Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Cegah Kebakaran Meluas, Damkarmatan Kukar Usulkan Hidran dan Tandon Air di Tenggarong

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2026 pukul 19:54 WITA

    Salah satu hidran di Jalan Maduningrat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Penguatan infrastruktur pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk menjadi salah satu upaya yang didorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Instansi tersebut mengusulkan penambahan hidran dan tandon air untuk menunjang penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

    Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan usulan ini didasarkan pada evaluasi penanganan kebakaran di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong pada 5 Oktober 2026 lalu.

    Persoalan tersebut turut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dan Komisi IV DPRD Kukar terkait zona merah kebakaran dan evaluasi insiden kebakaran permukiman, Senin (12/10/2026) kemarin.

    Dalam RDP tersebut, Disdamkar Matan Kukar menyampaikan sejumlah kendala dan kebutuhan sarana berdasarkan kondisi nyata saat petugas menangani kebakaran.

    “Yang kami sampaikan itu kondisi nyata di lapangan. Kami diminta memberikan pandangan, jadi kami jelaskan apa saja yang masih kurang dan perlu dibenahi untuk mendukung penanganan kebakaran,” ujar Fida.

    Menurutnya, keberadaan tandon air berkapasitas besar di titik-titik strategis dapat menjadi alternatif pasokan air bagi petugas. 

    Dengan begitu, kebutuhan air selama proses pemadaman diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

    Fida menyampaikan pembangunan jaringan hidran juga dinilai perlu direalisasikan untuk memperkuat fasilitas pemadaman di kawasan rawan kebakaran.

    Ia menambahkan Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tenggarong telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyediaan jaringan hidran. 

    Namun, rencana tersebut masih terkendala kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi.

    “Untuk jaringan hidran, dari pihak PDAM (Perumda Air Minum Torta Mahakam) sudah ada kesiapan untuk memfasilitasi. Sekarang yang perlu kita upayakan adalah bagaimana mendapatkan dukungan pembiayaan agar pemasangannya bisa diwujudkan,” jelasnya.

    Kini, Damkarmatan Kukar membuka peluang dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) guna mengatasi kendala dalam pembiayaan tersebut.

    Keterlibatan perusahaan dinilai dapat membantu merealisasikan fasilitas yang dibutuhkan tanpa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

    Fida menegaskan kawasan Danau Aji menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan mitigasi kebakaran.

    Karenanya, evaluasi penanganan insiden sebelumnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyediaan sarana yang memadai.

    “Dengan adanya penambahan hidran dan tandon air, kami berharap kebutuhan air saat pemadaman bisa lebih terpenuhi,” harap Fida.

    “Jadi ketika terjadi kebakaran, petugas dapat lebih optimal dalam melakukan penanganan dan meminimalkan risiko api meluas ke bangunan lainnya,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Cegah Kebakaran Meluas, Damkarmatan Kukar Usulkan Hidran dan Tandon Air di Tenggarong

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2026 pukul 19:54 WITA

    Salah satu hidran di Jalan Maduningrat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Penguatan infrastruktur pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk menjadi salah satu upaya yang didorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Instansi tersebut mengusulkan penambahan hidran dan tandon air untuk menunjang penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

    Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan usulan ini didasarkan pada evaluasi penanganan kebakaran di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong pada 5 Oktober 2026 lalu.

    Persoalan tersebut turut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dan Komisi IV DPRD Kukar terkait zona merah kebakaran dan evaluasi insiden kebakaran permukiman, Senin (12/10/2026) kemarin.

    Dalam RDP tersebut, Disdamkar Matan Kukar menyampaikan sejumlah kendala dan kebutuhan sarana berdasarkan kondisi nyata saat petugas menangani kebakaran.

    “Yang kami sampaikan itu kondisi nyata di lapangan. Kami diminta memberikan pandangan, jadi kami jelaskan apa saja yang masih kurang dan perlu dibenahi untuk mendukung penanganan kebakaran,” ujar Fida.

    Menurutnya, keberadaan tandon air berkapasitas besar di titik-titik strategis dapat menjadi alternatif pasokan air bagi petugas. 

    Dengan begitu, kebutuhan air selama proses pemadaman diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

    Fida menyampaikan pembangunan jaringan hidran juga dinilai perlu direalisasikan untuk memperkuat fasilitas pemadaman di kawasan rawan kebakaran.

    Ia menambahkan Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tenggarong telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyediaan jaringan hidran. 

    Namun, rencana tersebut masih terkendala kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi.

    “Untuk jaringan hidran, dari pihak PDAM (Perumda Air Minum Torta Mahakam) sudah ada kesiapan untuk memfasilitasi. Sekarang yang perlu kita upayakan adalah bagaimana mendapatkan dukungan pembiayaan agar pemasangannya bisa diwujudkan,” jelasnya.

    Kini, Damkarmatan Kukar membuka peluang dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) guna mengatasi kendala dalam pembiayaan tersebut.

    Keterlibatan perusahaan dinilai dapat membantu merealisasikan fasilitas yang dibutuhkan tanpa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

    Fida menegaskan kawasan Danau Aji menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan mitigasi kebakaran.

    Karenanya, evaluasi penanganan insiden sebelumnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyediaan sarana yang memadai.

    “Dengan adanya penambahan hidran dan tandon air, kami berharap kebutuhan air saat pemadaman bisa lebih terpenuhi,” harap Fida.

    “Jadi ketika terjadi kebakaran, petugas dapat lebih optimal dalam melakukan penanganan dan meminimalkan risiko api meluas ke bangunan lainnya,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)