Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi internet satelit yang menjadi solusi akses internet di wilayah pedesaan (Dok: Pngtree)
Tenggarong - Pemerataan akses internet hingga ke wilayah pedalaman menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Program RT-KU Terbaik.
Guna menjangkau kawasan yang belum memiliki jaringan kabel optik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar menyiapkan alternatif berupa layanan internet berbasis satelit.
Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin mengatakan penggunaan teknologi internet akan menyesuaikan kondisi jaringan di setiap wilayah.
Sebab di Kukar, tidak semua RT sudah terjangkau jaringan internet dari penyedia layanan atau provider.
Menurutnya, wilayah yang telah memiliki jaringan fiber optik dapat menggunakan layanan tersebut.
Sementara, daerah yang belum terjangkau jaringan kabel bisa mempertimbangkan internet satelit, seperti Starlink maupun layanan lainnya.
“Untuk wilayah yang tidak ada kabel optiknya, teknologinya tentu berbeda. Kita bisa menggunakan satelit, seperti Starlink, Orbit dan layanan lainnya,” ujar Solihin dalam pekan ini.
Ia menjelaskan kendala akses internet tidak hanya ditemukan di wilayah pedalaman, melainkan juga di permukiman yang jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal atau Base Transceiver Station (BTS).
Selain jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal, ada pula kawasan yang belum dilayani provider, sehingga membutuhkan pilihan teknologi lain.
“Keterbatasan akses internet masih ditemukan di sejumlah wilayah Kukar, terutama permukiman yang jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal atau BTS dan ada juga wilayah yang belum terlayani provider,” terangnya.
Solihin menyatakan Diskominfo Kukar akan mendampingi RT dalam menentukan jenis layanan internet yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Pendampingan yang dilakukan yakni mencakup soal kebutuhan perangkat pendukung, seperti router untuk menyalurkan koneksi internet dan access point agar jaringan dapat digunakan masyarakat di area yang lebih luas.
Nantinya, jumlah perangkat yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta banyaknya warga yang akan menggunakan layanan internet tersebut.
Ia menerangkan penyediaan internet dalam program ini menggunakan anggaran RT. Sementara, Diskominfo Kukar hanya berperan memberikan arahan teknis, menyusun petunjuk pelaksanaan serta mendampingi RT agar pemilihan layanan dan perangkat sesuai dengan kebutuhan.
Dengan skema tersebut, teknologi satelit dapat menjadi alternatif penyediaan internet bagi RT yang sulit dijangkau jaringan konvensional tanpa harus bergantung pada jaringan kabel optik.
“Jadi untuk pembiayaannya itu menggunakan anggaran yang bersumber dari RT, sementara Diskominfo hanya bertugas mendampingi untuk memastikan teknologi dan perangkat yang dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing RT,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi internet satelit yang menjadi solusi akses internet di wilayah pedesaan (Dok: Pngtree)
Tenggarong - Pemerataan akses internet hingga ke wilayah pedalaman menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Program RT-KU Terbaik.
Guna menjangkau kawasan yang belum memiliki jaringan kabel optik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar menyiapkan alternatif berupa layanan internet berbasis satelit.
Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin mengatakan penggunaan teknologi internet akan menyesuaikan kondisi jaringan di setiap wilayah.
Sebab di Kukar, tidak semua RT sudah terjangkau jaringan internet dari penyedia layanan atau provider.
Menurutnya, wilayah yang telah memiliki jaringan fiber optik dapat menggunakan layanan tersebut.
Sementara, daerah yang belum terjangkau jaringan kabel bisa mempertimbangkan internet satelit, seperti Starlink maupun layanan lainnya.
“Untuk wilayah yang tidak ada kabel optiknya, teknologinya tentu berbeda. Kita bisa menggunakan satelit, seperti Starlink, Orbit dan layanan lainnya,” ujar Solihin dalam pekan ini.
Ia menjelaskan kendala akses internet tidak hanya ditemukan di wilayah pedalaman, melainkan juga di permukiman yang jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal atau Base Transceiver Station (BTS).
Selain jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal, ada pula kawasan yang belum dilayani provider, sehingga membutuhkan pilihan teknologi lain.
“Keterbatasan akses internet masih ditemukan di sejumlah wilayah Kukar, terutama permukiman yang jauh dari jangkauan menara pemancar sinyal atau BTS dan ada juga wilayah yang belum terlayani provider,” terangnya.
Solihin menyatakan Diskominfo Kukar akan mendampingi RT dalam menentukan jenis layanan internet yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Pendampingan yang dilakukan yakni mencakup soal kebutuhan perangkat pendukung, seperti router untuk menyalurkan koneksi internet dan access point agar jaringan dapat digunakan masyarakat di area yang lebih luas.
Nantinya, jumlah perangkat yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta banyaknya warga yang akan menggunakan layanan internet tersebut.
Ia menerangkan penyediaan internet dalam program ini menggunakan anggaran RT. Sementara, Diskominfo Kukar hanya berperan memberikan arahan teknis, menyusun petunjuk pelaksanaan serta mendampingi RT agar pemilihan layanan dan perangkat sesuai dengan kebutuhan.
Dengan skema tersebut, teknologi satelit dapat menjadi alternatif penyediaan internet bagi RT yang sulit dijangkau jaringan konvensional tanpa harus bergantung pada jaringan kabel optik.
“Jadi untuk pembiayaannya itu menggunakan anggaran yang bersumber dari RT, sementara Diskominfo hanya bertugas mendampingi untuk memastikan teknologi dan perangkat yang dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing RT,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)