan, perajin dan generasi muda agar semakin produktif.
Dukungan akses pembiayaan usaha juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat sesuai ketentuan program.
“Ukuran keberhasilan kegiatan bukan semata-mata jumlah pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan juga peningkatan pendapatan masyarakat, terjaganya tradisi dan tumbuhnya manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setelah acara,” tegasnya.
Selain penguatan ekonomi, pengembangan wisata bahari yang diiringi peningkatan kualitas pelayanan dan pelestarian lingkungan dianggap penting.
Awang menilai potensi pantai, kehidupan kampung nelayan, kuliner khas serta keragaman budaya pesisir merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan karakter daerah
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan berupa lingkungan yang bersih, informasi destinasi yang jelas, fasilitas yang tertata, keamanan pengunjung serta keramahan masyarakat.
Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan membangun kerja sama konkret untuk mengembangkan potensi Samboja Kuala.
Kolaborasi tersebut melibatkan dinas terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kelompok sadar wisata, komunitas budaya, pelaku UMKM, dunia pendidikan hingga dunia usaha.
“Saya juga mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk bekerja secara terpadu. Dinas terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kelompok sadar wisata, komunitas budaya, pelaku UMKM, dunia pendidikan serta dunia usaha perlu membangun kerja sama yang konkret,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)