Seputar Fakta
    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdukcapil Kukar Hadirkan Payung Carek, Layani Warga Lansia dan Disabilitas Urus Adminduk hingga ke Rumah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 07:52 WITA

    Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan pelayanan jemput bola melalui inovasi Payung Carek.

    Inovasi itu dihadirkan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan (adminduk).

    Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto mengatakan program ini menyasar warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang mengalami kelumpuhan hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan.

    Ia menjelaskan Payung Carek merupakan pengembangan dari inovasi Bunga Desaku. Jika Bunga Desaku mendekatkan pelayanan melalui kantor desa dan kelurahan, Payung Carek secara khusus menyasar warga yang membutuhkan pelayanan langsung di tempat tinggalnya.

    "Kami meminta laporan dari kepala desa maupun ketua RT apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan tersebut. Setelah itu, tim akan menjadwalkan kunjungan langsung ke lapangan," ujar Iryanto, Selasa (3/11/2026).

    Melalui inovasi ini, petugas Disdukcapil dapat membantu berbagai kebutuhan Adminduk, mulai dari pencatatan kelahiran dan kematian, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga perekaman KTP elektronik.

    Iryanto mencontohkan ada warga yang sudah wajib memiliki KTP elektronik, tapi belum melakukan perekaman karena kondisi kesehatan atau keterbatasan fisik. 

    Padahal, dokumen tersebut dibutuhkan untuk mengakses berbagai pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan dan BPJS.

    Dalam kondisi seperti itu, petugas akan mendatangi langsung rumah warga untuk melakukan perekaman maupun membantu pengurusan dokumen yang diperlukan.

    Ia menegaskan keterbatasan fisik, kondisi kesehatan maupun lokasi tempat tinggal tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan.

    "Prinsip kami, tidak boleh ada warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan hanya karena tinggal jauh, berada di wilayah terpencil, mengalami disabilitas, atau memiliki keterbatasan lainnya," tegasnya.

    Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, Disdukcapil Kukar telah membentuk tim Payung Carek melalui surat keputusan. 

    Jumlah petugas yang diturunkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan menggunakan sistem pembagian wilayah atau zonasi.

    Bahkan, seluruh operator dibekali kemampuan untuk menangani berbagai jenis pelayanan Adminduk agar dapat ditugaskan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Seluruh operator sudah dibekali kemampuan untuk menangani berbagai jenis dokumen kependudukan agar dapat memudahkan masyarakat,” tandasnya.

    Melalui Payung Carek, Disdukcapil Kukar berharap seluruh warga, termasuk kelompok rentan bisa memperoleh pelayanan Adminduk secara mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdukcapil Kukar Hadirkan Payung Carek, Layani Warga Lansia dan Disabilitas Urus Adminduk hingga ke Rumah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 07:52 WITA

    Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan pelayanan jemput bola melalui inovasi Payung Carek.

    Inovasi itu dihadirkan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan (adminduk).

    Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto mengatakan program ini menyasar warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang mengalami kelumpuhan hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan.

    Ia menjelaskan Payung Carek merupakan pengembangan dari inovasi Bunga Desaku. Jika Bunga Desaku mendekatkan pelayanan melalui kantor desa dan kelurahan, Payung Carek secara khusus menyasar warga yang membutuhkan pelayanan langsung di tempat tinggalnya.

    "Kami meminta laporan dari kepala desa maupun ketua RT apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan tersebut. Setelah itu, tim akan menjadwalkan kunjungan langsung ke lapangan," ujar Iryanto, Selasa (3/11/2026).

    Melalui inovasi ini, petugas Disdukcapil dapat membantu berbagai kebutuhan Adminduk, mulai dari pencatatan kelahiran dan kematian, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga perekaman KTP elektronik.

    Iryanto mencontohkan ada warga yang sudah wajib memiliki KTP elektronik, tapi belum melakukan perekaman karena kondisi kesehatan atau keterbatasan fisik. 

    Padahal, dokumen tersebut dibutuhkan untuk mengakses berbagai pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan dan BPJS.

    Dalam kondisi seperti itu, petugas akan mendatangi langsung rumah warga untuk melakukan perekaman maupun membantu pengurusan dokumen yang diperlukan.

    Ia menegaskan keterbatasan fisik, kondisi kesehatan maupun lokasi tempat tinggal tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan.

    "Prinsip kami, tidak boleh ada warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan hanya karena tinggal jauh, berada di wilayah terpencil, mengalami disabilitas, atau memiliki keterbatasan lainnya," tegasnya.

    Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, Disdukcapil Kukar telah membentuk tim Payung Carek melalui surat keputusan. 

    Jumlah petugas yang diturunkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan menggunakan sistem pembagian wilayah atau zonasi.

    Bahkan, seluruh operator dibekali kemampuan untuk menangani berbagai jenis pelayanan Adminduk agar dapat ditugaskan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Seluruh operator sudah dibekali kemampuan untuk menangani berbagai jenis dokumen kependudukan agar dapat memudahkan masyarakat,” tandasnya.

    Melalui Payung Carek, Disdukcapil Kukar berharap seluruh warga, termasuk kelompok rentan bisa memperoleh pelayanan Adminduk secara mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. (Adv)

    (Sf/Rs)