Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Tenggarong - Permasalahan air bersih masih dilalami oleh sejumlah desa di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Camat Anggana, Rendra Abadi telah menggunakan pola perencanaan sesuai kebutuhan masing-masing desa untuk mengatasi persoalan ini.
"Kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur di setiap desa tidak sama, jadi kita melakukan penyelesaiannya pun berbeda," kata Rendra, Selasa (22/7/2025).
Ia menyebut Desa Sepatin menjadi prioritas pertama dalam pembangunan sarana air bersih melalui dukungan anggaran dari Rp5 miliar untuk membangun tandon penyimpanan air bersih, pipa distribusi dan saluran sambungan ke rumah-rumah warga.
Kemudian di Desa Tani Baru dan Muara Pantuan masih dilakukan pemetaan lokasi sumber air. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar penyusunan rancangan teknis agar pembangunan sesuai kondisi lapangan di wilayah masing-masing.
Dirinya menilai, pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program air bersih. Fasilitas yang ada akan bermanfaat maksimal jika warga turut menjaga dan merawatnya.
“Kita ingin masyarakat juga aktif bergotong royong merawat fasilitas yang akan disediakan nantinya,” ujarnya.
Ia mengaku pihak kecamatan juga aktif melakukan penyuluhan terkait pola hidup bersih, sanitasi dan pengelolaan air yang hemat.
"Dengan langkah serta dukungan semua pihak, saya optimistis masalah air bersih di pesisir Anggana bisa segera teratasi," sebutnya. pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Tenggarong - Permasalahan air bersih masih dilalami oleh sejumlah desa di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Camat Anggana, Rendra Abadi telah menggunakan pola perencanaan sesuai kebutuhan masing-masing desa untuk mengatasi persoalan ini.
"Kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur di setiap desa tidak sama, jadi kita melakukan penyelesaiannya pun berbeda," kata Rendra, Selasa (22/7/2025).
Ia menyebut Desa Sepatin menjadi prioritas pertama dalam pembangunan sarana air bersih melalui dukungan anggaran dari Rp5 miliar untuk membangun tandon penyimpanan air bersih, pipa distribusi dan saluran sambungan ke rumah-rumah warga.
Kemudian di Desa Tani Baru dan Muara Pantuan masih dilakukan pemetaan lokasi sumber air. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar penyusunan rancangan teknis agar pembangunan sesuai kondisi lapangan di wilayah masing-masing.
Dirinya menilai, pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program air bersih. Fasilitas yang ada akan bermanfaat maksimal jika warga turut menjaga dan merawatnya.
“Kita ingin masyarakat juga aktif bergotong royong merawat fasilitas yang akan disediakan nantinya,” ujarnya.
Ia mengaku pihak kecamatan juga aktif melakukan penyuluhan terkait pola hidup bersih, sanitasi dan pengelolaan air yang hemat.
"Dengan langkah serta dukungan semua pihak, saya optimistis masalah air bersih di pesisir Anggana bisa segera teratasi," sebutnya. pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)