Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Desa (Kades) Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, I Dewa Ketut Adi Basuki. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Pemerintah Desa Kerta Buana, Kecamtan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan sektor pertanian sebagai program prioritas dalam rencana pembangunan pada 2024 ini.
Mereka menilai pengembangan infrastruktur penunjang pertanian sangat penting dilakukan karena mayoritas penduduk di desa tersebut berprofesi sebagai petani.
Kepala Desa (Kades) Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki mengatakan ada sekitar 396 sawah produktif di desa yang dipimpinnya itu dan jumlah itu belum termasuk lahan perkebunan serta lainnya.
Dalam upaya pembangunan desa, kata dia, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menjadi kunci sukses.
"Beberapa program sudah siap untuk 2024 ini, termasuk semenisasi jalan usaha tani sepanjang lima Kilometer (Km). Tahun lalu, kami berhasil menyelesaikan hampir 11 Km jalan usaha tani,” kata Basuki, Selasa (2/4/2024).
Ia juga mengaku sistem pengairan sawah di Desa Kerta Buana saat ini masih bergantung pada air hujan atau sawah tadah hujan.
"Semoga rencana pembuatan tiga embung dan bantuan empat pompa air tahun ini dapat tersalurkan. Ini akan membantu para petani di desa kami," ungkpanya.
Basuki berharap program yang belum maksimal di 2023 akan ditingkatkan pada 2024 ini, termasuk normalisasi irigasi.
“Kami berharap embung-embung ini akan berfungsi dengan baik juga. Kemudian memanfaatkan kolam-kolam bekas tambang, sehingga petani tidak perlu takut saat musim kemarau,” tutupnya.
(Adv/Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Desa (Kades) Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, I Dewa Ketut Adi Basuki. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Pemerintah Desa Kerta Buana, Kecamtan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan sektor pertanian sebagai program prioritas dalam rencana pembangunan pada 2024 ini.
Mereka menilai pengembangan infrastruktur penunjang pertanian sangat penting dilakukan karena mayoritas penduduk di desa tersebut berprofesi sebagai petani.
Kepala Desa (Kades) Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki mengatakan ada sekitar 396 sawah produktif di desa yang dipimpinnya itu dan jumlah itu belum termasuk lahan perkebunan serta lainnya.
Dalam upaya pembangunan desa, kata dia, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menjadi kunci sukses.
"Beberapa program sudah siap untuk 2024 ini, termasuk semenisasi jalan usaha tani sepanjang lima Kilometer (Km). Tahun lalu, kami berhasil menyelesaikan hampir 11 Km jalan usaha tani,” kata Basuki, Selasa (2/4/2024).
Ia juga mengaku sistem pengairan sawah di Desa Kerta Buana saat ini masih bergantung pada air hujan atau sawah tadah hujan.
"Semoga rencana pembuatan tiga embung dan bantuan empat pompa air tahun ini dapat tersalurkan. Ini akan membantu para petani di desa kami," ungkpanya.
Basuki berharap program yang belum maksimal di 2023 akan ditingkatkan pada 2024 ini, termasuk normalisasi irigasi.
“Kami berharap embung-embung ini akan berfungsi dengan baik juga. Kemudian memanfaatkan kolam-kolam bekas tambang, sehingga petani tidak perlu takut saat musim kemarau,” tutupnya.
(Adv/Sf/By)