Seputar Fakta
    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Cegah Asap Makin Tebal, DLHK Kukar Ingatkan Warga Tidak Bakar Sampah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:29 WITA

    Ilustrasi pembakaran sampah (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak masyarakat mengurangi aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara, salah satunya membakar sampah rumah tangga.

    Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi udara di sejumlah wilayah Kukar yang masuk kategori kurang sehat akibat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    “Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa membantu tidak membakar sampah. Sampah apa pun yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga itu tidak dibakar, sehingga tidak memperparah konsentrasi asap di udara,” ujar Plt Kepala DLHK Kukar, Yudiarta, Sabtu (7/11/2026).

    Ia mengungkapkan meski hujan mulai mengguyur beberapa kawasan hingga membuat kepulan asap berkurang, tapi kualitas udara saat ini belum dapat dipastikan sepenuhnya membaik.

    Kata dia, DLHK Kukar belum melakukan pengukuran terbaru untuk mengetahui kondisi kualitas udara setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah pada penghujung Oktober 2026.

    Berdasarkan pemantauan terakhir di halaman Kantor Bupati Kukar pada 22–23 Oktober 2026 lalu, konsentrasi partikulat halus PM2,5 tercatat sebesar 86,70 dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 133 atau masuk kategori tidak sehat.

    “Kalau melihat kondisi sekarang memang ada perbaikan. Hanya saja, untuk memastikan angka ISPU terbaru, kami masih perlu melakukan pengukuran kembali karena data awal November belum tersedia,” ujar Yudiarta, Sabtu (7/11/2026).

    Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan membantu mengurangi polutan di udara. Namun, kondisi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk memastikan kualitas udara sudah kembali normal.

    Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan dengan mengurangi paparan asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan diri.

    Yudiarta turut mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penderita asma agar membatasi kegiatan di luar rumah selama kondisi udara belum dipastikan membaik.

    “Kelompok yang rentan, baik anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita asma untuk bisa menghindari kegiatan di luar rumah karena dikhawatirkan nanti terjadi gangguan kesehatan, terutama kepada kelompok-kelompok yang rentan ini,” pesannya.

    Masyarakat juga diminta untuk mengurangi masuknya udara luar ke dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara kurang baik. 

    Bagi warga yang memiliki alat penjernih udara atau air purifier juga disarankan untuk memanfaatkannya agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.

    Melalui langkah-langkah tersebut, DLHK Kukar berharap masyarakat dapat mengurangi risiko paparan polusi sekaligus membantu menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal hingga kondisi udara benar-benar kembali membaik. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Cegah Asap Makin Tebal, DLHK Kukar Ingatkan Warga Tidak Bakar Sampah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:29 WITA

    Ilustrasi pembakaran sampah (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak masyarakat mengurangi aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara, salah satunya membakar sampah rumah tangga.

    Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi udara di sejumlah wilayah Kukar yang masuk kategori kurang sehat akibat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    “Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa membantu tidak membakar sampah. Sampah apa pun yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga itu tidak dibakar, sehingga tidak memperparah konsentrasi asap di udara,” ujar Plt Kepala DLHK Kukar, Yudiarta, Sabtu (7/11/2026).

    Ia mengungkapkan meski hujan mulai mengguyur beberapa kawasan hingga membuat kepulan asap berkurang, tapi kualitas udara saat ini belum dapat dipastikan sepenuhnya membaik.

    Kata dia, DLHK Kukar belum melakukan pengukuran terbaru untuk mengetahui kondisi kualitas udara setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah pada penghujung Oktober 2026.

    Berdasarkan pemantauan terakhir di halaman Kantor Bupati Kukar pada 22–23 Oktober 2026 lalu, konsentrasi partikulat halus PM2,5 tercatat sebesar 86,70 dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 133 atau masuk kategori tidak sehat.

    “Kalau melihat kondisi sekarang memang ada perbaikan. Hanya saja, untuk memastikan angka ISPU terbaru, kami masih perlu melakukan pengukuran kembali karena data awal November belum tersedia,” ujar Yudiarta, Sabtu (7/11/2026).

    Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan membantu mengurangi polutan di udara. Namun, kondisi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk memastikan kualitas udara sudah kembali normal.

    Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan dengan mengurangi paparan asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan diri.

    Yudiarta turut mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penderita asma agar membatasi kegiatan di luar rumah selama kondisi udara belum dipastikan membaik.

    “Kelompok yang rentan, baik anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita asma untuk bisa menghindari kegiatan di luar rumah karena dikhawatirkan nanti terjadi gangguan kesehatan, terutama kepada kelompok-kelompok yang rentan ini,” pesannya.

    Masyarakat juga diminta untuk mengurangi masuknya udara luar ke dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara kurang baik. 

    Bagi warga yang memiliki alat penjernih udara atau air purifier juga disarankan untuk memanfaatkannya agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.

    Melalui langkah-langkah tersebut, DLHK Kukar berharap masyarakat dapat mengurangi risiko paparan polusi sekaligus membantu menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal hingga kondisi udara benar-benar kembali membaik. (Adv)

    (Sf/Lo)