Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdikbud Kukar Gelar Rapat Teknis, Matangkan Lomba Erau Adat Kutai 2025

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    18 September 2025 pukul 17:39 WITA

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan rapat teknis untuk memastikan kelancaran perlombaan dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025. 

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo megatakan rapat ini membahas teknis penyelenggaraan, aturan perlombaan, serta kesiapan peserta.

    "Langkah ini penting untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Kalau untuk penentuan juri sudah kami bahas, kita juga sudah berkomunikasi dengan mereka terkait dengan persiapannya," kata Puji Utomo, Kamis (18/9/2025).

    Lomba Budaya Tradisi Erau 2025 ini ada empat kategori, seperti tarsul, tari jepen, musik tingkilan dan lagu Kutai. Khusus lagu Kutai menggunakan alat musik tingkilan asli, bukan versi kreasi modern, tujuannya untuk mengembalikan nilai budaya Kutai. 

    Pada perlombaan kali ini, jumlah peserta dibatasi maksimal 20 orang setiap kategori. Pembatasan dilakukan agar jadwal kegiatan berjalan maksimal.

    Dalam aturan lomba, karya seni yang ditampilkan wajib orisinal. Untuk tarsul, syair wajib ciptaan sendiri dan dilarang mengandung unsur provokasi maupun SARA. 

    Sementara tari jepen, peserta tak diperbolehkan melakukan kreasi baru, harus mempertahankan tradisionalnya. Setiap penampilan tari juga dibatasi maksimal lima menit. 

    "Antusiasme masyarakat sangat tinggi tapi kita harus batasi supaya semua bisa tampil. Kita ingin semua peserta punya kesempatan yang sama" jelasnya.

    Selain itu, peserta diwajibkan menggunakan busana adat Kutai, seperti baju cinan, miskat atau takwo. Untuk kategori lagu, panitia menyediakan daftar pilihan seperti Erau, Nasi Bekepor, Buah Bolok, Nasib Awak, Buah Ara, Aku Menyanyi, Mahakam Gubangku Hanyut dan Adat Kutai.

    Ia berharap semua peserta memahami aturan dan tujuan lomba. "Kita ingin lomba ini tidak hanya berjalan lancar, tapi juga mampu menampilkan kekayaan seni dan tradisi Kutai," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdikbud Kukar Gelar Rapat Teknis, Matangkan Lomba Erau Adat Kutai 2025

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    18 September 2025 pukul 17:39 WITA

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan rapat teknis untuk memastikan kelancaran perlombaan dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025. 

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo megatakan rapat ini membahas teknis penyelenggaraan, aturan perlombaan, serta kesiapan peserta.

    "Langkah ini penting untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Kalau untuk penentuan juri sudah kami bahas, kita juga sudah berkomunikasi dengan mereka terkait dengan persiapannya," kata Puji Utomo, Kamis (18/9/2025).

    Lomba Budaya Tradisi Erau 2025 ini ada empat kategori, seperti tarsul, tari jepen, musik tingkilan dan lagu Kutai. Khusus lagu Kutai menggunakan alat musik tingkilan asli, bukan versi kreasi modern, tujuannya untuk mengembalikan nilai budaya Kutai. 

    Pada perlombaan kali ini, jumlah peserta dibatasi maksimal 20 orang setiap kategori. Pembatasan dilakukan agar jadwal kegiatan berjalan maksimal.

    Dalam aturan lomba, karya seni yang ditampilkan wajib orisinal. Untuk tarsul, syair wajib ciptaan sendiri dan dilarang mengandung unsur provokasi maupun SARA. 

    Sementara tari jepen, peserta tak diperbolehkan melakukan kreasi baru, harus mempertahankan tradisionalnya. Setiap penampilan tari juga dibatasi maksimal lima menit. 

    "Antusiasme masyarakat sangat tinggi tapi kita harus batasi supaya semua bisa tampil. Kita ingin semua peserta punya kesempatan yang sama" jelasnya.

    Selain itu, peserta diwajibkan menggunakan busana adat Kutai, seperti baju cinan, miskat atau takwo. Untuk kategori lagu, panitia menyediakan daftar pilihan seperti Erau, Nasi Bekepor, Buah Bolok, Nasib Awak, Buah Ara, Aku Menyanyi, Mahakam Gubangku Hanyut dan Adat Kutai.

    Ia berharap semua peserta memahami aturan dan tujuan lomba. "Kita ingin lomba ini tidak hanya berjalan lancar, tapi juga mampu menampilkan kekayaan seni dan tradisi Kutai," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)