Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdikbud Gelar Bimtek Sekolah Inklusi, Libatkan 19 SMP di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    30 September 2025 pukul 20:42 WITA

    Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aflilianoor. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inklusi untuk jenjang SMP, di Hotel Grand Fatma, Senin (29/9/2025). 

    Kegiatan digelar selama dua hari ini diikuti 40 peserta yang berasal dari 19 sekolah, terdiri dari 16 sekolah negeri dan tiga sekolah swasta. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, Muara Muntai dan Tenggarong.

    Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor mengatakan sekolah tidak boleh menolak anak-anak berkebutuhan khusus, sebab tidak semua anak cocok bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga keberadaan sekolah inklusi ini menjadi penting untuk memberikan ruang pendidikan yang setara.

    “Anak-anak ini memang istimewa, mereka butuh lingkungan sekolah dan guru yang memiliki kemampuan khusus untuk,” kata Tauhid Aflilianoor, Selasa (30/9/2025).

    Namun demikian, tidak semua sekolah dapat menerima anak berkebutuhan khusus, sebab keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang inklusi. 

    Hal ini kerap menjadi kendala ketika orang tua bersikeras agar anaknya dapat sekolah di sekolah reguler, padahal tidak ada guru pendamping khusus di sekolah tersebut.

    Dalam bimtek ini, kata dia, peserta mendapatkan materi terkait manajemen pendidikan inklusi serta pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi guru. 

    Salah satu poin penting, yakni pengenalan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang diharapkan nantinya dapat hadir di sekolah-sekolah sebagai tenaga terlatih untuk mendampingi anak-anak inklusi.

    "Kita ingin guru-guru yang ada bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” jelasnya.

    Selain aspek tenaga pendidik, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dengan keterbatasan fisik. Misalnya, sekolah bertingkat yang tidak ramah disabilitas tentu perlu menyiapkan fasilitas pendukung.

    Disdikbud Kukar setiap tahun rutin melaksanakan bimtek sekolah inklusi ini. Dari hasil kegiatan, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerima anak-anak inklusi dengan data yang lebih jelas dan terstruktur.

    “Saya harap guru kita yang sedang mengikuti bimtek saat ini bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” harapnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Disdikbud Gelar Bimtek Sekolah Inklusi, Libatkan 19 SMP di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    30 September 2025 pukul 20:42 WITA

    Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aflilianoor. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inklusi untuk jenjang SMP, di Hotel Grand Fatma, Senin (29/9/2025). 

    Kegiatan digelar selama dua hari ini diikuti 40 peserta yang berasal dari 19 sekolah, terdiri dari 16 sekolah negeri dan tiga sekolah swasta. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, Muara Muntai dan Tenggarong.

    Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor mengatakan sekolah tidak boleh menolak anak-anak berkebutuhan khusus, sebab tidak semua anak cocok bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga keberadaan sekolah inklusi ini menjadi penting untuk memberikan ruang pendidikan yang setara.

    “Anak-anak ini memang istimewa, mereka butuh lingkungan sekolah dan guru yang memiliki kemampuan khusus untuk,” kata Tauhid Aflilianoor, Selasa (30/9/2025).

    Namun demikian, tidak semua sekolah dapat menerima anak berkebutuhan khusus, sebab keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang inklusi. 

    Hal ini kerap menjadi kendala ketika orang tua bersikeras agar anaknya dapat sekolah di sekolah reguler, padahal tidak ada guru pendamping khusus di sekolah tersebut.

    Dalam bimtek ini, kata dia, peserta mendapatkan materi terkait manajemen pendidikan inklusi serta pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi guru. 

    Salah satu poin penting, yakni pengenalan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang diharapkan nantinya dapat hadir di sekolah-sekolah sebagai tenaga terlatih untuk mendampingi anak-anak inklusi.

    "Kita ingin guru-guru yang ada bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” jelasnya.

    Selain aspek tenaga pendidik, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dengan keterbatasan fisik. Misalnya, sekolah bertingkat yang tidak ramah disabilitas tentu perlu menyiapkan fasilitas pendukung.

    Disdikbud Kukar setiap tahun rutin melaksanakan bimtek sekolah inklusi ini. Dari hasil kegiatan, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerima anak-anak inklusi dengan data yang lebih jelas dan terstruktur.

    “Saya harap guru kita yang sedang mengikuti bimtek saat ini bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” harapnya. (Adv)

    (Sf/Lo)