Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kawasan pertanian Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kukar. (Hendra Wahyudi)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pada pembangunan desa di 2025.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemdes Segihan mengalokasikan Rp600 juta dari Dana Desa (DD) untuk perbaiki sistem irigasi, embung dan drainase untuk mengoptimalkan pasokan air ke lahan pertanian.
"Kami juga akan perluas program Satu Rumah Satu Bioplog agar masyarakat lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman produktif," kata Kepala Desa (Kades) Segihan, Hendra Wahyudi, Senin (3/3/2025).
Ia menyebut pengembangan pertanian menjadi fokus utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan infrastruktur pertanian yang baik dan keterlibatan masyarakat dalam program ketahanan pangan, ini akan dapat meningkat secara signifikan.
“Untuk di wilayah kami secara umum, program ini di prioritaskan ke pembangunan bidang pertanian. Contohnya ada budidaya padi, peternakan, dan perkebunan. Itu prioritas kami di desa,” ujarnya.
Pemdes Segini kini sedang memastikan petani mendapatkan akses air yang cukup untuk mengurangi risiko gagal panen.
“Dari DD yang Rp 600 juta itu dialokasikan untuk sektor pertanian, kita ingin pastikan akses dan pengairan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Untuk program Satu Rumah Satu Bioplog yang kini telah memasuki tahun kedua juga terus didorong agar masyarakat lebih mandiri dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif.
“Kami juga mendorong program Satu Rumah Satu Bioplog, kita ingin warga memanfaatkan lahan pekarangan mereka. Saya harap semoga program ini mendapat hasil sesuai hasil yang kita harapkan," harapnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kawasan pertanian Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kukar. (Hendra Wahyudi)
Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pada pembangunan desa di 2025.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemdes Segihan mengalokasikan Rp600 juta dari Dana Desa (DD) untuk perbaiki sistem irigasi, embung dan drainase untuk mengoptimalkan pasokan air ke lahan pertanian.
"Kami juga akan perluas program Satu Rumah Satu Bioplog agar masyarakat lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman produktif," kata Kepala Desa (Kades) Segihan, Hendra Wahyudi, Senin (3/3/2025).
Ia menyebut pengembangan pertanian menjadi fokus utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan infrastruktur pertanian yang baik dan keterlibatan masyarakat dalam program ketahanan pangan, ini akan dapat meningkat secara signifikan.
“Untuk di wilayah kami secara umum, program ini di prioritaskan ke pembangunan bidang pertanian. Contohnya ada budidaya padi, peternakan, dan perkebunan. Itu prioritas kami di desa,” ujarnya.
Pemdes Segini kini sedang memastikan petani mendapatkan akses air yang cukup untuk mengurangi risiko gagal panen.
“Dari DD yang Rp 600 juta itu dialokasikan untuk sektor pertanian, kita ingin pastikan akses dan pengairan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Untuk program Satu Rumah Satu Bioplog yang kini telah memasuki tahun kedua juga terus didorong agar masyarakat lebih mandiri dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif.
“Kami juga mendorong program Satu Rumah Satu Bioplog, kita ingin warga memanfaatkan lahan pekarangan mereka. Saya harap semoga program ini mendapat hasil sesuai hasil yang kita harapkan," harapnya. (Adv)
(Sf/By)