Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelontorkan dana sekitar Rp200 juta setiap tahun untuk memulangkan warga terlantar ke daerahnya masing-masing.
Anggaran ini digunakan untuk membiayai transportasi selama proses pemulangan. Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Sunarko menjelaskan ada empat kriteria warga yang memenuhi syarat untuk dipulangkan.
Meliputi warga terlantar yang mengalami gangguan kejiwaan, kehabisan bekal, tidak memiliki keluarga di wilayah setempat serta menjadi korban kekerasan.
"Pastinya kita selalu melakukan pengecekan melihat kondisi warga itu, apakah mereka punya keluarga di Kukar, gangguan jiwa kehabisan bekal itu bisa kita pulangkan, kemudian kami akan cek kota asalnya," jelas Sunarko, Selasa (9/9/2025).
Kata dia, ada sekitar 40 warga terlantar yang sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing, mereka berasal dari Sulawesi, Sumatera dan yang paling mendominasi Jawa Timur (Jatim).
"Ini data 2025 untuk memulangkan mereka, kami berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dinas akan melacak identitas warga tersebut," ujarnya.
Dirinya mengungkapkan banyaknya kasus yang telah dialami oleh warga terlantar, seperti membongkar dua kuburan sekaligus dalam semalam di Kecamatan Tenggarong Seberang menggunakan tangan kosong. Kemudian ada pula warga yang berniat mencari pekerjaan di Kukar tetapi ditipu.
"Kasus gangguan jiwa sering kami temukan dengan berbagai permasalahan. Kami juga mengimbau untuk warga dari luar daerah Kukar yang ingin bekerja, agar tidak tertipu dengan lowongan pekerjaan, pastikan kejelasan informasinya," ucapnya.
Dirinya berharap dengan adanya program ini warga terlantar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelontorkan dana sekitar Rp200 juta setiap tahun untuk memulangkan warga terlantar ke daerahnya masing-masing.
Anggaran ini digunakan untuk membiayai transportasi selama proses pemulangan. Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Sunarko menjelaskan ada empat kriteria warga yang memenuhi syarat untuk dipulangkan.
Meliputi warga terlantar yang mengalami gangguan kejiwaan, kehabisan bekal, tidak memiliki keluarga di wilayah setempat serta menjadi korban kekerasan.
"Pastinya kita selalu melakukan pengecekan melihat kondisi warga itu, apakah mereka punya keluarga di Kukar, gangguan jiwa kehabisan bekal itu bisa kita pulangkan, kemudian kami akan cek kota asalnya," jelas Sunarko, Selasa (9/9/2025).
Kata dia, ada sekitar 40 warga terlantar yang sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing, mereka berasal dari Sulawesi, Sumatera dan yang paling mendominasi Jawa Timur (Jatim).
"Ini data 2025 untuk memulangkan mereka, kami berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dinas akan melacak identitas warga tersebut," ujarnya.
Dirinya mengungkapkan banyaknya kasus yang telah dialami oleh warga terlantar, seperti membongkar dua kuburan sekaligus dalam semalam di Kecamatan Tenggarong Seberang menggunakan tangan kosong. Kemudian ada pula warga yang berniat mencari pekerjaan di Kukar tetapi ditipu.
"Kasus gangguan jiwa sering kami temukan dengan berbagai permasalahan. Kami juga mengimbau untuk warga dari luar daerah Kukar yang ingin bekerja, agar tidak tertipu dengan lowongan pekerjaan, pastikan kejelasan informasinya," ucapnya.
Dirinya berharap dengan adanya program ini warga terlantar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. (Adv)
(Sf/Lo)