Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengasah kemampuan kreatif pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Workshop Festival Film Dokumenter Pelajar 2025.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo mengatakan para pelajar diajarkan tentang teknis pembuatan film dan diajak memahami nilai-nilai budaya.
“Dalam kegiatan itu mereka kita ajarkan membuat film menggunakan idenya masing-masing. Dengan tema budaya mereka dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” kata Puji, Jumat (10/10/2025).
Puji mengungkapkan tema budaya dipilih karena dianggap sesuai fungsi Disdikbud Kukar sebagai lembaga yang berperan menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
Pelaksanaan festival ini juga bertepatan dengan hari lahir Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, sehingga tema itu menjadi momentum untuk mengangkat nilai-nilai budaya Kutai ke dalam karya film yang mereka garap.
“kami ambil tema itu menyesuaikan saja dengan tugas dan fungsi Disdikbud Karena memang terkait pelestarian budaya. Kami ingin setiap film yang dibuat menjadi representasi dari kekayaan budaya daerah mereka,” ungkapnya.
Kata dia, 13 SMP dari berbagai kecamatan di Kukar mengikuti kegiatan ini, seperti SMPN 1 Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Wis, Kenohan, dan Loa Kulu. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari akademisi perfilman, mulai dari penyutradaraan, sinematografi, hingga proses penyuntingan gambar.
Melihat antusiasme pelajar yang cukup tinggi, Disdikbud Kukar menargetkan pada 2026 mendatang kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan dan bisa menjangkau lebih banyak peserta.
“Setiap daerah punya potensi budaya yang menarik untuk diangkat. Tahun depan kegiatan ini akan dilaksanakan lagi dan targetnya 20 kecamatan di Kukar bisa ikut serta,” sebut Puji.
Hasil karya para peserta nantinya akan diseleksi oleh komite festival sebelum diputar secara umum. Rencananya pemutaran film dokumenter karya siswa ini akan dilaksanakan sebelum akhir 2025 sebagai bagian dari kegiatan apresiasi budaya Disdikbud Kukar.
“Film siswa terbaik nantinya akan kami tayangkan dan diumumkan hasil penilaiannya oleh komite festival. Targetnya seluruh proses penilaian sudah rampung sebelum akhir 2025 ini,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengasah kemampuan kreatif pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Workshop Festival Film Dokumenter Pelajar 2025.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo mengatakan para pelajar diajarkan tentang teknis pembuatan film dan diajak memahami nilai-nilai budaya.
“Dalam kegiatan itu mereka kita ajarkan membuat film menggunakan idenya masing-masing. Dengan tema budaya mereka dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” kata Puji, Jumat (10/10/2025).
Puji mengungkapkan tema budaya dipilih karena dianggap sesuai fungsi Disdikbud Kukar sebagai lembaga yang berperan menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
Pelaksanaan festival ini juga bertepatan dengan hari lahir Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, sehingga tema itu menjadi momentum untuk mengangkat nilai-nilai budaya Kutai ke dalam karya film yang mereka garap.
“kami ambil tema itu menyesuaikan saja dengan tugas dan fungsi Disdikbud Karena memang terkait pelestarian budaya. Kami ingin setiap film yang dibuat menjadi representasi dari kekayaan budaya daerah mereka,” ungkapnya.
Kata dia, 13 SMP dari berbagai kecamatan di Kukar mengikuti kegiatan ini, seperti SMPN 1 Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Wis, Kenohan, dan Loa Kulu. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari akademisi perfilman, mulai dari penyutradaraan, sinematografi, hingga proses penyuntingan gambar.
Melihat antusiasme pelajar yang cukup tinggi, Disdikbud Kukar menargetkan pada 2026 mendatang kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan dan bisa menjangkau lebih banyak peserta.
“Setiap daerah punya potensi budaya yang menarik untuk diangkat. Tahun depan kegiatan ini akan dilaksanakan lagi dan targetnya 20 kecamatan di Kukar bisa ikut serta,” sebut Puji.
Hasil karya para peserta nantinya akan diseleksi oleh komite festival sebelum diputar secara umum. Rencananya pemutaran film dokumenter karya siswa ini akan dilaksanakan sebelum akhir 2025 sebagai bagian dari kegiatan apresiasi budaya Disdikbud Kukar.
“Film siswa terbaik nantinya akan kami tayangkan dan diumumkan hasil penilaiannya oleh komite festival. Targetnya seluruh proses penilaian sudah rampung sebelum akhir 2025 ini,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)