
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkatkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan pernikahan usia dini melalui edukasi di sekolah serta pendampingan psikologis.
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengatakan sosialisasi dilakukan dengan melibatkan pelajar dan Forum Anak.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada anak mengenai perlindungan diri serta cara mencegah kekerasan.
Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan begitu, anak-anak memiliki pengetahuan untuk mengenali serta menghindari berbagai bentuk kekerasan.
“Edukasi kami lakukan ke sekolah-sekolah, termasuk melibatkan Forum Anak. Kami ingin anak-anak memahami langkah-langkah pencegahan agar bisa melindungi diri,” ujar Syafliansyah, Rabu (4/11/2026).
Selain pencegahan kekerasan, DP3A Kukar juga memberikan pendampingan kepada anak yang menghadapi persoalan pernikahan usia dini.
Salah satunya melalui asesmen psikologis berdasarkan permintaan instansi atau lembaga terkait. Dalam proses tersebut, tim psikolog DP3A memberikan pembinaan untuk membantu anak memahami kesiapan mental dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga.
Syafliansyah menyatakan pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari sisi mental maupun tanggung jawab.
Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
“Melalui asesmen psikologis, anak diberikan pembinaan agar memahami bahwa kehidupan rumah tangga memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana,” jelasnya.
Syafliansyah mengingatkan para remaja agar tidak terburu-buru menikah dan lebih mengutamakan pendidikan.
Ia menilai masa muda sebaiknya dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.
DP3A Kukar juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak. Sebab, kekerasan terhadap anak tidak hanya berpotensi terjadi di lingkungan luar, tapi juga bisa melibatkan orang-orang terdekat.
“Pengawasan anak menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua harus memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak karena pelaku kekerasan juga bisa berasal dari lingkungan terdekat,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkatkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan pernikahan usia dini melalui edukasi di sekolah serta pendampingan psikologis.
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengatakan sosialisasi dilakukan dengan melibatkan pelajar dan Forum Anak.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada anak mengenai perlindungan diri serta cara mencegah kekerasan.
Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan begitu, anak-anak memiliki pengetahuan untuk mengenali serta menghindari berbagai bentuk kekerasan.
“Edukasi kami lakukan ke sekolah-sekolah, termasuk melibatkan Forum Anak. Kami ingin anak-anak memahami langkah-langkah pencegahan agar bisa melindungi diri,” ujar Syafliansyah, Rabu (4/11/2026).
Selain pencegahan kekerasan, DP3A Kukar juga memberikan pendampingan kepada anak yang menghadapi persoalan pernikahan usia dini.
Salah satunya melalui asesmen psikologis berdasarkan permintaan instansi atau lembaga terkait. Dalam proses tersebut, tim psikolog DP3A memberikan pembinaan untuk membantu anak memahami kesiapan mental dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga.
Syafliansyah menyatakan pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari sisi mental maupun tanggung jawab.
Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
“Melalui asesmen psikologis, anak diberikan pembinaan agar memahami bahwa kehidupan rumah tangga memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana,” jelasnya.
Syafliansyah mengingatkan para remaja agar tidak terburu-buru menikah dan lebih mengutamakan pendidikan.
Ia menilai masa muda sebaiknya dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.
DP3A Kukar juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak. Sebab, kekerasan terhadap anak tidak hanya berpotensi terjadi di lingkungan luar, tapi juga bisa melibatkan orang-orang terdekat.
“Pengawasan anak menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua harus memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak karena pelaku kekerasan juga bisa berasal dari lingkungan terdekat,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)